Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal

II Korintus 4 : 18

Saudara yang terkasih, 

Suatu saat ada orang memberi hadiah kepada kami. Bungkusnya bagus. Dosnya tebal dan tampak mahal. Bagus banget. Bahkan ketika dibuka dosnya, masih ada kotak lagi, berlapis-lapis. Pasti untuk packaging atau pembungkusan ini saja, perlu biaya yang tidak murah. Tetapi sebagus apapun, itu cuma bungkus. Yang penting adalah isinya. Yang penting adalah apa yang ada di dalam bungkus atau dos yang indah itu. Isi didalam bungkus itu, itulah yang bisa dipakai, dan dengan bungkus yang seindah itu, tentunya diharapkan isinya berharga dan bisa digunakan untuk hal-hal yang berguna.
Saudara, tubuh kita sebagus apapun, setampan atau secantik apapun, itu semua cuma bungkus. Tidak lebih tidak kurang. Sekarang kelihatan indah, menawan, tetapi semua itu tidak bertahan lama. Sebentar akan menua, menjadi jelek, dan akhirnya dibuang ketika kita meninggal. Yang terpenting sebenarnya adalah isi dalamnya, roh kita. Itulah yang berharga. Itu yang akan bertahan sampai kekal. Apabila kita adalah anak-anak TUHAN, roh kita itulah yang akan kembali kepada BAPA, yang bisa bertahan sampai kekal, untuk memuji DIA di Surga mulia.
Oleh sebab itu, jangan hanya perhatikan bungkus. Jangan hanya sibuk menghias bungkus tubuh ini. Hiaslah roh kita dengan nilai-nilai kekekalan. Bawa dia (roh ini) untuk senantiasa menyembah BAPA. Ajak roh kita untuk sujud dihadapan-NYA. Memohon ampunan dan rahmat-NYA. Ajar roh kita untuk menurut sesuai kehendak BAPA.

Menurut saudara,
manakah yang lebih penting,
bungkusnya, atau isinya ?

Ary dan Ester Handoko

Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah ALLAH dengan sorak-sorai!

Mazmur 47 : 2

"Angkatlah tanganmu ke tempat kudus dan pujilah TUHAN !" Mazmur 134 : 2

Saudara yang terkasih ;
Di saat puji-pujian dinaikkan di salah satu kebaktian, kami mengangkat tangan untuk memuji RAJA di atas segala raja. Mengangkat tangan yang cukup lama, karena lagunya panjang dan refrainnya diulang-ulang, sampai tangan merasa mulai pegal. Di saat seperti itu tiba-tiba TUHAN ingatkan,” AKU pernah mengangkat tangan, cukup lama. Beberapa jam. Bahkan setengah hari. Yaitu disaat tangan-KU terpaku di kayu salib. Lelah, sakit, perih, pegal, malu, semua AKU rasakan. Bahkan rasanya hampir tak sanggup lagi. Tapi semuanya itu AKU lakukan untukmu. Salib yang penuh derita itu AKU hadapi, walaupun AKU tahu itu pasti sulit. Tetapi itu AKU lakukan, karena AKU CINTA KAU…..”
Saudara, di dalam menyanyi memuji TUHAN, terkadang kami saksikan, ada beberapa orang yang malas menyanyi dengan sungguh-sungguh. Mereka menyanyi terkesan ogah-ogahan. Dan mereka malas mengangkat tangan. Seakan di tangannya terikat besi sekian kilo sehingga untuk mengangkat tangan guna kemuliaan RAJA kita saja dia malas. Harus menunggu sampai pemimpin pujian menyuruhnya. Bahkan ada, sudah disuruhpun tetap saja tidak mau mengangkat tangan. Juga disaat lagu praise dilantunkan. Bertepuk tangan juga dia tidak mau. Entah kenapa. Kalau kita saja yang melihatnya merasa aneh, apalagi TUHAN. Tidakkah kita sadar akan hal ini ?
Saudara, jika TUHAN sudah pernah mengangkat tangan yang terpaku untuk menebus dosa kesalahan kita di kayu salib sampai beberapa jam nonstop, tidak bisakah kita membalas kasih-NYA ini dengan memuji DIA sebaik-baik yang bisa kita lakukan, termasuk bertepuk dan mengangkat tangan ?

