Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki ALLAH di dalam KRISTUS YESUS bagi kamu

I Tesalonika 5:18

29 Oktober 2017

Saudara yang terkasih ;

Dari jaman bahuela atau jaman kuda gigit besi, buat seorang pelajar, baik dia di tingkatan SD sampai SMA, bahkan kuliah, pasti tidak suka dengan yang namanya pelajaran matematika. Pelajaran berhitung, atau apapun namanya. Kata mereka itu adalah pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Perlu menghafalkan rumus, perlu ketelitian, perlu kecermatan serta langkah satu-persatu di dalam mengerjakannya. Salah rumus, salah cara menurunkan, salah hitung sedikit saja, jawaban bisa dipastikan pasti akan salah. Sudah dihitung panjang dan lebar, tapi ada kurang teliti disatu titik saja, salah semua. Itu sebabnya matematika membuat mayoritas pelajar tidak bisa bersukacita. Tidak bisa mengucap syukur. 

Tetapi di dalam TUHAN, kita malah disuruh belajar matematika. Untuk kita bisa mengucap syukur senantiasa. Sepanjang hari dalam hidup kita. Kita disuruh menghitung berkat kita satu persatu, lalu kita disuruh mengingat-ingat jumlahnya, serta tidak boleh melupakannya. Di dalam menghitung berkat yang satu persatu itu, kita bisa mengucap syukur. Di dalam pelajaran berhitung atau ‘hitung-hitungan’ ala matematikanya TUHAN, kita disadarkan bahwa berkat-NYA untuk kita tak terhingga banyaknya. Dan masih akan ditambahkan lagi. Tidak pernah habis, serta tidak akan pernah selesai. Sampai kapan pun. Asal kita tetap setia dan tetap beriman kepada-NYA. Luar biasa memang TUHAN kita. 

Ada sebuah lagu sangat jadul yang menggambarkan dengan pas soal hitung-menghitung berkat ini, kami tulis disini untuk mengingatkan kita semua agar janganlah melupakan berkat TUHAN yang sudah kita terima….

 

Jika hidupmu dilanda tofan d’ras

Engkau putus asa hatimu cemas

Berkatmu kau hitung satu-satunya

Nanti kau kan heran lihat jumlahnya

Hitung berkat satu-satunya

Jangan kau lupakan jumlahnya

Hitung berkat, satu-satunya

Nanti kau kan heran lihat jumlahnya

 

Ary dan Ester Handoko