Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN : "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, ALLAHku, yang kupercayai"

Mazmur 91 : 1 - 2

Saudara yang terkasih, 

Pasal 91 dari kitab Mazmur ini dari dulu sudah ada tercantum dalam Alkitab, tetapi hari-hari terakhir ini menjadi sangat terkenal. Orang mencarinya lalu membacanya, membahasnya dimana-mana. Banyak orang Kristen berkata bahwa dengan membaca ayat-ayat dalam Mazmur ini akan membuat kita terlepas dari jerat sakit penyakit (disebutkan dalam ayat 3 dengan nama ‘penyakit sampar yang busuk’). Padahal apabila kita membacanya secara lengkap, tertera syarat-syarat untuk bisa lepas dari mara bahaya sakit penyakit ini.
Saudara, di dalam membaca suatu ayat, kita harus perhatikan ayat sebelumnya dan sesudahnya secara lengkap. Bagaimana konteks yang sebenarnya. Tercatat dalam ayat emas diatas :”Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa…”. Itu salah satu syarat yang sangat penting untuk mendapat perlindungan dari TUHAN ! Kita akan dilindungi TUHAN selalu, bila kita terus menerus berada dekat dengan-NYA, bernaung pada-NYA, mencari perlindungan kepada-NYA setiap hari.
Jika kita perhatikan ayat selanjutnya :”Sungguh, hatinya melekat kepada-KU, maka AKU akan meluputkannya, AKU akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-KU,” (ayat 14 ) ini juga adalah syarat berikutnya yang harus kita miliki untuk mendapat previlege / hak istimewa penjagaan dari TUHAN. Benarkah kita sudah seperti ayat ini ? Hati kita melekat kepada TUHAN? Melakukan semua kehendak-NYA ? Menyenangkan hati-NYA ? Ini adalah tolok ukur yang sangat penting untuk menjadi introspeksi diri masing-masing di saat kondisi dunia sedang terguncang saat ini.
Saudara, jika kita menginginkan Mazmur 91 ini terjadi dalam hidup kita, marilah kita perhatikan keseluruhan ayatnya. Harus dibaca, dimengerti dan dilakukan kesemuanya, jangan hanya diambil yang berbunyi berkat saja. Cintailah TUHAN dan kasihilah DIA lebih dari segalanya, maka kita akan dijagai-NYA senantiasa.

Bersyukurlah kepada TUHAN
Sebab DIA baik
Bahwasanya tuk selamanya
Kasih setia-NYA

Ary dan Ester Handoko

Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuah airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya

Mazmur 46:3-4

Saudara yang terkasih, 

Ternyata bencana Tsunami itu ada tercatat di dalam Alkitab lho. Dimana ? Di ayat diatas. “…sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuah airnya..”. Gunung-gunung yang goncang di dalam laut, itulah yang mengakibatkan goncangan hebat sehingga air laut tersedot dan tersembur lagi dengan kencang dan deras. Dan itulah yang kita kenal dengan sebutan Tsunami. Pergerakan lempeng di dasar laut yang tidak terlihat kasat mata, juga termasuk di dalamnya. Ini menandakan bahwa apa yang sekarang ada, semuanya sudah tercatat di dalam Alkitab. Di Alkitab semua peristiwa hidup manusia dan bumi ini, semuanya ada. Luar biasa Firman TUHAN itu.
Saudara, dalam minggu-minggu lalu, selain masalah virus corona yang belum juga selesai tuntas persebarannya, kita sempat juga mendengar peristiwa gunung-gunung ber-erupsi, atau batuk-batuk, yaitu gunung Merapi dan gunung Semeru. Itupun ada di dalam ayat diatas. “…sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya”. Tetapi kita tidak usah takut tentang segala hal yang akan terjadi. Bacalah secara keseluruhan Mazmur 46 itu. Betapa hebatnya TUHAN yang kita sembah. Buat anak-anak TUHAN yang setia, ada perlindungan-NYA. ALLAH menyertai kita dan kita tidak perlu takut. ALLAH akan menolong kita semua. “TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah ALLAH Yakub” ( Mazmur 46 : 8 ).
Berlindunglah selalu di dalam Nama TUHAN ALLAH kita yang Maha Dahsyat. Kita tidak akan terkena celaka. Dekatlah kepada-NYA selalu. Di dalam dekat pada TUHAN, ada BERKAT PENYERTAAN-NYA.

ALLAH itu bagi kita
Tempat perlindungan dan kekuatan
Sebagai Penolong dalam kesesakan
Sangat terbukti

Ary dan Ester Handoko

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi

Pengkotbah 9 : 10

Saudara yang terkasih, 

Satu anak kami pulang dari outbond yang diadakan sekolahnya dengan membawa seabreg cerita tentang acara yang barusan ia ikuti. Lalu rentetan ceritanya itu dilengkapi dengan menunjukkan foto-foto kelas yang seangkatan dengan dia. Lalu diselipkan juga ada nada bangga di dalam ceritanya, dia bilang bahwa kelasnya adalah kelas yang paling kompak. Kenapa ? Karena, kata dia sambil terus bercerita dengan semangat, ketua kelasnya adalah ketua kelas yang terbaik. Dia mengerjakan tugasnya sebagai ketua kelas dengan baik. Dia bisa merangkul semua teman satu kelas, sekaligus pandai mendelegasikan tugas dengan adil. Ketua kelas, berarti orang yang diangkat untuk menjadi perpanjangan tangan antara wali kelas dengan para murid. Dan ketua kelas yang baik ini mau berbuat lebih. Bukan hanya membagi tugas saja, tetapi ia juga membuat seisi kelas menjadi kompak, bersatu dan hidup.
Saudara, dimanapun posisi kita saat ini, selalu kerjakan yang TERBAIK yang bisa kita lakukan. Maka hidup kita akan menjadi BERKAT. Mengerjakan yang terbaik, tentu artinya bukan mengerjakan tugas secara asal-asalan atau sembari lewat saja. Juga tentu bukan berarti hanya ‘ ala kadarnya’ atau ‘ asal bapak senang.’ Tetapi mau berbuat LEBIH dari standard yang ada. Bahkan Firman TUHAN berkata dengan jelas :”kerjakan itu dengan SEKUAT TENAGA.” Ini menyangkut juga pelayanan dan pengikutan kita kepada TUHAN. Layani DIA dengan sekuat tenaga. Lakukan ketaatan kita dengan sekuat tenaga. Maka kita akan berbahagia melihat hasilnya kelak.

