Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita

Ibrani 12 : 1

Saudara yang terkasih, 

Seusai pagelaran balet yang diadakan kursus balet anak kami yang terkecil, ada video pertunjukan yang kemudian ditayangkan oleh sekolah baletnya di Instagram. Ketika kami melihat video itu anak kami berkata, ”Tahu nggak, itu sebetulnya di kanan kiri belakang panggung isinya penuh dengan orang ?””Oh ya? Kok bisa ada banyak orang ?” tanya kami. “Iya, sebab ‘kan ada guru-guru, terus rombongan murid yang akan tampil berikutnya .. ”Oh, iya juga ya. Jadi dalam pertunjukan yang sepertinya aman dan lancar-lancar saja yang berlangsung sampai hampir 3 jam itu, diperlukan urutan pemain yang selalu harus siap untuk tampilan berikutnya. Tidak boleh terputus, supaya alur cerita enak dilihat dan mengalir lancar. Tentunya rombongan ‘penonton’di belakang panggung itu juga disertai dengan rombongan lain yang jauh lebih banyak di barisan penonton yang terdiri dari para orang tua murid, pengatur acara, penyambut tamu, petugas audio dan lain-lain.
Saudara, kitapun di dunia ini sedang ada dalam panggung pertunjukan masing-masing. Perannya berbeda-beda, dan setiap orang memerankan 1 lakon yang tidak sama dengan yang lain. Di dalam penampilan itu, ada banyak ‘mata’ yang melihat. Selain ‘penonton’, yang terdiri dari orang-orang lain di sekitar kita, juga Guru Agung kita yaitu ALLAH BAPA, ALLAH ANAK dan ROH KUDUS. Juga ada mata ‘musuh’ yaitu iblis yang senantiasa memata-matai apapun yang kita lakukan dan pikirkan. Apakah yang kita kerjakan sudah benar, sesuai dengan apa yang telah diajarkan kepada kita? Setiap langkah dan atraksi yang kita buat akan kelihatan dengan jelas, terutama di mata Guru kita, tidak ada satu pun yang tersembunyi, karena semuanya diperankan di sebuah ‘panggung kehidupan.’ Oleh sebab itu,”Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada YESUS, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi DIA, yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta ALLAH.”

Kusembah KAU ALLAH KUASA
Tiada s’perti KAU
Kusembah KAU RAJA DAMAI
Itu yang kurindukan….
Ary & Ester Handoko

Ary dan Ester Handoko

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada BAPAmu yang ada di tempat tersembunyi. Maka BAPAmu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu

Matius 6 : 6

Saudara yang terkasih, 

Banyak jemaat dan teman yang bertanya, bagaimana sih caranya bisa mendengar suara TUHAN ? Hal ini adalah topik yang selalu menarik dan semua anak TUHAN ingin mengalaminya. Sebenarnya caranya sangat sederhana dan sudah ‘terpampang nyata’ ditulis di dalam Alkitab. Caranya, salah satunya yang paling mudah, adalah : dengan berdoa. Tetapi yang dimaksud dengan berdoa, bukan doa asal doa, tetapi doa dengan cara seperti yang sudah diajarkan YESUS dalam ayat diatas. Bersekutu dengan TUHAN secara pribadi. Bukan berarti lalu berdoa bersama-sama di dalam gereja atau persekutuan tidak ada artinya. Tetapi bila saudara benar-benar ingin mendengar tuntunan yang jelas dari TUHAN, dibutuhkan hati yang haus dan niat yang sungguh-sungguh untuk bertemu dengan-NYA dalam doa-doa pribadi.
Kata-kata ‘masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu’ bukan saja berarti secara harafiah kita harus berdoa di tempat yang tersembunyi dari keramaian, tetapi di saat berdoa, kita juga benar-benar harus memfokuskan pikiran dan hati kita kepada TUHAN. Bukan hanya badan kita saja yang harus berdua dengan TUHAN di dalam suatu ruangan, tetapi terutama ayat itu berbicara tentang hati dan pikiran yang FOKUS menantikan DIA. FOKUS mencari DIA. Bahkan di tengah keramaian. Ini perlu kesungguhan memang, karena benar-benar saat-saat itu pikiran kita tidak boleh ‘berjalan-jalan’ kemana-mana. Telinga rohani kita juga harus benar-benar tertuju kepada-NYA, karena biasanya DIA akan berbicara dengan suara yang halus dan lembut. Dan itu akan jelas terasa di dalam hati kita.
Saudara, cobalah mempraktekkan hal diatas, dan pasti engkau akan bisa mendengar suara-NYA yang lembut menuntut kita setiap hari.

