Jadi siapa yang ada di dalam KRISTUS, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang

II Korintus 5 : 17

Saudara yang terkasih ;

Di setiap kamar anak-anak di rumah, di atas tempat tidur mereka, selalu tersedia selimut tebal, atau bed cover. Sebab sudah terbiasa sejak kecil, mereka selalu tidur dengan menggunakan selimut. Yang menjadi masalah adalah, selang beberapa waktu karena sudah kotor, selimut itu perlu diganti. Yang lama dicuci dan yang baru diambil dari lemari. Sering kali terjadi perdebatan ‘cukup sengit’ ketika akan menarik selimut lama masuk ke dalam keranjang baju kotor. Mereka mempertahankan selimut itu, karena sudah merasa sangat nyaman dengannya. Mereka tidak mau selimutnya diganti, walaupun yang baru lebih wangi dan bersih. Pada akhirnya, harus ditunggu saat yang tepat untuk menurunkan selimut lama, yaitu di saat mereka pergi…

Saudara, masalah selimut di atas terdengar akrab di telinga kita ya, namun dalam versi yang berbeda. Itulah yang disebut dengan ‘comfort zone’, atau zona nyaman, yaitu situasi dimana rasanya kita sudah merasa enak, nyaman, tidak mau digoyah atau diubah barang sedikitpun. “Sudahlah, begini saja saya sudah cukup puas kok..” begitu biasanya yang dikatakan orang. Padahal, kalau saja kita mau melangkah terus maju, ada sesuatu yang jauh lebih indah sudah disediakan TUHAN di depan. Yang harus kita lakukan hanyalah : meninggalkan yang lama dan bergerak maju untuk menggapai yang baru. Kenapa takut untuk berganti profesi, kenapa takut untuk pindah rumah, mengapa pula takut untuk mencoba bekerja sendiri, mencoba lahan bisnis yang baru, apalagi takut untuk mendekati seorang gadis ( yang terakhir khusus untuk para jomblo ). Lakukanlah bagian kita, yaitu : berani mencoba untuk suatu hal baru, yang sudah TUHAN perintahkan. Urusan soal berkat dan yang lain-lain, pasti akan diberikan oleh-NYA. Relakanlah ‘selimut lama’, sebab DIA sudah sediakan ‘selimut yang baru’ untuk kita. 

 

Just believe, and we will receive…

Percaya saja, dan kita akan menerimanya….

 

Ary dan Ester Handoko

Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu

I Petrus 5 : 4

Saudara yang terkasih ;

Belum lama ini kami bertemu dengan seorang hamba TUHAN di sebuah acara rapat GBT se Indonesia. Kami memuji kerajinannya mengurus acara tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar dan semua anggota rapat terpenuhi kebutuhannya. Dia berjalan kesana kemari, selama 3 hari, sebagai seksi sibuk. Tidak pernah kelihatan berhenti dan senantiasa hadir lebih awal di hari-hari tersebut. Dan dia menjawab pujian itu dengan berkata, ”Aku hanya cari mahkota saja.” Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata mahkota ditulis sebagai makota. Tapi kita terbiasa dengan menuliskan sebagai mahkota, dengan huruf h. terserah saja saudara biasa menyebutnya dengan kata apa. Yang penting artinya sama. 

Saudara, apa yang disebutkan hamba TUHAN tersebut menyadarkan kita, apa sih tujuan kita berlelah-lelah melayani TUHAN. Mengapa berbakti saja tidak cukup? Mengapa kepadanya harus ditambahkan kerajinan kita di dalam pelayanan di gereja lokal, dimana kita beribadah? Karena kita bukan hanya ingin sekedar diselamatkan, tetapi kita mencari yang lebih dari itu, yaitu mahkota. Ada reward atau hadiah khusus buat para pelayan TUHAN yang rajin melayani di bidang masing-masing sesuai talentanya. Dan itulah yang benar-benar akan kita dapatkan kelak.

Rajinlah melayani TUHAN, seperti yang dikotbahkan di gereja akhir-akhir ini. TUHAN mencari orang-orang yang rajin. Yang taat. Yang setia sampai akhir. Bukan cuma rajin datang ke gereja, tapi rajin juga menyukakan TUHAN dengan pelayanan kita. 

 

Jangan lelah, bekerja di ladangnya TUHAN,

ROH KUDUS yang bri kekuatan,

Yang mengajar dan menopang..

Tiada lelah, bekerja bersama-MU TUHAN,

Yang selalu mencukupkan

Akan segalanya…

 

Ary dan Ester Handoko

Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini :'Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka ALLAH akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka ALLAH akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di kitab ini'

Wahyu 22 : 18-19

Saudara yang terkasih ;

Seusai acara Paskah D Movers, kami menemani pembicara tamu yang diundang hadir menunggu jemputan di pekarangan depan gereja. Sempat kami berbincang-bincang dengan beliau, dan tibalah pada pokok pembahasan soal nama lain dari ALLAH dan YESUS. Dengan senyum, beliau berkata,”Saya pernah katakan kepada orang yang mengajak saya berdebat soal hal itu demikian,’Marilah kita sama-sama mendoakan orang sakit, saya dengan nama YESUS, dan saudara dengan nama lain seperti yang saudara ketahui. Mari kita lihat, mana yang lebih berkuasa untuk menyembuhkan orang sakit tersebut.’ “ Sejujurnya, sudah 2 orang hamba TUHAN yang berkata demikian kepada kami, dan keduanya bukan hamba TUHAN biasa, tetapi mereka adalah hamba-hamba yang diurapi sangat luar biasa dalam pelayanan masing-masing. 