Menyenangkan-MU, senangkan-MU,
Hanya itu kerinduanku
Menyenangkan-MU, senangkan-MU,
Hanya itu kerinduanku

Ary dan Ester Handoko

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi

Pengkotbah 9 : 10

Saudara yang terkasih, 

Satu anak kami pulang dari outbond yang diadakan sekolahnya dengan membawa seabreg cerita tentang acara yang barusan ia ikuti. Lalu rentetan ceritanya itu dilengkapi dengan menunjukkan foto-foto kelas yang seangkatan dengan dia. Lalu diselipkan juga ada nada bangga di dalam ceritanya, dia bilang bahwa kelasnya adalah kelas yang paling kompak. Kenapa ? Karena, kata dia sambil terus bercerita dengan semangat, ketua kelasnya adalah ketua kelas yang terbaik. Dia mengerjakan tugasnya sebagai ketua kelas dengan baik. Dia bisa merangkul semua teman satu kelas, sekaligus pandai mendelegasikan tugas dengan adil. Ketua kelas, berarti orang yang diangkat untuk menjadi perpanjangan tangan antara wali kelas dengan para murid. Dan ketua kelas yang baik ini mau berbuat lebih. Bukan hanya membagi tugas saja, tetapi ia juga membuat seisi kelas menjadi kompak, bersatu dan hidup.
Saudara, dimanapun posisi kita saat ini, selalu kerjakan yang TERBAIK yang bisa kita lakukan. Maka hidup kita akan menjadi BERKAT. Mengerjakan yang terbaik, tentu artinya bukan mengerjakan tugas secara asal-asalan atau sembari lewat saja. Juga tentu bukan berarti hanya ‘ ala kadarnya’ atau ‘ asal bapak senang.’ Tetapi mau berbuat LEBIH dari standard yang ada. Bahkan Firman TUHAN berkata dengan jelas :”kerjakan itu dengan SEKUAT TENAGA.” Ini menyangkut juga pelayanan dan pengikutan kita kepada TUHAN. Layani DIA dengan sekuat tenaga. Lakukan ketaatan kita dengan sekuat tenaga. Maka kita akan berbahagia melihat hasilnya kelak.

Menyenangkan-MU, senangkan-MU,
Hanya itu kerinduanku
Menyenangkan-MU, senangkan-MU,
Hanya itu kerinduanku

Ary dan Ester Handoko

Akhir kata dari segala yang didengar ialah : takutlah akan ALLAH dan berpeganglah pada perintah-perintah-NYA, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena ALLAH akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat

Pengkotbah 12 : 13 - 14

Saudara yang terkasih, 

Suatu ketika saat KKR di Karang Asem sedang berlangsung, setelah puji-pujian dinaikkan dan firman akan disampaikan, tiba-tiba pembicara KKR meminta para pemain musik untuk tetap berada diatas mimbar, tidak turun dan duduk di kursi di deretan jemaat. Dan kami termasuk yang ‘mengikuti’ perintah itu serta duduk tetap di mimbar. Saat firman disampaikan, saat itu kami baru sadar bahwa dari atas mimbar, segala apapun yang dilakukan jemaat akan kelihatan. Walaupun ada yang berusaha ‘menyembunyikan diri’ (mungkin takut tiba-tiba ditunjuk dan diberi pertanyaan Alkitab) di balik pilar. Ada yang kadang berpura-pura sibuk membuka catatan atau Alkitab, tetapi tetap saja semuanya terlihat jelas dari depan. Tidak ada yang tersembunyi. Memang yang duduk di deretan belakang kelihatan agak jauh, tetapi tetap saja terlihat. Apalagi gereja kita yang di Karang Asem memang berukuran mungil, semua bisa terjangkau dengan pandangan mata biasa.
Saudara, bagaimana kita mau menyembunyikan diri dari pandangan Mata TUHAN ? DIA melihat segala sesuatu yang kita perbuat. Segala sesuatu terlihat jelas, tidak ada yang tersembunyi barang sedikit pun ! Dan walaupun sepertinya satu saat DIA diam saja, tapi TUHAN tau dan melihat. Sama seperti keadaan di Karang Asem sewaktu KKR yang lalu, dari depan mimbar, siapapun yang berdiri disana akan bisa melihat semua yang hadir, apalagi TUHAN, bahkan DIA bisa melihat yang jauh tersembunyi di pikiran dan lubuk hati yang paling dalam. DIA tahu segala alur pikiran dan motivasi yang kita miliki. DIA tahu semuanya.
Hiduplah LURUS senantiasa di hadapan TUHAN. Kita sudah berada di ‘track’ terbaik yang TUHAN siapkan untuk kita, hanya, berjalanlah lurus, jangan berbelok-belok ke kanan atau ke kiri. TUHAN yang melihat kita akan memberkati kita sesuai dengan ketundukan hati kita kepada-NYA.

Ary dan Ester Handoko

Page 1 of 44