Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh

Mazmur 1 : 1

Saudara yang terkasih, 

Seorang teman tiba-tiba datang menghampiri kami dan bertanya,”Mengapa hamba A itu tiba-tiba sakit berat ? Padahal dia melayani dengan sungguh-sungguh? Padahal lagi dia sudah menginjil sampai ke ujung dunia? Kenapa kok ikut TUHAN malah gitu ya ? Kenapa melayani TUHAN malah jadinya banyak masalah seperti itu?”
Seorang teman lain lagi dengan enteng mengomentari sebuah gereja,”Aku liat-liat gereja B itu kok jemaatnya tambah sedikit, gimana tuh ? Engga maju-maju yang gerejane. Pelayan TUHAN dan pendetanya apa kurang sungguh-sungguh ya ?”
Saudara, hati-hatilah dengan mulut kita. Janganlah sampai kalimat-kalimat semacam ini kita ucapkan. Jika kita tidak tahu cerita lengkap dan penyebab yang sesungguhnya, janganlah berkomentar macam-macam, apalagi sampai menduga yang tidak-tidak. TUHAN berdaulat atas segala sesuatu, termasuk atas hamba-hamba-NYA. Setiap orang berdiri pribadi lepas pribadi dihadapan-NYA. Selain itu, TUHAN adalah TUAN yang BAIK serta ADIL. IA tahu persis apa yang IA lakukan. Janganlah sampai kita masuk ke dalam bilangan orang yang meragukan kebaikan TUHAN.
Saudara, beberapa hari lalu dunia merayakan hari Kasih Sayang, hari dimana semua orang ingin menunjukkan kasih sayangnya kepada orang-orang disekitarnya. Marilah kita juga menjadi salah satu penabur kasih sayang TUHAN kepada sesama kita, bukan malah menjadi salah satu dari antara orang yang masuk dalam golongan pencemooh, seperti yang telah diperingatkan TUHAN kepada kita melalui firman-NYA. Janganlah mencemooh hamba TUHAN, atau gereja TUHAN. Takutlah akan TUHAN yang adalah TUAN atas mereka.

TUHAN KAU perisai hidupku,
Tak pernah KAU tinggalkanku,
Janji-MU setia dan tak pernah goyah,
Kasih-MU p’lihara hidupku….

Ary dan Ester Handoko

Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi kelegaan kepadamu

Matius 11 : 28

Saudara yang terkasih, 

Karena ada masalah dengan gigi tua ini, suatu saat kami berkunjung ke satu dokter gigi dekat rumah. Tetapi alih-alih memberi solusi untuk memperbaiki gigi ini, dia malah berkata dengan enteng,” Giginya sudah jelek gitu, udah dicabut aja.” Masalah mencabut gigi memang mungkin gampang, tapi setelah dicabut, ‘kan tidak ada gigi yang tumbuh lagi. Jadi itu bukan solusi yang terbaik menurut kami. Kemudian kami berpindah ke dokter gigi lain yang juga merupakan dokter langganan keluarga. Ketika dia melihat gigi yang bermasalah itu, dia memutuskan untuk menambal saja patahan gigi itu. Sebab kalau akarnya masih kuat, sayang kalau dicabut, katanya. Haleluyah, gigi yang tua ini akhirnya masih bisa dipertahankan…
Saudara, kisah tentang dokter gigi itu mengingatkan kami pada pilihan yang bisa kita lakukan disaat kita mempunyai masalah. Bila kita bawa persoalan kita pada orang dunia, mereka akan bilang : “Betapa kacaunya hidupmu. Udah, mati aja deh !” Atau lebih parah lagi :”Kelar idup lo! Bunuh diri aja. Beres !” Tetapi bila kita bawa kepada TUHAN yang mengasihi kita, DIA akan senantiasa menyambut kita dengan sukacita dan memberikan jalan keluar. DIA berkata,” AKU sanggup melakukan segala perkara. AKU punya jawaban untuk SEMUA persoalanmu. Datanglah kepada-KU !” TUHAN kita yang Maha Baik itu akan sanggup menyelesaikan semua masalah kita. Jangan pergi kepada dunia. Dunia hanya bisa memberikan jawaban yang menyesatkan. YESUS punya Jawaban yang Terbaik yang kita perlukan.