Ini hatiku menyembah-MU
Tulus dan kagum pada-MU YESUS
Ini hatiku tak sempurna
Perlu campur tangan-MU dalam hidupku

Ary dan Ester Handoko

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu

Amsal 3 : 7 - 8

Saudara yang terkasih, 

Beberapa waktu yang lalu Indonesia kehilangan seseorang cendekiawan ternama, sekaligus eks Presiden RI, yaitu bapak Habibie, ketika beliau wafat pada usia ke 83 tahun. Beliau adalah orang Indonesia pertama yang berhasil membuat pesawat terbang, dan diakui oleh dunia internasional. Cukup membanggakan melihat semua prestasi yang beliau raih selama hidupnya. Beliau diakui sebagai seorang cerdik cendekia dan seseorang yang sangat pandai di bidangnya. Susah sekali untuk menemukan orang sekaliber beliau di negara Indonesia ini.
Tetapi siapakah orang yang pandai menurut firman TUHAN ? Ternyata justru orang yang tidak menganggap diri sendiri bijak, yang TAKUT akan TUHAN, yang menTAATi TUHAN lebih dari segalanya dan menjauhi segala yang jahat. Dunia punya standard tersendiri untuk mengatakan seseorang pandai. Tetapi TUHAN juga punya standard tertentu untuk mengatakan seseorang berhikmat dan bijaksana. Bukan cuma berhenti sampai menghafal firman, mengerti firman, tetapi yang taat melakukan firman. Sebab di dalam taat dan TAKUT akan TUHAN itulah, DIA akan menuntun kita lebih dalam lagi, selangkah demi selangkah, tentang hal-hal yang tidak kita mengerti.

Oh give thanks to the LORD for HE is GOOD,
For HIS steadfast love endures forever,
Oh give thanks to the LORD for HE is GOOD,
For HIS steadfast love endures forever…

Ary dan Ester Handoko

Lihat, AKU berdiri di muka pintu dan mengetok, jikalau ada orang yang mendengar suara-KU dan membukakan pintu, AKU akan masuk mendapatkannya dan AKU makan bersama-sama dengan dia, dan dia bersama-sama dengan AKU

