Jika kita mengaku dosa kita, maka IA adalah setia dan adil, sehingga IA akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan

I Yohanes 1 : 9

Saudara yang terkasih ;

Seringkali kami menjumpai orang yang tidak mau atau enggan untuk memeriksakan kesehatan ke posyandu usila yang ada di gereja. Bila ditanya mengapa, dengan senyum-senyum biasanya mereka akan berkata : “Ah saya sehat-sehat saja kok. Lagian nanti kalo dicek dan ketauan sakit apa malah kepikiran ….. “ Suatu ungkapan hati yang jujur, tetapi keliru. Justru dengan tahu sakitnya, maka kita bisa mulai berupaya untuk mengobatinya supaya tidak berkelanjutan menjadi semakin parah. 

Saudara, begitu pula banyak orang enggan datang ke gereja, karena katanya,”Saya masih banyak salah, masih penuh dengan dosa.” Padahal justru YESUS datang ke dunia ini untuk mencari orang berdosa, bukan mencari orang yang suci. DIA bersedia untuk mengampuni serta menanggung dosa kita di atas kayu salib, serta memulihkan kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah : datang kepada-NYA, mengakui segala dosa, sekaligus menyepakati cara-NYA mengatasi dosa kita. Di dalam YESUS, ALLAH menebus dosa kita sekali, untuk selama-lamanya. Setelah itu, dengan mengingat terus akan anugerah-NYA, kita diajarkan untuk hidup dalam kesalehan.

 

Ku datang TUHAN baharui hidupku

Dalam anugerah ku datang pada-MU

Ku tau TUHAN segnap kelemahan-MU

Kan dihapuskan oleh kuasa kasih-MU….

 

Ary dan Ester Handoko

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu

Matius 5 : 14 - 15 

Saudara yang terkasih ;

Satu kesempatan dalam minggu lalu kami pergi pelayanan ke Kediri. Ketika malam hari mengitari kota sambil mencari makan malam, kami melewati  sungai Brantas yang besar. Di situ terlihat ada 2 buah jembatan, yang pertama adalah jembatan lama, yang saat itu dipakai. Beberapa puluh meter di sampingnya ada sebuah jembatan lain yang baru setengah terbangun, dan tampaknya tidak dilanjutkan lagi. Kata tuan rumah, itu seharusnya adalah jembatan yang baru untuk menggantikan jembatan lama yang sebenarnya sudah tidak kuat lagi karena sudah tua (dan oleh karena itu hanya boleh dilewati di hari Sabtu dan Minggu saja). Jembatan baru itu tidak dilanjutkan karena dananya dikorupsi oleh pemerintah setempat. Dan nampaknya akan dibiarkan mangkrak. Karena kesulitan ini, maka hari-hari lain selain Sabtu dan Minggu penduduk Kediri harus memilih jalan memutar yang lebih jauh, karena kasus jembatan yang tak kunjung selesainya ini.

Saudara, sebagai warga negara Indonesia, kita punya banyak kesempatan untuk berdoa dan memajukan negara ini. Dalam pelbagai bidang. Jadilah warga negara yang baik, yang bisa menyumbang suatu manfaat guna kemajuan bangsa ini. Contoh kasus jembatan mangkrak di atas bukanlah suatu contoh yang baik. Karena mementingkan diri sendiri dan ingin memperkaya diri, segala cara pun digunakan, sampai korupsi pun juga dilakukan pejabat setempat. Akibatnya, rakyat satu kota itu dirugikan besar-besaran. 

Biarlah kita bisa menjadi pelita yang menyala dan menjadi berkat bagi sekeliling kita. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” Matius 5 : 16

 

Ary dan Ester Handoko

Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya

Roma 6 : 12

Saudara yang terkasih ;

Dalam kesempatan terakhir pergi ke sebuah Rumah Sakit untuk kontrol, kami melihat sebuah mesin penjual minuman botol. Kita tinggal memasukkan koin atau lembaran uang saja ke dalam tempat yang disediakan, kemudian memencet nomer jenis minuman yang kita kehendaki, dan dengan segera botol minuman itu akan turun menggelinding dan bisa kita ambil. Tetapi ada satu mesin yang sudah dari lama ada berdiri di suatu ruangan serta selalu ada tulisan tertempel di sampingnya yang berbunyi : Rusak. Mungkin karena jengkel setiap kali mau beli minuman mesin itu tidak berfungsi, seorang pengunjung menambahi kata-kata dibawah tulisan itu : Rusak kok terus. Saking lamanya mesin itu tak dapat digunakan, rupanya ada yang protes juga pada akhirnya. 

Saudara, melihat kondisi mesin yang tampaknya tidak apa-apa dan ‘baik-baik saja’, tetapi tidak bisa digunakan saat dibutuhkan, tentu menjengkelkan. Kita sebagai anak-anak Bapa tidak boleh berlaku yang sama. Kadang-kadang memang kedagingan kita membuat kita jatuh dalam dosa secara tak sengaja, tapi janganlah terus-menerus itu terjadi. Jangan itu menjadi kebiasaan. Apalagi menganggap remeh TUHAN yang mengawasi segala apa yang kita perbuat. Jangan berkubang dalam dosa, atau malah menikmati dosa. Nanti bila itu menjadi kebiasaan, secara tidak sadar kita akan melakukannya berulang-ulang dan menganggap semuanya itu ‘tidak apa-apa’. 

 

Selidiklah akan daku ya ALLAH, 

Ketahuilah akan hatiku,

Ujilah akan daku dan ketahuilah,

Akan segala kepikiranku….