Ketika ku hadapi kehidupan ini,
Jalan mana yang harus ku pilih
Ku tau ku tak mampu
Ku tahu ku tak sanggup
Hanya KAU YESUS tempat jawabanku…

Ary dan Ester Handoko

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel :"Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab AKU telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat ALLAH; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati"

I Samuel 16 : 7

Saudara yang terkasih, 

Bayangkan di depan kita tampak sebuah ruang makan yang indah dengan sebuah meja makan besar di tengahnya. Di atas meja tersaji lengkap hidangan yang luar biasa seperti sedang ada sebuah pesta keluarga. Lengkap dengan lilin-lilin hias yang indah dan bunga-bunga meja di antaranya. Jika ada beberapa ahli dalam profesinya masing-masing bersama-sama melihat ruangan makan yang siap untuk menerima tamu-tamu istimewa itu, kira-kira apa yang ada dalam benak masing-masing? Si ahli tata ruang alias design interior akan segera menilai ruangan dan isinya. Mungkin wallpapernya, atau meja kursinya. Si ahli gizi akan menilai hidangan yang tersaji, apakah gizinya sudah memenuhi kelengkapan untuk hidup sehat atau penuh kolesterol tinggi. Si ahli lighting akan melihat apakah ruangan itu sudah cukup terang dan menimbulkan kesan ‘hangat’ bagi para tetamu atau tidak. Si ahli bunga atau flower decoration akan menilai bunga-bunga penghias ruangan, apakah cocok dengan suasana sekitarnya atau tidak. Dan si ahli kuliner tentu ingin segera mencicipi hidangan yang ada, apakah seenak kelihatannya atau tidak.
Saudara, cerita di atas adalah gambaran, bahwa apa yang sebenarnya akan dilihat seseorang akan menjadi berbeda, sesuai profesi masing-masing. Lalu, apa yang dilihat TUHAN atas hidup kita? Tentu ada hal-hal khusus yang TUHAN perhatikan untuk menilai apa yang kita perbuat selama nafas di kandung badan. Ada penilaian yang terus menerus DIA beri atas hidup kita. Hal-hal apa sajakah itu? Inilah yang patut kita pelajari setiap kita mempelajari firman TUHAN. Dan sudahkah kita berusaha untuk memberikan penampilan yang TERBAIK di hadapan DIA ? Satu saat kita akan berjumpa dengan-NYA, sudah siapkah kita menerima ‘hasil rapor’ kehidupan kita selama ini ? Berikanlah tampilan HATI yang terbaik, karena itulah yang ‘dilihat ALLAH ‘.

Ini hatiku, menyembah-MU
Tulus dan kagum pada-MU YESUS
Ini hatiku tak sempurna
Perlu campur tangan-MU dalam hidupku..

Ary dan Ester Handoko

Dan apabila AKU telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, AKU akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-KU, supaya di tempat dimana AKU berada, kamu pun berada

