Aku berseru kepada ALLAH, Yang Mahatinggi, kepada ALLAH yang menyelesaikannya bagiku

Mazmur 57 : 2

Saudara yang terkasih ;

Dalam sebuah kebaktian di suatu gereja besar di Jakarta, pengkotbah berfirman tentang masalah yang akhirnya justru menimbulkan peluang. Ia mengambil contoh tentang susahnya orang Jakarta yang membayar tol pakai kartu tol, apalagi dikala musim hujan. Jika kaca jendela dibuka, tangan diulurkan, musti terkena air hujan, kemudian air hujan masuk ke dalam mobil sehingga basah semua. Belum lagi jika memarkir kendaraannya ‘kelebihan’ atau ‘kurang maju’ dari lubang jendela pemeriksa kartu, tangan harus dijulurkan panjang2, repot pokoknya. Dari kesulitan itulah, muncul ide membuat alat sederhana, bernama TongTol, atau Tongkat Tol. Ketika cerita dia sampai ke bagian itu, tiba-tiba ada seorang berdiri dari kursinya dan berkata :”Saya penciptanya”. Wow, keren yaa. Suatu ide yang berawal dari kesulitan, dan seseorang bisa menciptakan satu alat baru yang (walaupun sederhana) belum pernah dibikin oleh orang lain sebelumnya.

Saudara, di antara banyak kesulitan, selalu ada jalan keluar. Apalagi bila kita bawa kesulitan itu kepada Sang Pemilik Hidup. Tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan. Tidak ada pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Tidak ada persoalan yang buntu di dalam TUHAN. Adanya masalah, justru menjadi Kesempatan buat TUHAN untuk berkarya. Sama seperti masalah kartu tol diatas. Justru di dalam kesulitan itu, timbul ide membuat alat yang briliyan. Begitu pula di dalam mengarungi lautan luas kehidupan ini. Di dalam TUHAN, setiap masalah pasti bisa dipecahkan. Pembacaan Alkitab tahunan gereja kita saat ini sedang masuk ke kitab Mazmur. Di dalam kesulitan dikejar-kejar musuh, Daud justru mengenal TUHAN dengan lebih baik lagi. Dan akhirnya ia menerima kemenangan demi kemenangan, sampai ia berhasil naik lagi menjadi raja atas Israel. 

 

Tinggikan Diri-MU mengatasi langit,

Kemuliaan-MU TUHAN, 

Mengatasi bumi

 

Ary dan Ester Handoko

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki ALLAH di dalam KRISTUS YESUS bagi kamu

I Tesalonika 5:18

Saudara yang terkasih ;

Dari jaman bahuela atau jaman kuda gigit besi, buat seorang pelajar, baik dia di tingkatan SD sampai SMA, bahkan kuliah, pasti tidak suka dengan yang namanya pelajaran matematika. Pelajaran berhitung, atau apapun namanya. Kata mereka itu adalah pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Perlu menghafalkan rumus, perlu ketelitian, perlu kecermatan serta langkah satu-persatu di dalam mengerjakannya. Salah rumus, salah cara menurunkan, salah hitung sedikit saja, jawaban bisa dipastikan pasti akan salah. Sudah dihitung panjang dan lebar, tapi ada kurang teliti disatu titik saja, salah semua. Itu sebabnya matematika membuat mayoritas pelajar tidak bisa bersukacita. Tidak bisa mengucap syukur. 

Tetapi di dalam TUHAN, kita malah disuruh belajar matematika. Untuk kita bisa mengucap syukur senantiasa. Sepanjang hari dalam hidup kita. Kita disuruh menghitung berkat kita satu persatu, lalu kita disuruh mengingat-ingat jumlahnya, serta tidak boleh melupakannya. Di dalam menghitung berkat yang satu persatu itu, kita bisa mengucap syukur. Di dalam pelajaran berhitung atau ‘hitung-hitungan’ ala matematikanya TUHAN, kita disadarkan bahwa berkat-NYA untuk kita tak terhingga banyaknya. Dan masih akan ditambahkan lagi. Tidak pernah habis, serta tidak akan pernah selesai. Sampai kapan pun. Asal kita tetap setia dan tetap beriman kepada-NYA. Luar biasa memang TUHAN kita. 

