Saudara yang terkasih ;
Ketika seorang rektor universitas sedang memberikan kata sambutan di sebuah acara wisuda, dia selalu mengawali kata-katanya dengan memberi penekanan kepada satu pertanyaan besar kepada para wisudawan hari itu. Pertanyaan besar itu berbunyi :”What next?” yang artinya : Setelah ini, apa yang akan kau lakukan? Lulus kuliah adalah satu sukacita besar, tetapi segera setelah itu, akan muncul tantangan baru : apa yang akan kau lakukan?
Saudara, betapa banyaknya mujizat dan pertolongan yang TUHAN beri di sepanjang hidup kita. Contoh yang paling akhir di Gereja kita adalah : banyak kesembuhan, kelepasan dari TUHAN, dan jawaban atau segala masalah, terjadi saat KKR yang baru lalu. Namun pertanyaannya adalah : setelah menerima semua itu, apa yang akan kita lakukan? Merasa lega dan sukacita, lalu menjalani hari-hari kita dengan biasa saja seperti hari-hari yang lalu, atau duduk, berdoa, mengucap syukur sebanyak-banyaknya dan berjanji memberikan yang terbaik untuk TUHAN? Menerima kesembuhan dan segera melupakannya, atau menaikkan ucapan syukur setinggi-tingginya kepada TUHAN? Belum lagi, apakah yang sudah kita berikan kepada hamba TUHAN yang menjadi saluran berkat untuk kita sebagai ucapan terima kasih kepadanya atas doa-doa yang ia panjatkan ?
TUHAN sudah banyak mengingatkan kita untuk menjadi murid KRISTUS yang pandai mengucap syukur. YESUS sendiri menanyakan kepada seorang kusta yang telah sembuh, kemanakah 9 orang temannya yang lain, yang juga telah sembuh itu? Mengapa hanya ada 1 orang yang kembali dan tersungkur di depan kaki YESUS?
Jadilah anak-anak TUHAN yang tahu berterima kasih, tahu mengucap syukur dan memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada TUHAN yang telah menolong kita semua…
Ary dan Ester Handoko

