Sebab lebih baik satu hari di pelataran-MU daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah ALLAHku daripada diam di kemah-kemah orang fasik

Mazmur 84 : 11

Saudara yang terkasih ;

Perlukah kita pergi ke gereja? Perlukah kita menyediakan waktu untuk datang beribadah ke gereja di setiap hari Minggu? Perlukah kita sediakan waktu untuk datang di kebaktian-kebaktian doa? Pasti semua dari kita menjawab : tentu saja perlu. Tapi terkadang beberapa orang masih suka mengabaikan jam-jam ibadah karena alasan-alasan yang lain, misalnya : kondangan, atau toko lagi ramai, atau anak sakit, atau lagi jalan-jalan… 

Pergi beribadah ke gereja adalah perintah TUHAN dan harus ditaati. Bahkan dalam kitab Ulangan tertulis “Tetapi tempat yang akan dipilih TUHAN, ALLAHmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-NYA untuk menegakkan Nama-NYA disana, tempat itulah harus kamu cari dan kesanalah harus kamu pergi” ( Ulangan 12:5 ). Jika kita benar yakin bahwa berkat TUHAN ada disaat kita datang beribadah di gereja, maka kita akan sangat berkepentingan untuk menghadiri gereja di jam-jam ibadahnya. Ada urapan dan berkat yang dicurahkan TUHAN bagi perhimpunan orang-orang yang berkumpul, bersehati di Bait-NYA yang kudus. 

Saudara, sebelum tahun 2017 berlalu, marilah kita menetapkan hati, untuk di tahun yang baru nanti kita lebih dekat lagi kepada TUHAN, lebih bersungguh-sungguh lagi mencari TUHAN dan lebih setia lagi melayani TUHAN. 

 

Berbahagialah orang-orang 

yang diam di rumah-MU, 

yang terus menerus 

memuji-muji ENGKAU

(Mazmur 84 : 5) 

 

Ary dan Ester Handoko

Aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-MU. Tetapi aku tetap di dekat-MU, ENGKAU memegang tangan kananku

Mazmur 73 : 22-23

Saudara yang terkasih ;

Satu pengalaman luar biasa pada saat KKR yang lalu, setelah semalam sebelumnya group praise and worship berlatih 6 lagu guna menyiapkan acara itu, pada hari H nya, semua lagu berubah tiba-tiba. Tidak ada satupun dari lagu yang sudah dipersiapkan semalam sebelumnya yang terpakai. Semuanya diganti oleh 3 lagu baru, yang rata-rata dari kami sebagai anggota group, baru kami dengar saat itu. Ada 1 lagu saja yang sudah pernah dinyanyikan di D’Movers, tapi 2 lainnya betul-betul baru. Mempersiapkan untuk menyanyikan 3 lagu baru dalam waktu kurang dari 15 menit sebelum tampil, sungguh bikin stress dan bingung. Baik WL, singer, maupun pemain musik, sama-sama maju dengan hati gamang. Tetapi itulah yang dituntut untuk kami persembahkan kepada TUHAN saat itu. Harus taat, harus berubah, harus bisa. 

Saudara, sering TUHAN membuat perubahan besar dalam alur hidup kita. Segala yang sudah settle atau tertata, segala yang nampaknya sudah biasa dilakukan selama ini, pekerjaan yang sudah bertahun-tahun kita kerjakan, tiba-tiba disuruh ubah dan diganti yang baru. Tentu sangat membingungkan. Tetapi, apakah kita bisa dengan TAAT menjalankannya? Apakah kita bisa cepat berubah, secepat TUHAN meminta kita untuk berubah? Jika DIA yang meminta, tentu DIA punya maksud indah dibalik semua perubahan itu. Jika kita percaya masa depan kita berada ditangan-NYA, masakan kita tidak mau PATUH untuk BERUBAH sesuai kehendak-NYA?

Banyak yang tidak kita mengerti disaat mengiring TUHAN, tetapi bisakah kita tetap taat? Banyak perubahan DIA minta untuk kita lakukan, bisakah kita menuruti perintah-NYA?

 

Ku perlu KAU TUHAN, menjamah hatiku,

Ku perlu KAU TUHAN, di hidupku,

Hanya ENGKAU TUHAN, mengerti hatiku,

Hanya ENGKAU TUHAN, yang ku perlu….

 

Ary dan Ester Handoko

Aku berseru kepada ALLAH, Yang Mahatinggi, kepada ALLAH yang menyelesaikannya bagiku

Mazmur 57 : 2

Saudara yang terkasih ;

Dalam sebuah kebaktian di suatu gereja besar di Jakarta, pengkotbah berfirman tentang masalah yang akhirnya justru menimbulkan peluang. Ia mengambil contoh tentang susahnya orang Jakarta yang membayar tol pakai kartu tol, apalagi dikala musim hujan. Jika kaca jendela dibuka, tangan diulurkan, musti terkena air hujan, kemudian air hujan masuk ke dalam mobil sehingga basah semua. Belum lagi jika memarkir kendaraannya ‘kelebihan’ atau ‘kurang maju’ dari lubang jendela pemeriksa kartu, tangan harus dijulurkan panjang2, repot pokoknya. Dari kesulitan itulah, muncul ide membuat alat sederhana, bernama TongTol, atau Tongkat Tol. Ketika cerita dia sampai ke bagian itu, tiba-tiba ada seorang berdiri dari kursinya dan berkata :”Saya penciptanya”. Wow, keren yaa. Suatu ide yang berawal dari kesulitan, dan seseorang bisa menciptakan satu alat baru yang (walaupun sederhana) belum pernah dibikin oleh orang lain sebelumnya.