Ada sebuah lagu sangat jadul yang menggambarkan dengan pas soal hitung-menghitung berkat ini, kami tulis disini untuk mengingatkan kita semua agar janganlah melupakan berkat TUHAN yang sudah kita terima….

 

Jika hidupmu dilanda tofan d’ras

Engkau putus asa hatimu cemas

Berkatmu kau hitung satu-satunya

Nanti kau kan heran lihat jumlahnya

Hitung berkat satu-satunya

Jangan kau lupakan jumlahnya

Hitung berkat, satu-satunya

Nanti kau kan heran lihat jumlahnya

 

Ary dan Ester Handoko

Nyanyian ziarah Daud. Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun ! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab kesanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya

Mazmur 133 : 1-3

Saudara yang terkasih ;

Minggu lalu D’Movers Karang Asem berulang tahun. Di saat acara sedang berlangsung, diputarkanlah foto-foto kegiatan mereka selama beberapa tahun yang lampau. Ada banyak foto-foto lama dimana mereka masih imoet, masih chubby, potongan rambut masih agak-agak jadul, wajah masih ‘thole’ kata mereka. Lucu-lucu. Tetapi selain foto-foto yang ‘bring back best memories’ tentang mereka, juga terselip foto-foto baru kegiatan mereka sekarang. Terharu juga melihatnya. Apalagi karena video itu disertai lagu pujian dengan ketukan mellow. Beda dengan video lalu-lalu yang biasanya diisi dengan lagu pujian yang rancak. Tapi sebenarnya yang bikin terharu bukan lagunya. Namun karena melihat kesatuan mereka. Keguyuban dan keakraban mereka. Sedari muda mereka sudah menyerahkan hati dan segenap jiwa raga untuk mengikuti dan melayani TUHAN, sungguh indah. 

Memang, sebagai yang dipercaya untuk menggembalakan jemaat TUHAN, sungguh menyenangkan dan menyejukkan hati jika melihat semua jemaat bersatu. Dan sesungguhnya, To Be 1 Unity adalah goal TUHAN untuk semua murid-NYA. Juga goal untuk semua anak TUHAN di dunia. Oleh sebab itu, jagalah persatuan selalu. Menjadi pembawa damai buat sekeliling, bergandengan tangan dan terus melangkah maju, hidup rukun satu saat lain, itulah tujuan kita.

Senangkanlah hati TUHAN dengan hidup dalam persatuan dengan saudara seiman, terutama dengan saudara seiman dalam komunitas gereja…..  

 

Oh, betapa indahnya, 

dan betapa eloknya,

Bila saudara seiman, 

hidup dalam persatuan….

 

Ary dan Ester Handoko

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan

Lukas 11 : 10

Saudara yang terkasih ;

Beberapa hari yang lalu air PAM di rumah kami mengecil volumenya. Berusaha cara sudah kami lakukan untuk membuatnya mengalir lancar kembali. Dari memasang pompa di beberapa tempat, karena kebetulan ada beberapa pompa yang ditinggal oleh pemilik rumah lama, tetapi semuanya itu tidak berhasil. Malah makin hari debit air makin sedikit saja. Lebih sulit lagi untuk kami yang kamarnya terletak di lantai 2, jika aliran air tidak lancar, maka pompa tidak bisa mendorong air naik ke kamar mandi di lantai 2. Begitu berlangsung beberapa hari, dan kami belum menelepon PDAM karena kami pikir memang pasokan air lagi sedikit, sehubungan dengan kemarau yang panjang. Sampai kami dengar, tetangga mengalami hal yang sama dan menelepon PDAM, petugasnya datang dan mengganti suatu alat di pipanya, dan airnya segera mengalir lancar. Dan memang benar, setelah kami menelepon, datanglah 3 petugas PDAM. Mereka mengganti sebuah alat di pipa utama, dan segera setelah itu air mengalir dengan derasnya. 

