Akan tetapi ALLAH menunjukkan kasih-NYA kepada kita, oleh karena KRISTUS telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa

Roma 5 : 8

Saudara yang terkasih, 

Seorang anak teman kami pernah kuliah di luar negeri. Tetapi setelah berjalan setahun kuliah disana, anak itu semakin sulit dihubungi. Telepon tidak diangkat, di sms atau WA atau dihubungi dengan cara apapun, tidak membalas. Karena hal itu berkelanjutan, ibunya cemas. Dan akhirnya, anaknya itu dipaksa pulang kembali ke tanah air untuk selamanya, tidak perlu melanjutkan kuliahnya. Ketika mendengar cerita ini, seorang teman lain berkata: ‘kan sayang ya, buang duit saja, sudah kuliahin anak setahun di luar negeri, tapi akhirnya disuruh pulang juga. Kenapa tidak diteruskan saja sampai lulus.’ Memang sepertinya amat disayangkan, berapa banyak sudah dana yang keluar untuk sekolah yang tidak selesai itu, tetapi buat orang tua yang memandang keselamatan anak di atas segalanya, tidak masalah uang hilang, asal dia bisa merasa anaknya tetap ada dalam keadaan selamat jasmani dan rohani.
Saudara, di saat manusia terlempar ke dunia dan jatuh dalam dosa, betapa hati BAPA itu begitu sedih melihat ciptaan-NYA yang paling mulia ada dalam lembah kehancuran. Oleh sebab itu IA mengutus YESUS untuk menyelamatkan umat manusia, berapapun harganya DIA BAYAR untuk membawa kita “pulang” dengan selamat ! Mungkin ada kelompok yang tidak percaya berkata: ’Bagaimana mungkin Anak ALLAH turun ke dunia ? Itu adalah hal yang mustahil dan dibuat-buat.’ Tetapi sejarah dunia membuktikan bahwa itulah yang terjadi ! YESUS datang dan menyelamatkan kita ! Tidak ada hal terlampau mahal buat DIA. Begitu berharganya kita dimata-NYA, sehingga harga tebusan dosa kita begitu mahalnya. Tidak ada yang DIA pertahankan, semuanya dibayar-NYA lunas !

Tak terukur kasih-MU YESUS
KAU t'lah mati gantikan diriku
KAU curahkan darah-MU 'tuk tebus dosaku

Ary dan Ester Handoko

Daripada-NYAlah seluruh tubuh, -- yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih

Efesus 4 : 16

Saudara yang terkasih, 

Jika saudara pernah melihat sebuah film layar lebar di bioskop, cobalah jangan beranjak dulu sebelum film benar-benar habis. Bila kita perhatikan, di buntut paling ujung film yang diputar, selalu muncullah daftar nama orang-orang yang bekerja untuk menyelesaikan film itu sehingga bisa ditayangkan dengan hasil terbaik. Deretan nama itu kadang begitu panjangnya, sehingga tulisan nama-nama itu berderet-deret seperti tidak ada habisnya. Jadi terbukti, bahwa sebuah film berdurasi 1,5 jam, membutuhkan begitu banyak orang untuk bekerja sama di belakang layar. Padahal kita pikir, hanya beberapa orang sajalah yang penting untuk menyelesaikan film itu. Hanya aktor dan aktris, serta beberapa tukang lampu dan sutradara. Ternyata, tidak sesederhana yang kita bayangkan.
Saudara, di dalam sebuah film, ternyata harus terdapat begitu banyak peran didalamnya. Bukan saja peran yang ‘kelihatan’ seperti para pemainnya, tetapi lebih banyak peran lagi di posisi yang ‘tidak kelihatan.’ Yang bekerja di luar panggung. Yang mempersiapkan segala sesuatunya. Yang mengatur semuanya agar bisa berada pada posisi yang seharusnya.
Bergereja pun demikian juga. Ada di antara kita yang tempatnya memang di atas panggung, melayani TUHAN dengan berada di mimbar. Tapi lebih banyak lagi yang melayani TUHAN secara ‘tidak kelihatan’. Contoh : pengerja yang membersihkan ruangan gereja sehingga selalu kelihatan bersih dan rapi. Atau, para perancang dan penghias dekor, pendoa syafaat, ibu-ibu yang masak untuk sebuah acara, atau pelayan apapun yang bekerja justru bukan di saat jam kebaktian berlangsung. Dan sebetulnya adalah lagi satu pelayanan yang sangat penting dan tidak kelihatan, yaitu : para penyumbang dana untuk kegiatan gereja.
Apapun dan dimanapun posisi pelayanan kita, marilah kita lakukan dengan sekuat tenaga dan dengan kemampuan maksimal untuk melayani TUHAN. Bukan untuk mencari pujian dari manusia, tetapi dari TUHAN ! Biarlah TUHAN disenangkan dengan semua pelayanan yang kita lakukan. Segala kemuliaan hanya bagi DIA !

