Aku berseru kepada ALLAH, Yang Mahatinggi, kepada ALLAH yang menyelesaikannya bagiku

Mazmur 57 : 2

5 November 2017

Saudara yang terkasih ;

Dalam sebuah kebaktian di suatu gereja besar di Jakarta, pengkotbah berfirman tentang masalah yang akhirnya justru menimbulkan peluang. Ia mengambil contoh tentang susahnya orang Jakarta yang membayar tol pakai kartu tol, apalagi dikala musim hujan. Jika kaca jendela dibuka, tangan diulurkan, musti terkena air hujan, kemudian air hujan masuk ke dalam mobil sehingga basah semua. Belum lagi jika memarkir kendaraannya ‘kelebihan’ atau ‘kurang maju’ dari lubang jendela pemeriksa kartu, tangan harus dijulurkan panjang2, repot pokoknya. Dari kesulitan itulah, muncul ide membuat alat sederhana, bernama TongTol, atau Tongkat Tol. Ketika cerita dia sampai ke bagian itu, tiba-tiba ada seorang berdiri dari kursinya dan berkata :”Saya penciptanya”. Wow, keren yaa. Suatu ide yang berawal dari kesulitan, dan seseorang bisa menciptakan satu alat baru yang (walaupun sederhana) belum pernah dibikin oleh orang lain sebelumnya.

Saudara, di antara banyak kesulitan, selalu ada jalan keluar. Apalagi bila kita bawa kesulitan itu kepada Sang Pemilik Hidup. Tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan. Tidak ada pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Tidak ada persoalan yang buntu di dalam TUHAN. Adanya masalah, justru menjadi Kesempatan buat TUHAN untuk berkarya. Sama seperti masalah kartu tol diatas. Justru di dalam kesulitan itu, timbul ide membuat alat yang briliyan. Begitu pula di dalam mengarungi lautan luas kehidupan ini. Di dalam TUHAN, setiap masalah pasti bisa dipecahkan. Pembacaan Alkitab tahunan gereja kita saat ini sedang masuk ke kitab Mazmur. Di dalam kesulitan dikejar-kejar musuh, Daud justru mengenal TUHAN dengan lebih baik lagi. Dan akhirnya ia menerima kemenangan demi kemenangan, sampai ia berhasil naik lagi menjadi raja atas Israel. 

 

Tinggikan Diri-MU mengatasi langit,

Kemuliaan-MU TUHAN, 

Mengatasi bumi

 

Ary dan Ester Handoko