Saudara yang terkasih ;
Ada sebuah artikel singkat tentang perkataan yang disampaikan oleh seorang terkenal dan pendiri Alibaba yang bernama Jack Ma, yang berjudul : ‘Orang bermental miskin, adalah orang yang paling susah dilayani.’ Memang sebenarnya isi artikel itu adalah untuk diterapkan di dunia bisnis, tetapi ternyata cocok juga untuk diaplikasikan di bidang pelayanan rohani, seperti bergereja. Seperti apakah yang disebutnya dengan ‘bermental miskin’ itu ? Rupanya yang dimaksud oleh dia adalah seperti ini :
Diberi suatu peluang dengan gratis, mereka pikir itu jebakan.
Di dunia kristiani : diberi keselamatan gratis, katanya itu bohong besar belaka..
Diajak investasi kecil, mereka bilang hasilnya ngga banyak
Diajak pelayanan kecil, katanya percuma saja, tidak keliatan..
Diajak investasi besar, ga ada duit katanya.
Diajak pelayanan agak ‘gede’ katanya ngga bisa…
Diajak melakukan hal-hal baru, merasa ngga ada pengalaman
Diajak mencoba belajar pelayanan cara baru, merasa ngga mampu..
Diajak jalanin bisnis tradisional, katanya berat persaingannya
Diajak melayani sederhana, katanya sudah banyak kok yang melakukan hal itu..
Diajak menjalankan model bisnis baru, katanya MLM
Diajak belajar sesuatu yang baru misalnya lagu baru, atau metode mengajar yang baru, katanya kok tiru-tiru gereja asing saja…
Diajak buka toko, ngeluh ngga bebas
Diajak repot lebih banyak di gereja, ngeluh ngga bebas jalan-jalan
Diajak bisnis apa saja, bilang ngga punya keahlian
Sudahlah, begini saja kenapa…
Mereka punya kesamaan : nanya google, dengerin teman-teman yang sama-sama hopeless
Curhat-curhat an dengan orang-orang yang juga sama-sama diam di tempat…
Mereka berpikir lebih banyak daripada professor, tapi bertindak lebih sedikit daripada orang buta
Maunya dilayani saja, tapi tidak mau ikut melayani juga
Kata Jack Ma, orang bermental miskin gagal dalam hidup karena satu kesamaan sikap : Sepanjang hidup mereka hanya menunggu…..
Janganlah kita punya mental seperti itu, juga di dalam bergereja. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan, semaksimal mungkin. Sama seperti yang telah dilakukan oleh rasul Paulus. Dia begitu berjerih lelah untuk melayani KRISTUS. Dan di dalam berjerih lelah melayani TUHAN itulah, DIA akan membuat perbedaan dalam hidup kita, dibanding dengan hidup orang dunia. DIA pasti akan memberkati apa yang telah kita lakukan untuk-NYA, karena TUHAN tidak pernah berhutang.
Takkan pernah ku bawa, selain yang terbaik,
Yang harum dan sejati, di hadapan tahta-MU,
YESUS ku terimalah korban syukurku ini,
Yang mengalir di hatiku,
Sbagai penyembahanku…
Ary dan Ester Handoko