Saudara, kisah di atas sebagai gambaran gamblang untuk kita semua. Jika ada sesuatu tampak tak beres dalam hidup kita, jangan kita berusaha sendiri untuk memperbaikinya. Tidak akan ada hasil signifikan yang nampak. Bahkan akan membuat capek diri sendiri saja. Segeralah datang kepada Sang Pemilik Hidup. Panggil Nama-NYA, dan curhatlah kepada-NYA tentang masalah anda. Hampirilah DIA dalam doa di dalam kamar yang tertutup, rasakan bahwa IA mendengarkan doamu serta menjawab segala pertanyaan dan masalah yang saudara sedang hadapi. Tidak ada pintu tertutup buat orang yang datang kepada YESUS. Tidak ada pertanyaan yang tak terjawabkan di dalam DIA. Tidak ada masalah yang tak ada jalan keluar bagi-NYA. Sudahkah saudara mencoba cara ini?  Bila belum, lakukan segera, dan terimalah kelegaan karena DIA menjawab doa-doa yang saudara naikkan !

 

KAU TUHAN adalah BAPAku

S’lalu memperhatikanku

Tak ada alasan ku ragu-ragu

Tuk serahkan hatiku kepada-MU

 

Ary dan Ester Handoko

Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan Anak-NYA yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-NYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

Yohanes 3 : 16

Saudara yang terkasih ;

Satu ketika kami membeli sebuah produk tonik rambut. Kami berusaha mencari cara pemakaiannya dan menemukannya tertera pada dos luarnya. Dalam bahasa Inggris. Pelan-pelan kami baca, sambil berusaha menterjemahkannya. Setelah selesai dan merasa setidaknya telah mengerti isinya sekitar 75% (yang 25% pakai sistim kira-kira), sebelum dos itu kami letakkan kembali, diputarlah dos itu untuk melihat yang sisi yang dibelakangnya. Dan setelah dos berputar 180 derajat, ternyata disebaliknya ada panduan dalam bahasa Indonesia. Komplit. Persis seperti yang berbahasa Inggris dibelakangnya !

Saudara, kisah diatas sepertinya menggelikan. Geli melihat kebodohan diri sendiri. Kenapa musti bersusah-susah menterjemahkan bahasa asing, sementara yang berbahasa ibu sendiri sudah tersedia? Mirip dengan cerita kebodohan kami ini, maka sebenarnya banyak juga orang Kristen yang berbuat hal yang sama. Mereka mengesampingkan firman ALLAH yang sudah rapi dan gamblang tertulis dalam Alkitab, dan berusaha menyunting Alkitab mereka sendiri. Yang sudah mereka edit dan katanya lebih ‘asli’ karena menggunakan beberapa sebutan yang asing ditelinga, namun katanya itu lebih alkitabiah. Mereka menolak keberadaan Alkitab yang sudah ada, dan menggantinya dengan Alkitab bikinan mereka ini. 

Saudara, ayat diatas seperti mengingatkan kita tentang satu hal, ALLAH sudah bersusah payah mengirim Anak-NYA yang Tunggal ke dalam dunia untuk menebus kita. Artinya, YESUS menjelma menjadi Manusia, sama seperti kita, supaya kita mengerti siapakah ALLAH itu. YESUS bahkan berbicara sama seperti kita, supaya kita tidak perlu bersusah-susah berbicara dalam bahasa asing yang kita sendiri tak tahu artinya. Perayaan Natal yang tinggal 2 bulan lagi merupakan tonggak peringatan buat kita, bahwa DIA PUNYA CARA LUAR BIASA untuk menghampiri kita. Menyelamatkan kita. Bukan kita yang harus berbicara dalam bahasa sama seperti DIA, tetapi DIA yang berbicara kepada kita dalam bahasa ibu kita. Yang sangat kita mengerti dan pahami.

 

Jalan-MU adil dan benar, rencana-MU sungguh sempurna,

Gunung Batuku yang tak akan goyah,

KAU memegang hari esokku, dan menuntun setiap langkahku,

Bersama-MU ku tak akan goyah…

 

Ary dan Ester Handoko