Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya :"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN !" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh ALLAH berbuat yang kurang patut

Ayub 1 : 20-22

19 Maret 2017

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Saudara yang terkasih ;

Pembacaan Alkitab tahunan gereja kita, hari-hari ini memasuki pembacaan kitab Ayub. Sebuah kitab yang luar biasa, ceritanya begitu indah, bahkan anak kami yang terkecil terpesona melihat keindahan cerita Ayub ini. Dia mengatakan kekagumannya dengan perkataan” Ayub hebat yaa… dia tetap tegar. Kalau orang lain pasti sudah jadi gila, atau bahkan bunuh diri saking setressnya. Lhaa, dia ini kok ya masih bisa bilang : puji TUHAN!.... Ckckckkck….” Dan cetusan kalimat kekagumannya ini, sebenarnya juga adalah kekaguman kita semua. Siapa yang tidak tercengang melihat iman Ayub? 4 anak buahnya datang silih berganti, nyaris tanpa jeda, memberitahukan kabar-kabar celaka..tetapi dia tidak menjadi gila. Dia tidak kehilangan kesadaran atau pingsan. Dia juga tidak teriak-teriak histeris. Yang ia lakukan cuma : berdiri, mengoyak jubah, mencukur rambut, dan sujud menyembah ALLAH, seraya berkata : “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah Nama TUHAN !” 

Saudara, penderitaan Ayub belum berhenti disitu saja. Setelah itu dia ditimpa barah yang menyakitkan dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Mungkin barah itu selain perih, bernanah, juga gatal tak terperikan. Makanya sampai ia mengambil potongan beling dan menggaruk-garuk sekujur tubuhnya. Mana ada penderitaan sehebat yang ditimpakan kepada Ayub? TUHAN sering membuat keadaan menjadi ekstrim, tidak teratasi seperti ini. Walaupun tidak separah apa yang dialami Ayub, keadaan banyak anak TUHAN juga terkadang dalam posisi yang tidak menyenangkan. Ada banyak masalah timbul, tanpa kita tahu apa penyebabnya. Dia ada begitu saja, datang tanpa permisi, dan mengganggu kenyamanan hari-hari kita. Lewat kisah Ayub ini TUHAN ingin mengajarkan suatu hal yang sangat sederhana : disaat keadaan nampaknya tak terkendali, masihkah kita percaya bahwa ALLAH sedang mengontrol semuanya? Bahwa DIA tidak pernah meninggalkan kita? Bahwa semuanya itu terjadi atas seijin-NYA? Dan yang terpenting : masihkah kita bisa mengucap syukur dan berkata “TUHAN BAIK” lewat segala masalah yang ada? Kalau Ayub bisa, mengapa kita tidak?

Saudara, sadarilah bahwa : saat kita mengucap syukur dan berkata ‘Terpujilah TUHAN’ di atas masalah kita, itulah saat dimana segenap malaikat bersorak melihat kemenangan TUHAN dan iblis terhenyak dalam kekalahan karena tak sanggup menggoyahkan iman kita ! 

Semudah membalikkan keadaan Ayub yang terhina 

menjadi bertambah kaya 2 kali lipat dari sebelumnya, 

semudah itu pula TUHAN sanggup membalikkan keadaan kita saat ini…

 

Ary dan Ester Handoko