Saudara, jangan menambah atau mengurangi atau mengganti apa yang sudah tertulis di dalam Alkitab kita. Demikian sudah tertulis di dalam firman TUHAN, mengapa kita mau menambah hal baru dan mengurangi ( menghapus / mengganti ) perkataan firman ALLAH yang sudah dari sejak lama tertulis ? Tidakkah itu melanggar perintah ALLAH? Tidakkah saudara gentar akan hal ini? 

Ada pepatah dalam pelajaran bahasa Indonesia yang berbunyi : Bagaikan pungguk merindukan bulan, punai di tangan dilepaskan. Yang artinya : mengharapkan sesuatu yang belum tentu, tetapi apa yang sudah didapat ditinggalkan. Mengapa memegang / mempercayai suatu ajaran baru, yang belum terbukti kebenarannya, dan melepaskan ajaran lama yang Alkitabiah? Mengapa melepaskan Nama Yang Ajaib itu, dan menggantikannya dengan nama lain, yang asing untuk diucapkan ?

 

Itu nama yang indah, nama YESUS,

Itu nama yang indah, dari Surga mulia, 

Bimbang takut diusirnya, hati susah dihibur-NYA,

Nama YESUS yang indah, yang ku cinta….

 

Ary dan Ester Handoko

"Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya"

Yohanes 15 : 13

Saudara yang terkasih ;

Sebuah acara di tivi Korea yang berjudul “Hello Counsellor” mengisahkan akan seorang nenek yang begitu cinta pada cucunya, sehingga ia berbuat ekstrim demi melihat cucunya bahagia. Jika makan ayam, biar cucunya makan dagingnya, dia hanya mau makan tulangnya. Bila cucunya membuang celana bekasnya, oleh si nenek celana bekas ini diambilnya dan dipakainya. Bila cucunya memberi dia uang, si nenek sama sekali tidak mau menggunakannya, karena kasian kepada cucunya yang uangnya berkurang gara-gara dia. Sedemikian parah ‘cinta’ si nenek yang berlebihan, sampai cucunya tidak tahan lagi, dan mendaftarkan diri kepada acara TV ini, untuk bertanya kepada counsellor atau penasihat, bagaimana caranya mengatasi masalah ini. 

Saudara, tidak bisa disangkali, kasih sang nenek dalam kisah di atas, sungguh luar biasa. Si nenek rela ‘tidak punya apa-apa’ demi melihat cucunya 'punya segalanya.' Dia sudah berbahagia, bila melihat cucunya berbahagia. Dan memang begitulah kata dunia. True love, itu adalah bila : Kebahagiaan orang lain menjadi kebahagiaan kita. Tetapi YESUS berkata, "Cinta-KU kepadamu, jauh lebih besar dari cinta nenek itu." Dan itu memang benar serta sudah terbukti ! Perayaan Jumat Agung dan Paskah yang kita adakan minggu ini, menceritakan tentang betapa besarnya KASIH YESUS kepada kita. Tema Getsemani sengaja diangkat untuk Paskah kali ini, karena di Getsemani lah, YESUS buktikan bahwa IA merelakan Tubuh-NYA diserahkan, dan kemudian dihancurkan, untuk menebus dosa kita.  Nenek itu mungkin telah berkorban banyak buat cucunya, tetapi pengorbanan YESUS di kayu salib, tak tertandingi oleh siapapun ! 

 

The celebration of HOLY LOVE…

The day or resurrection…

The day that brings us new hope…

Have a great and wonderful Easter !

 

Ary dan Ester Handoko

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak….. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu !

II Timotius 3 : 1 - 5

Saudara yang terkasih ;

Semakin dekat UNAS, maka seorang murid biasanya akan dibombardir dengan banyak sekali test serta ujian try out. Begitu banyaknya, sampai ada seorang anak DMover’s yang bercerita bahwa saat dia mau lulus SD, ujian try out yang dia lewati tak terhitung lagi. Kurang lebih 25 kali ikut try out, katanya. Baik yang diadakan di sekolah, yayasan, maupun sampai tingkat kecamatan. Belum lagi sederet ujian praktek dan UAS sekolah itu sendiri. Semuanya harus dilewati seorang murid, saat mendekati kelulusan. Itu pula yang saat ini sedang dijalani anak kami yang terakhir, sebab sebentar lagi akan lulus SD. Tidak mudah, dan terkadang kasihan juga melihat aktifitasnya yang menguras tenaga, tetapi memang semua itu harus dijalani demi melewati jenjang SD dan masuk ke SMP.

Saudara, menjelang jaman akhir, test dan ujian yang TUHAN berikan juga semakin banyak, semakin sering, dan semakin intens. Baik itu ujian kecil-kecil yang sehari-hari kita hadapi, maupun ujian besar yang kadang-kadang menghadang kita. TUHAN makin galak, reward dan punishment untuk menilai, semakin diperketat. Makanya jangan heran bila segala sesuatu seperti kait mengait, karena memang demikianlah kenyataannya. Semakin kita mendapat nilai baik di mata TUHAN, semakin cepat kita mendapat ‘hadiah’ atau reward. Tetapi semakin kita banyak bandel, tidak taat, tidak nurut, membangkang serta berbuat dosa, semakin sering pula kita mendapat pukulan TUHAN. 

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Buanglah mulut serong daripadamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik daripadamu. Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatatpan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan" Amsal 4 : 23 – 27

 

Ary dan Ester Handoko