Hendaklah perkataan KRISTUS tinggal dengan limpahnya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain

Kolose 3 : 16

Saudara yang terkasih ;

Kami punya seorang mentor yang sudah berjalan bersama-sama dengan kami selama puluhan tahun. Mungkin 20 tahun sudah berlalu, sejak kami pertama berkenalan lewat seorang teman. Di dalam perjalanan pertemanan itu, segala macam bentuk pelajaran, peringatan, serta teguran, telah pernah kami terima. Dari mulai teguran yang ringan, sampai kepada teguran yang sangat keras dan membuat hati gentar. Tetapi kami mau menerima semua bentuk teguran itu dengan lapang dada. Di saat teguran itu datang, kami belajar untuk introspeksi, memeriksa ke dalam (walaupun kadang tidak mengerti juga dimana salahnya, tetapi tetap kami tidak berusaha membantah), sampai akhirnya buah yang manis bisa kami dapatkan di saat teguran keras dari TUHAN itu telah selesai. 

Saudara, ada kalanya TUHAN memakai hamba-NYA untuk menyampaikan maksud-NYA. Dan jika kita yang ditegur, belajarlah menerima teguran itu dengan besar hati sebagai salah satu cara TUHAN di dalam mendidik kita. Memang pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna, karena hanya TUHAN-lah yang Maha Sempurna. Tetapi janganlah kita justru selalu berdiri di balik alasan ketidaksempuraan itu dan mengabaikan sebuah kesalahan berlaku terus menerus.  Teguran itu diperlukan, agak kita dapat terus berjalan lurus dalam kasih KRISTUS.  

 

Ajar aku TUHAN hidup dalam jalan-MU,

Agar semua rencana-MU digenapi,

 

Ary dan Ester Handoko

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana TUHANmu datang

Matius 24 : 42

Saudara yang terkasih ;

Seorang saudara kami yang telah senior barusan dipanggil TUHAN pulang. Dia adalah seorang yang pernah berkata kepada kami, saat kami masih bermukim di Jakarta demikian, ”Mana…banyak hamba TUHAN bilang katanya TUHAN mau datang. Buktinya sampai sekarang TUHAN nggak datang-datang…” Kalimat itu diucapkannya sekian puluh tahun yang lalu. Waktu itu dia datang berkunjung, dan karena tahu tentang profesi kami, dia menanyakan hal itu, dengan nada agak menyindir dan sedikit protes. Sepertinya perkataan banyak hamba TUHAN itu salah dimatanya. Buktinya TUHAN tidak datang juga kok….  Tetapi beberapa saat yang lalu, karena umurnya yang memang sudah berbonus banyak, akhirnya dia meninggal dunia. Akhirnya toh, TUHAN datang secara pribadi dalam hidupnya. Dia berjumpa juga dengan TUHAN sekarang.

Saudara, masa hidup manusia di dunia ini sangatlah terbatas. Alkitab berkata hanya seperti bunga rumput yang sebentar ada, dan kemudian menjadi kering dan dibuang orang. Oleh sebab itu, awas-awasilah tentang cara kita menjalani hidup ini. Bekerjalah dan berkaryalah sebaik mungkin, sesuai dengan perintah TUHAN untuk kita. Satu saat, TUHAN datang menjemput kita, kita sudah siap. Kita bisa bawa hasil karya kita selama hidup di dalam dunia ini, untuk dipersembahkan kepada-NYA. Janganlah bersikap jumawa (sombong) dan berkata ‘Tidak ada TUHAN’, atau ‘TUHAN tak akan pernah datang’, karena DIA sudah berjanji bahwa DIA pasti datang ! Hanya waktunya saja yang kita tidak tahu. Waktunya saja yang bisa bersamaan, atau berbeda-beda untuk setiap kita. 

 

Ary dan Ester Handoko

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana

Mazmur 90 : 12

Saudara yang terkasih ;

Seorang teman kami, dia pendeta senior yang sudah cukup berumur, baru-baru ini meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Beberapa orang yang dekat dengannya bercerita tentang apa yang ia lakukan disaat-saat paling akhir sebelum ia meninggal. Ia memiliki sebuah sekolah Alkitab yang cukup besar di kotanya, dan di malam terakhir itu, dia sempat berjalan-jalan mengitari sekolah Alkitab yang ia dirikan itu. Dia lihat satu persatu semua sudut-sudutnya, dia cermati dan perhatikan dengan diam. Baru setelah ia puas mengelilinginya, ia balik ke rumahnya dan beristirahat. Dan di malam itu juga, ia berpulang ke rumah BAPA. Di sekolah Alkitab itu, telah banyak tercetak hamba-hamba TUHAN yang tersebar di segala penjuru tanah air. Itulah persembahan terbaik yang pendeta senior itu berikan kepada TUHAN disaat ia bertemu dengan-NYA, yaitu jiwa-jiwa pendeta-pendeta muda yang menyerahkan diri sepenuhnya untuk melayani TUHAN lewat sekolah Alkitab yang ia dirikan. 

Saudara, jika suatu saat kelak tiba giliran kita dipanggil pulang ke Surga, persembahan apakah yang kira-kira dapat kita bawa di hadapan-NYA? Apakah DIA berkenan melihat jalan hidup kita? Apakah TUHAN disenangkan dengan apa yang kita perbuat? Adakah kita mengisi hari-hari selama kita berkesempatan hidup di dunia ini dengan melayani dan mengasihi-NYA? Sudahkah kita lakukan yang terbaik untuk-NYA? Adakah segenap persembahan kita sudah berkenan kepada-NYA? 