Wahyu 3 : 20

Saudara yang terkasih, 

Bagi yang mengerti dunia media sosial yang bernama Instagram pasti tahu, bahwa ada banyak orang membuat akun Instagram untuk tujuan komersil, untuk jualan aneka macam produk, tetapi ketika kita ‘berkunjung’ ke ig (Instagaram)-nya, ternyata ig nya itu digembok. Sungguh aneh sekali. Ini sama dengan jika kita ke suatu mall yang besar, di parkiran ada orang membagikan brosur iklan sebuah toko (misalnya saja toko baju) dengan maksud supaya toko itu dikenal orang, tetapi ketika kita datang mencari toko itu, tokonya dalam keadaan terkunci rapat. Tentu tidak ada orang yang mau menunggu di depan pintu sampai - entah kapan - pintu itu dibukakan untuk kita, bukan ?! Kecuali orang yang benar-benar perlu dengan barang yang dijual didalamnya. Kalau tidak, pasti orang akan segera berbalik arah meninggalkan toko itu, dan tidak pernah kembali lagi.
Saudara, hal menggelikan diatas itu mengingatkan kami pada kondisi yang mirip, yang terjadi di gereja. Ada orang yang datang ke gereja, bahkan cukup rajin datang di jam-jam ibadah gereja, namun ketika pujian dinaikkan dan firman disampaikan, ia menutup rapat pintu hatinya. Ia tidak mau menerima firman itu dengan hati terbuka. Dia tidak mau merasakan hadirat TUHAN yang datang menyapanya lewat puji-pujian. Ia datang ke gereja hanya seperti ‘absen’saja. Setelah urusan ‘check clock’ selesai, pulanglah dia tanpa ada perubahan apapun, tanpa membawa berkat apapun. Selesai sudah urusan absensi dengan TUHAN (pikirnya), dan dia sudah merasa cukup dengan itu.
TUHAN yang kita sembah adalah TUHAN yang Gentleman. TUHAN yang sangat mengerti tata krama dan sangat sopan. Bila seseorang tidak mempersilakan DIA masuk dan merubah hatinya, DIA tidak akan memaksa untuk masuk. Cukup mengejutkan bahwa ternyata ayat emas diatas diletakkan di kitab Wahyu, bukan di bagian Injil atau kitab-kitab sebelumnya. Rupanya ayat ini menjadi peringatan buat semua orang, bahwa TUHAN masih menunggu, sampai saat yang paling akhir dari dunia yaitu akhir jaman, untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang bertobat dan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sebab TUHAN sangat mengasihi manusia ciptaan-NYA, lebih dari yang kita pikirkan.

Don’t let your heart be troubled
Hold your head up high
Don’t fear no evil
Fix your eyes on this one thruth
GOD is madly in love with you….

Ary dan Ester Handoko

Lihat, AKU mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati

Matius 10 : 16

Saudara yang terkasih, 

“Jelaskan sama saya, bagaimana soal cerdik tetapi harus tulus ini. Semuanya seperti berkebalikan, tetapi ‘kan katanya harus ‘kena’ kedua-duanya. Bingung saya. ”Begitu kata seorang anak kami di suatu siang. Dia memang sedang menghadapi sedikit masalah di sekolahnya. Ada seorang anak yang kebetulan dulu pernah ditetapkan untuk duduk sebangku dengannya, kemudian anak ini menjadi ‘benalu’ baginya. Anak yang malas, sehingga selalu minta contekan, tanya-tanya melulu karena tidak pernah mendengarkan perintah guru dengan benar. Dan repotnya kalau bagi tugas kelompok selalu dipasangkan dengan anak kami ini. Tetapi baru-baru ini, tiba-tiba guru wali memindahkan anak ini untuk duduk dengan teman yang lain. Maka ada perasaan lega dan senang, tetapi juga sekaligus rasa bersalah karena merasa senang itu tadi di hati anak kami. Sehubungan dengan hal itulah, maka ayat diatas dipertanyakannya. Maka di siang hari itu, kami memberikan kepadanya beberapa contoh, sehingga akhirnya dia bisa mengerti arti ayat itu.
Saudara, TUHAN menyuruh kita menjadi cerdik seperti ular tetapi bersamaan dengan itu DIA juga menyuruh kita untuk tulus seperti merpati. Sungguh suatu perpaduan yang unik. Tetapi begitulah TUHAN kita. DIA tahu yang terbaik. Dan kita harus bisa melakukannya. Tidak sulit, bila kita minta hikmat TUHAN senantiasa. Seperti apa yang tertulis, begitu saja yang DIA minta. Menjadi jujur, bukan berarti membuat kita menjadi bodoh. Tetap pintar mengambil keputusan, tetapi sekaligus tetap jaga hati untuk selalu berkenan di hadapan TUHAN. Jangan berbohong dan berputar-putar. Jangan biarkan timbul hati yang jahat, mulut yang berbohong, dan sikap yang berkompromi dengan dosa dan pemberontakan. Jadikan hidup kita selalu berkenan di hadapan TUHAN.

Kupersembahkan hidupku kepada-MU TUHAN
‘Tuk kemuliaan-MU
Kuberikan hidup ini s’bagai persembahan
Yang berkenan pada-MU

Ary dan Ester Handoko

Page 1 of 40