Bagi DIA segala pujian,
Hormat serta syukur,
Kekal selamanya…..

Ary dan Ester Handoko

Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi kelegaan kepadamu

Matius 11 : 28

Saudara yang terkasih, 

Sewaktu anak-anak masih kecil, di gereja pernah mengadakan acara tukar kado di malam pergantian tahun ( mungkin beberapa saudara ada yang masih ingat). Saat itu seorang anak kami mendapat kado yang dia tidak sukai. Bukan karena isi kadonya jelek, tetapi karena ia sudah punya barang yang sama di rumah. Dia menangis dan kecewa. Akhirnya ada seorang saudara lain melihatnya dan menukar kado yang dia dapatkan dengan kado anak kami, barulah tangisannya berhenti. Hanya karena kado yang tidak sesuai dengan keinginan, seseorang bisa menjadi kecewa dan sedih. Apalagi kalau untuk acara bertukar kado itu dia sendiri sudah menyiapkan dengan sungguh-sungguh sebuah kado lain yang istimewa. Memang nampaknya kekanak-kanakan, tetapi yang seperti ini bisa saja terjadi, bukan cuma pada anak-anak kecil.
Tetapi ingatkah kita, ada sebuah acara tukar kado yang paling tidak imbang yang pernah terjadi di dunia ini, dan sampai saat ini masih terjadi, yaitu ketika kita bertukar kado dengan TUHAN ! Kita serahkan semua dosa, beban, masalah hidup, segala sampah di dalam hati yang kita simpan selama ini seperti kekecewaan, kejengkelan, kepahitan, ….dan DIA beri kita : keselamatan, pengampunan, kelegaan, sukacita dan damai sejahtera sebagai gantinya ! Bukan itu saja. Yang terbesar yang pernah kita terima dari semua kado di dunia juga telah DIA sediakan, yaitu : hidup yang kekal !
Berbahagialah kita, yang telah dan akan terus bertukar kado dengan TUHAN yang sedemikian cinta kepada kita.

Happy B’day gereja Babatan
Senantiasa diberkati dan menjadi berkat buat sekeliling
TUHAN itu baik titik !

Ary dan Ester Handoko

Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu !

II Tawarikh 15 : 7

Saudara yang terkasih, 

Ada sebuah lagu rohani yang tentunya kita semua sama-sama mengenalnya yang berbunyi demikian : “TUHAN tak pernah janji, langit selalu biru, tetapi DIA berjanji selalu menyertai. TUHAN tak pernah janji, jalan selalu rata, tetapi DIA berjanji berikan kekuatan….”
Sebenarnya, justru di saat langit itu tidak berwarna biru, disitu kita bisa melihat keindahan alam yang berbeda dari biasanya. Banyak orang bersusah payah mendaki gunung atau pergi ke pantai di saat subuh, untuk melihat matahari terbit di ufuk Timur. Di saat matahari terbit, langitnya tidak biru, tetapi berwarna kemerah-merahan. Juga banyak orang ingin memotret keindahan sunset atau tenggelamnya matahari ketika sore tiba. Saat itupun langit itu tidak biru warnanya. Langit yang mulai gelap dan membara dengan warna keemasan karena pantulan sinar matahari yang perlahan-lahan tenggelam di Barat, sungguh terlihat istimewa.
Begitu pula, jalanan yang tidak rata, mulus tanpa cacat dan kelokan, kadang malah tidak terasa menarik. Berapa banyak orang yang merasa mengantuk saat dia harus melewati tol yang panjang dan lama. Tol itu baru, mulus, lancar dan lurus-lurus saja, tapi justru itu bikin ngantuk. Kenapa orang jadi mengantuk ? Karena bosan dengan pemandangan yang itu-itu saja. Karena terlena dengan sekeliling yang mulus-mulus saja. Akibatnya karena mengantuk itu, tidak jarang terjadi kecelakaan. Jalanan yang berbelok-belok, ada jurang di kanan kiri mungkin, atau sedikit berbatu-batu, justru sering menampilkan pemandangan indah mempesona yang bisa kita nikmati di sekelilingnya. Saat kita pergi naik ke gunung untuk rekreasi misalnya, bukankah sering kita membuka kaca jendela untuk menikmati lebih jelas pemandangan di sekitar kita?
Nikmati setiap perjalanan hidup yang TUHAN karuniakan untuk kita. Setiap waktu ada keindahannya. Cobalah untuk bersyukur dan menikmatinya. “Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa. Mujizat TUHAN ada, bagi yang setia dan percaya..”

Ary dan Ester Handoko

Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya

Wahyu 13 : 16 - 17

Saudara yang terkasih,

Akhir-akhir ini dimana-mana orang mulai mengganti pembayaran tunai yang menggunakan uang, dengan pembayaran digital. Di mall-mall mulai gencar promo pembayaran menggunakan OVO, atau Go-Pay, atau T-cash. Dahulu ada juga Saku-ku, dan lain-lain. Nanti entah model pembayaran apa lagi yang akan muncul setelah ini. Baru saja kami pergi ke satu mall dan ingin membeli 1 botol air minum saja. Kami coba membelinya di satu tenant yang menerima pembayaran dengan OVO. Pembelian hanya 1 botol minuman seharga Rp.2.900,- itu ternyata bisa pakai OVO, bahkan dapat cash back pula. Di sebuah berita malah kami baca bahwa di warung-warung pun, pembayaran non tunai ini sudah bisa dilakukan. Tentu akan sangat memudahkan kedua belah pihak. Pihak penjual, tidak perlu menyediakan banyak uang kecil untuk uang kembalian, sementara pihak pembeli juga tidak perlu ribet membawa uang tunai untuk membeli jajanan atau sekedar nasi bungkus buat jatah makan siangnya. Luar biasa perkembangan jaman saat ini.
Saudara, di Indonesia hal ini baru-baru ini saja mulai dilakukan dimana-mana tempat, tapi di luar negeri hal ini sudah lama dipraktekkan. Malah pembayaran tunai buat mereka sudah termasuk ketinggalan jaman. Nampaknya hal ini adalah sesuatu hal yang sangat modern, tetapi sesungguhnya semuanya sudah dinubuatkan di Alkitab. Alkitab sudah menceritakan bahwa di akhir jaman, orang akan berdagang dengan bar code, bisa melakukan aneka transaksi dengan hanya menunjukkan tanda yang akan dipasang di tubuh manusia, tanpa mengeluarkan uang. Penggunaan pembayaran non tunai itupun akan menuju arah yang sama, dan semuanya sudah dinubuatkan !
Saudara, bila tanda-tandanya sudah digenapi, kita harus makin yakin bahwa kedatangan TUHAN sudah di ambang pintu. Semuanya nubuat itu telah terjadi. Cashless society ini salah satunya. Bersiaplah, TUHAN akan segera datang untuk kedua kalinya !

Ary dan Ester Handoko

Page 1 of 28