 

Ajarku menghitung hari-hari

Bentuk dan sempurnakan hidupku

Ajar ku hidup dalam kesetiaan-MU

YESUS kunanti kedatangan-MU

 

Ary dan Ester Handoko

supaya setiap orang yang percaya kepada-NYA beroleh hidup yang kekal

Yohanes 3 : 15 

Saudara yang terkasih ;

Sekarang pengurusan surat-surat yang berhubungan dengan Pemerintah, semakin mudah. Segala macam sistem birokrasi yang berbelit dan menyita banyak waktu serta duit telah mulai dipangkas. Sebagai contoh, pengurusan paspor yang barusan kami lakukan, jauh lebih mudah daripada dahulu. Hanya membawa kelengkapan surat yang dibutuhkan, dicek, bila sudah lengkap bisa langsung foto, lalu membayar administrasi di segala bank, dan seminggu kemudian paspor sudah jadi. Harusnya memang begitu pelayanan Pemerintah kepada warga yang juga telah dengan tertib melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak. Birokrasi yang semakin mudah, menunjukkan Pemerintahan yang semakin lama semakin tertata dengan baik. 

Saudara, demikian juga saat kita mendaftarkan diri untuk menjadi anggota kerajaan Surga. Yang benar adalah, tidak ada birokrasi atau aturan yang mbulet dan sepertinya tidak masuk akal. Yang katanya kalau tidak melakukan hal ini dan itu tidak selamat. Jika kita yakin berada pada jalur yang benar, yakin dan beriman bahwa kita kenal dengan akrab Pemilik Kerajaan Surga, soal pergi kesana tentunya tidak sulit. Sama persis seperti yang Alkitab katakan bahwa: percaya saja kepada YESUS, dan kita akan beroleh hidup yang kekal. Semudah itukah? Ya, semudah itu. Sesimple itu. Dan sepasti itu. Hanya percaya kepada-NYA, tetap pegang teguh iman percaya kita akan YESUS, maka jaminan hidup kekal sudah kita miliki. Terpujilah Nama-NYA, selama-lamanya !

"Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan Anak-NYA yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-NYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" Yohanes 3 : 16     

 

YESUS KAU anug’rah terindah dalam hidupku,

KAU sungguh berarti di setiap jalanku,

Anug’rah-MU selalu mempesonaku,

YESUS KAU terbaik, YESUS KAU termanis di dalam hidupku….

 

Ary dan Ester Handoko

Dengan segenap kemampuanku aku telah mengadakan persediaan untuk rumah ALLAHku, yakni emas untuk barang-barang emas, perak untuk barang-barang perak, tembaga untuk barang-barang tembaga, besi untuk barang-barang besi, dan kayu untuk barang-barang kayu, batu permata syoham dan permata tatahan, batu hitam dan batu permata yang berwarna-warna, dan segala macam batu mahal-mahal dan sangat banyak pualam. Lagipula karena cintaku kepada rumah ALLAHku, maka sebagai tambahan pada segala yang telah kusediakan bagi rumah kudus, aku dengan ini memberikan kepada rumah ALLAHku dari emas dan perak kepunyaanku sendiri tiga ribu talenta emas dari emas Ofir dan tujuh ribu talenta perak murni untuk menyalut dinding ruangan, yakni emas untuk barang-barang meas dan perak untuk barang-barang perak dan untuk segala yang dikerjakan oleh tukang-tukang. Maka siapakah pada hari ini yang rela memberikan persembahan kepada TUHAN?

I Tawarikh 29 : 2 - 5 

Saudara yang terkasih ;

Kita semua dengar tentang berita yang mengagetkan akhir-akhir ini. Sebuah travel biro menggelapkan dana dari rakyat yang jumlahnya mencapai hampir berbilang trilyun. Sungguh hal yang mencengangkan sekaligus memprihatinkan, sebab bagaimana mungkin mereka seperti kehilangan hati nurani dan tidak mempedulikan kepentingan orang banyak, memakainya untuk kepentingan pribadi dan bermewah-mewah. Padahal itu bukan miliknya pribadi. Padahal itu adalah dana dari masyarakat untuk pergi beribadah. 

Hal ini sangat bertolak belakang dengan kisah yang diceritakan di dalam kitab I Tawarikh, tentang raja Daud dan persembahannya. Dengan kerinduan yang luar biasa akan rumah ALLAH, dia mengumpulkan dari mana saja begitu banyak persembahan untuk pembangunan Bait ALLAH. Dan itupun masih kurang menurutnya, sehingga ia juga mempersembahkan harta miliknya pribadi untuk ditambahkan ke bahan-bahan indah-indah yang sudah sedemikian banyak itu ! Dia juga mengajak seluruh bangsa Israel untuk ikut berbagi dalam proyek ini, sehingga bangsa inipun dengan sukacita mengumpulkan harta mereka untuk dipersembahkan kepada TUHAN. Di akhir perikop ini, tertulis demikian,” Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN, juga raja Daud sangat bersukacita.” (I Tawarikh 29 : 9). 

Saudara, kiranya apa yang dilakukan raja Daud pada waktu itu menjadi teladan bagi kita. Sepanjang hidupnya, ia menjadi berkat bagi sekeliling dengan apa yang ia miliki. Dia sadar bahwa semua yang ia miliki itu hanyalah titipan dari TUHAN yang Maha Kuasa. Dia tidak berhak menggunakannya semaunya sendiri saja. Jangankan milik orang lain, miliknya sendiri pun, ia pergunakan dengan amat bijaksana, yaitu dipersembahkannya kepada TUHAN. 

Sesungguhnya, semua harta yang kita miliki, bahkan termasuk nyawa kita,  adalah titipan dari Yang Kuasa…… 

 

Dengan apa kan kubalas segala kebaikan-MU

Segenap hidupku menyembah-MU YESUS

Ku bersyukur pada-MU

S’lamanya….

 

Ary dan Ester Handoko