Saudara yang terkasih ;
Minggu lalu, hampir semua mata masyarakat Indonesia (dan bahkan mata dunia) tertuju kepada satu peristiwa yang luar biasa yang terjadi di negeri kita, yaitu jatuhnya vonis hukuman 2 tahun kepada gubernur Jakarta, pak Ahok. Kita semua sepakat, bahwa apa yang dia alami sungguh tidak adil. Seolah-olah kebaikan yang sudah dia tanam selama 4 tahun setengah, sama sekali tidak diperhitungkan dan dikalahkan hanya dengan ucapan dia yang kebablasan tentang agama lain. Sejuta kali pun dia meminta maaf, sepertinya tidak dianggap berharga oleh hakim dan para jajarannya. Namun indahnya, walaupun dia tidak berusaha membela diri dengan berteriak-teriak tanda tidak terima atas keputusan hakim, begitu banyak manusia yang membelanya sampai mengadakan bermacam aksi akbar. Dari mulai mengirimkan bunga dan balon sampai berjumlah ribuan di balai kota, pagelaran lagu-lagu kebangsaan oleh orchestra terkenal, sampai menggelar aksi lilin yang menyala di pelbagai kota bahkan sampai di seluruh dunia.
Apa yang mendasari sampai mereka dengan gigih berkorban waktu, harta dan tenaga untuk hanya membela nama baik seseorang ? Sebabnya karena 1 hal saja : mereka ingat akan budi baik yang pak Ahok lakukan semasa menjabat sebagai pemimpin mereka. Mereka belum lupa saat gubernur mereka memperjuangkan hak-hak mereka sebagai warga DKI Jakarta, apa yang sudah dia perbuat selama 4 tahun lebih. Mereka tahu, pejabat yang satu ini berbeda dengan pejabat-pejabat sebelumnya yang tidak berbuat banyak, malah membiarkan korupsi meraja lela dimana-mana. Pada akhirnya, perbuatan baik Ahok lah yang membuat ia dicintai begitu banyak massa.
Saudara, kita pun perlu melakukan hal yang sama. Alkitab perintahkan untuk kita berbuat baik selalu. Kepada siapapun. Supaya nama TUHAN dipermuliakan. Karena TUHAN sudah dekat ! Di dalam perbuatan baik kita, kita menyandang Nama TUHAN, karena kita adalah pengikut-NYA ! Dan pada akhirnya, bila kita sudah kembali kepada-NYA, hanya perbuatan baik kita lah yang akan dikenang oleh orang disekitar kita. Bukan kekayaan kita, bukan prestasi kita, bukan pula kepandaian kita.
Teruslah berbuat baik kepada semua orang,
selagi ada kesempatan
Ary dan Ester Handoko