Saudara, di antara banyak kesulitan, selalu ada jalan keluar. Apalagi bila kita bawa kesulitan itu kepada Sang Pemilik Hidup. Tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan. Tidak ada pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Tidak ada persoalan yang buntu di dalam TUHAN. Adanya masalah, justru menjadi Kesempatan buat TUHAN untuk berkarya. Sama seperti masalah kartu tol diatas. Justru di dalam kesulitan itu, timbul ide membuat alat yang briliyan. Begitu pula di dalam mengarungi lautan luas kehidupan ini. Di dalam TUHAN, setiap masalah pasti bisa dipecahkan. Pembacaan Alkitab tahunan gereja kita saat ini sedang masuk ke kitab Mazmur. Di dalam kesulitan dikejar-kejar musuh, Daud justru mengenal TUHAN dengan lebih baik lagi. Dan akhirnya ia menerima kemenangan demi kemenangan, sampai ia berhasil naik lagi menjadi raja atas Israel. 

 

Tinggikan Diri-MU mengatasi langit,

Kemuliaan-MU TUHAN, 

Mengatasi bumi

 

Ary dan Ester Handoko

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki ALLAH di dalam KRISTUS YESUS bagi kamu

I Tesalonika 5:18

Saudara yang terkasih ;

Dari jaman bahuela atau jaman kuda gigit besi, buat seorang pelajar, baik dia di tingkatan SD sampai SMA, bahkan kuliah, pasti tidak suka dengan yang namanya pelajaran matematika. Pelajaran berhitung, atau apapun namanya. Kata mereka itu adalah pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Perlu menghafalkan rumus, perlu ketelitian, perlu kecermatan serta langkah satu-persatu di dalam mengerjakannya. Salah rumus, salah cara menurunkan, salah hitung sedikit saja, jawaban bisa dipastikan pasti akan salah. Sudah dihitung panjang dan lebar, tapi ada kurang teliti disatu titik saja, salah semua. Itu sebabnya matematika membuat mayoritas pelajar tidak bisa bersukacita. Tidak bisa mengucap syukur. 

Tetapi di dalam TUHAN, kita malah disuruh belajar matematika. Untuk kita bisa mengucap syukur senantiasa. Sepanjang hari dalam hidup kita. Kita disuruh menghitung berkat kita satu persatu, lalu kita disuruh mengingat-ingat jumlahnya, serta tidak boleh melupakannya. Di dalam menghitung berkat yang satu persatu itu, kita bisa mengucap syukur. Di dalam pelajaran berhitung atau ‘hitung-hitungan’ ala matematikanya TUHAN, kita disadarkan bahwa berkat-NYA untuk kita tak terhingga banyaknya. Dan masih akan ditambahkan lagi. Tidak pernah habis, serta tidak akan pernah selesai. Sampai kapan pun. Asal kita tetap setia dan tetap beriman kepada-NYA. Luar biasa memang TUHAN kita. 

Ada sebuah lagu sangat jadul yang menggambarkan dengan pas soal hitung-menghitung berkat ini, kami tulis disini untuk mengingatkan kita semua agar janganlah melupakan berkat TUHAN yang sudah kita terima….

 

Jika hidupmu dilanda tofan d’ras

Engkau putus asa hatimu cemas

Berkatmu kau hitung satu-satunya

Nanti kau kan heran lihat jumlahnya

Hitung berkat satu-satunya

Jangan kau lupakan jumlahnya

Hitung berkat, satu-satunya

Nanti kau kan heran lihat jumlahnya

 

Ary dan Ester Handoko

Nyanyian ziarah Daud. Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun ! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab kesanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya

Mazmur 133 : 1-3

Saudara yang terkasih ;

Minggu lalu D’Movers Karang Asem berulang tahun. Di saat acara sedang berlangsung, diputarkanlah foto-foto kegiatan mereka selama beberapa tahun yang lampau. Ada banyak foto-foto lama dimana mereka masih imoet, masih chubby, potongan rambut masih agak-agak jadul, wajah masih ‘thole’ kata mereka. Lucu-lucu. Tetapi selain foto-foto yang ‘bring back best memories’ tentang mereka, juga terselip foto-foto baru kegiatan mereka sekarang. Terharu juga melihatnya. Apalagi karena video itu disertai lagu pujian dengan ketukan mellow. Beda dengan video lalu-lalu yang biasanya diisi dengan lagu pujian yang rancak. Tapi sebenarnya yang bikin terharu bukan lagunya. Namun karena melihat kesatuan mereka. Keguyuban dan keakraban mereka. Sedari muda mereka sudah menyerahkan hati dan segenap jiwa raga untuk mengikuti dan melayani TUHAN, sungguh indah. 

Memang, sebagai yang dipercaya untuk menggembalakan jemaat TUHAN, sungguh menyenangkan dan menyejukkan hati jika melihat semua jemaat bersatu. Dan sesungguhnya, To Be 1 Unity adalah goal TUHAN untuk semua murid-NYA. Juga goal untuk semua anak TUHAN di dunia. Oleh sebab itu, jagalah persatuan selalu. Menjadi pembawa damai buat sekeliling, bergandengan tangan dan terus melangkah maju, hidup rukun satu saat lain, itulah tujuan kita.

Senangkanlah hati TUHAN dengan hidup dalam persatuan dengan saudara seiman, terutama dengan saudara seiman dalam komunitas gereja…..  

 

Oh, betapa indahnya, 

dan betapa eloknya,

Bila saudara seiman, 

hidup dalam persatuan….

 

Ary dan Ester Handoko

Page 1 of 20