 

Ary dan Ester Handoko

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari

II Korintus 4 : 16

"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu…" Roma 12 : 11 

Saudara yang terkasih ;

Bila kita pernah pergi ke Singapura dan mengunjungi tempat-tempat keramaian seperti mal-mal yang banyak bertebaran disana, atau masuk ke toilet umumnya, maka kita akan melihat bahwa banyak dipekerjakan orang-orang tua (dibaca : nenek-nenek dan kakek-kakek) yang menjadi pelayan di tempat itu. Pekerjaan mereka beraneka ragam. Ada yang mengelap meja-meja makan, atau menyapu lantai. Atau mengelap toilet dan kaca-kaca supaya tetap bersih dan mengkilap. Membersihkan tempat sampah, menjaga lift, dan sebagainya. Umur sudah uzur, tetapi gerak mereka masih semangat berjalan kesana kemari. Salut buat pemerintah setempat yang masih mau mempekerjakan mereka, sehingga mereka tidak menjadi pikun dan mereka bisa mempunyai uang saku buat keperluan mereka sendiri, tidak menjadi beban bagi anak cucu. 

Saudara, selain angkat topi buat pemerintah setempat, kami juga menaruh hormat kepada para lansia yang masih cekatan ini. walaupun badan sudah agak bungkuk, mungkin jalan juga tidak selincah yang muda-muda, semangat mereka dalam bekerja masih tinggi. Kami melihat mereka bahkan bekerja sampai jauh malam. Tidak banyak waktu untuk santai semasa jam kerja, mereka terus bergerak. Dan baru pada malam hari mereka berhenti untuk pulang. 

Bisakah kita juga segiat mereka dalam bekerja melayani TUHAN? Sampai masa tua, sampai uzur dan memutih rambut ini, sampai badan terbungkuk sekalipun, lutut tak lagi kuat menopang badan, tetapi hati dan jiwa masih membara untuk melayani Raja di atas segala Raja ? Sebenarnya tidak ada kata ‘retired’ atau pensiun di dalam Alkitab. Semua tokoh di Alkitab mengajarkan keteladanan untuk melayani sampai akhir. Melayani sampai sisa nafas yang penghabisan. Marilah kita periksa diri masing-masing, apakah yang sudah kita lakukan untuk TUHAN, semasa DIA masih beri kita kesempatan untuk hidup di dunia ini ? Sudahkah kita ambil bagian untuk pelebaran Kerajaan-NYA? Atau kita sibuk mengurusi keperluan kita sendiri dan tidak mempedulikan pekerjaan-NYA?

  

Oh, TUHAN, pakailah hidupku,

Selagi aku masih kuat, 

Bila saat nya nanti, ku tak berdaya lagi,

Hidup ini sudah jadi berkat……

 

Ary dan Ester Handoko

Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan

Keluaran 18 : 20 

Saudara yang terkasih ;

Ketika kenaikan kelas barusan, anak kami mendapat hadiah sebuah voucher makan gratis di suatu restoran, karena dia mendapat ranking di sekolah. Dan baru dalam minggu lalu kami berkesempatan untuk mengantarkan dia ‘menikmati’ hadiahnya itu. Tentu saja sambil membawa voucher yang didapatnya. Saat melangkah masuk ke dalam restoran itu, kami dihadang oleh resepsionisnya dan kami langsung menunjukkan voucher makan itu. Tiba-tiba mbak resepsionis menanyakan, apakah membawa juga kartu pelajar. Kami terkejut mendengar pertanyaan itu. Sebab kami pikir dengan membawa voucher saja tentu semuanya sudah OK. Apalagi yang memakai adalah anaknya sendiri, bukan orang lain. Si mbak bersikeras harus ada kartu pelajar, untuk adnminstrasi dan dilaporkan ke pusat, katanya. Padahal soal membawa kartu pelajar tidak ada pemberitahuan sebelumnya dan tak tercantum dalam voucher itu. Untungnya kami selalu membawa kartu pelajar si kecil ini dalam tas (bukan dibawa dia sendiri saat di sekolah), karena kami tau terkadang ada promo menggunakan kartu pelajar di beberapa restoran. Akhirnya kami diijinkan masuk dan makan malam bersama di tempat itu…   

Tidak adanya pemberitahuan yang lengkap, info yang hanya sepotong, atau bahkan tanpa info sama sekali, membuat sebuah rencana bisa jadi berantakan. Bayangkan seandainya kami tidak bawa kartu pelajar, pasti hari itu tidak jadi makan di tempat tersebut (padahal sudah direncanakan dari minggu-minggu sebelumnya).  

Puji TUHAN jikalau firman TUHAN yang kita terima dan tertulis dalam buku panduan kita : Alkitab, telah lengkap dan tidak berubah barang sedikitpun ! Tidak perlu (dan sangat tidak boleh) ada perubahan apa-apa, semuanya sudah komplit dalam satu buku, dan pasti membawa keselamatan dan berkat bila dilakukan. Semua langkah-langkah yang harus kita ikuti tertulis dengan amat gamblang dan jelas. Dipaparkan rinci serta detail. Tinggal kita menjalankan saja, sudah pasti akan benar. Itulah TUHAN kita, yang selalu mengajar dan memperhatikan kita dengan amat detail dan lengkap. Tinggal apakah kita bisa menepati semua peraturan-NYA atau tidak…. 

 

Orang percaya yang sejati akan menekuni Firman,

Dan beroleh kekuatan dari kebenaran-NYA…

 

Ary dan Ester Handoko