Yohanes 14 : 3

Saudara yang terkasih, 

2 tahun lalu kami sempat berlibur ke Lombok, dan dalam kesempatan itu kami berkunjung ke suatu pulau terpencil di tengah laut yang terdapat batu besar berbentuk seperti layar perahu yang terkembang. Batu itu disebut orang Batu Payung. Pulau itu hanya bisa dijangkau dengan berperahu kecil dengan motor, sekitar 10-15 menit perjalanan dari pantai Tanjung Aan. Setelah kami tiba di pulau kecil itu, ferry segera bertolak pulang ke tepi pantai lagi. Kata tukang perahunya, sebentar lagi akan dijemput setelah kami puas berjalan-jalan di pulau itu. Suatu kesalahan terjadi, yaitu kami lupa menanyakan nama, sekaligus nomer HP tukang perahu tersebut. Ketika acara jalan-jalan dan berfoto ria di pulau itu selesai, kami harus menunggu sang tukang perahu untuk menjemput kami. Seandainya kami tidak dijemput, maka kami tidak bisa pulang karena ada lautan yang harus diseberangi. Parahnya lagi, kami tidak tahu bagaimana caranya menghubungi tukang perahu itu. Syukurlah setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya si tukang perahu muncul juga, kegalauan dalam penantian sudah terjawab.
Saudara, kita juga seperti tinggal di sebuah pulau kecil saat berkelana dalam dunia ini. Semua yang ada disekeliling kita ini hanya sementara. Kita diberi kesempatan hidup untuk berkarya, serta untuk menikmati keindahan dunia ciptaan TUHAN. Namun TUHAN berjanji, suatu saat DIA PASTI MENJEMPUT kita. Dan Janji-NYA adalah Ya dan Amin. Suatu saat DIA pasti datang menjemput. Hanya kapankah ‘kapal penjemput dari Sorga’ itu datang, tidak ada seorang yang tahu. Yang perlu kita lakukan hanyalah selalu bersiap-siap, sebab penjemputan itu bisa datang sewaktu-waktu. Dan, bersyukurlah, karena kita dijemput, sebab kita tidak bisa pulang sendiri. TUHAN yang Maha Baik itu sedia menjemput kita. Haleluyah…

Satu kali akan ada hari senang buat saya,
Sperti TUHAN sudah kata asal ku tinggal setia…
TUHAN YESUS sudah janji DIA sungguh ‘kan kembali,
Pertemuan di udara, oh senang sekali…

Ary dan Ester Handoko

Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada ALLAH yang hidup, Juru Selamat semua manusia, terutama mereka yang percaya

I Timotius 4 : 10

Saudara yang terkasih, 

Beberapa di antara jemaat secara rutin pergi ke gym atau senam beberapa kali dalam seminggu. Itu membentuk tubuh untuk menjadi lebih indah bentuknya, juga berharap menjadi lebih sehat dengan rajin berolahraga. Juga salah satu anak kami, setiap malam sebelum tidur, selalu latihan kelenturan ( stretching ) di lantai dengan berbagai gerakan peregangan. Kadang memakai alat bantu senam, terkadang juga tidak. Ini semua diperlukan dan disuruh oleh guru les baletnya, sebab demi gerakan tarian balet yang indah, diperlukan latihan kelenturan setiap hari. Dan sering peregangan semacam itu terasa sakit. Kata orang-orang, kalau belum sakit berarti latihan baletnya belum maksimal. Balet harus sampai sakit dahulu, untuk mencapai hasil yang terbaik.
Saudara, sebagai anak TUHAN, kita pun harus berlatih iman dari hari ke sehari. Tanpa latihan iman, maka iman kita akan kendor, tidak bertenaga, dan loyo. Selain latihan iman, kita juga harus berlatih ketaatan. Latihan penyerahan diri. Latihan melayani TUHAN, serta latihan untuk semakin peka akan kehendak TUHAN. Semuanya itu tidak mudah, butuh kerja keras yang rutin dan panjang. Kerja keras dan latihan itu, disertai dengan sesuatu hal penting lain yang bernama : bayar harga. Jangan berharap hasil latihan rohani kita menjadi maksimal, apabila kita belum berani bayar harganya. Terkadang sampai terasa ‘sakit’, tetapi itu perlu untuk menguatkan semua otot iman kita.
Tahun 2019 bukanlah tahun yang mudah. Banyak tantangan menghadang kita. Oleh sebab itu kita harus kuat secara rohani. Latihlah iman serta kepercayaan sepenuh kepada TUHAN setiap hari.

Ku percaya janjiMU ajaib,
Terukir dalam kehidupanku
Ku berserah di dalam kekuatanmu
Ku percaya…..

Ary dan Ester Handoko

Page 1 of 32