Ku angkat tangan menyerahkan,
Semua beban hidupku pada-NYA
Ku angkat tangan menyerahkan,
Ku tahu pasti DIA buka jalan 

Ary dan Ester Handoko

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan

Amsal 4 : 23

"Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik" - I Tesalonika 5 : 21

Saudara yang terkasih ;
Suatu pagi mbak di rumah membawa berita heboh, bahwa semalam sepertinya ada tikus yang masuk di ruang dapur. Tikus itu terindikasi mencuri beras yang ada di tempat beras. Sebagai buktinya, dia ceritakan bahwa ada ceceran-ceceran beras di sekeliling tempat beras itu. Bukti ‘berantakan’nya TKP itu, membuat dia yakin betul bahwa ada tikus berkeliaran disitu tadi malam. Sempat kami juga sedikit percaya dengan kata-katanya itu. Tetapi setelah diingat lagi, ternyata tadi malam (setelah mbaknya tidur) anak-anak ada pergi ke dapur dan memang mengambil beras sedikit untuk bahan permainan dan peragaan di sekolah minggu. Tentunya kegiatan di malam buta itulah yang menyebabkan beberapa butir beras tercecer ke lantai. Kesimpulannya, bukan tikus yang mencuri beras tadi malam, melainkan anak-anak yang mengambil beras dengan cara tidak rapi.
Saudara, sepenggal cerita yang belum tentu benar, ditambah satu atau dua ‘bukti’ yang sepertinya mendukung cerita itu, menyebabkan sesuatu yang tadinya hanya berstatus sebagai : dugaan, bisa berubah menjadi : kebenaran. Tentu saja kebenaran disini adalah menurut si pencerita dan pendengar, yang keduanya sama-sama pengamat. Tetapi hal ini belum terbukti menjadi cerita yang sesungguhnya terjadi. Perlu ditanyakan kepada pihak-pihak yang terkait secara langsung, agar dugaan tadi bisa di cross check kebenarannya.
Janganlah menduga-duga sesuatu yang belum tentu benar, apalagi menyebarkan cerita kepada sekeliling tentang dugaan itu. Baiklah kita teliti lagi kebenarannya. Janganlah suka bergosip, karena hal itu tidak disukai oleh TUHAN. Nyatakanlah yang benar, dan jadilah anak-anak terang.

 

Ary dan Ester Handoko

Biarlah doaku adalah bagi-MU seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang

Mazmur 141 : 2

"Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada ALLAH di sorga" Ratapan 3 : 41

Saudara yang terkasih ;
Di saat pujian dinaikkan di sebuah kebaktian, kami mengangkat tangan untuk memuji DIA. Cukup lama. Sampai tangan terasa mulai pegal. Disaat itu TUHAN mengingatkan,”AKU pernah mengangkat tangan untukmu. Cukup lama, bahkan beberapa jam. Setengah harian bahkan. Yaitu saat tangan-KU terpaku di kayu salib. Lelah, sakit, perih, pegal, haus, bahkan rasanya tak sanggup lagi. Tetapi semua itu AKU lakukan untukmu. Salib AKU hadapi, walaupun AKU tahu itu penuh derita. Tapi semua AKU lakukan, karena AKU CINTA KAU…..”
Saudara, di dalam menyanyi memuji TUHAN, terkadang kami melihat ada beberapa orang, bahkan untuk mengangkat tangan kepada TUHAN saja malas. Harus menunggu sampai WL menyuruh untuk melakukannya. Bahkan sudah disuruh WL angkat tangan pun, masih ogah melakukannya. Diajak bertepuk tangan, tidak mau. Diajak mengangkat tangan, apalagi. Lebih suka berpangku tangan, atau memegang bangku di depan bangkunya. Itu kelihatan sekali saat di gereja. Juga sangat jelas, siapa yang bersemangat memuji TUHAN atau tidak. Kalau orang disekeliling saja bisa melihatnya, apalagi TUHAN. TUHAN bahkan bisa melihat sampai ke dalam hati. Apakah TUHAN akan disenangkan dengan pujian penyembahan kita, bila kita melakukannya dengan ogah-ogahan ?
Saudara, jika TUHAN sudah pernah mengangkat tangan yang terpaku untuk menebus dosa kita di dalam waktu beberapa jam yang penuh penderitaan, masakan untuk mengangkat tangan di dalam puji-pujian saja kita malas ?

Bila ku angkat tanganku menyerah
DIA kan turun tangan membela
Sbab DIA baik, sungguh baik
Mujizat-NYA kan dinyatakan
Ku angkat tanganku menyerahkan
Semua beban hidupku pada-NYA
Ku angkat tanganku menyerahkan
Ku tau pasti DIA buka jalan

 

Ary dan Ester Handoko

Lalu TUHAN ALLAH memberi perintah ini kepada manusia : "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati"

Kejadian 2 : 16 - 17

Saudara yang terkasih ;
Beberapa minggu lalu, mata seluruh dunia tertuju kepada sebuah acara pernikahan yang agung, yaitu antara Prince William dan seorang wanita yang berasal dari rakyat biasa yang bernama Meghan Markle. Banyak siaran berita yang mengulas, sejak Meghan menjadi anggota kerajaan, tentunya hidupnya tidak sebebas dulu. Bahkan ada sebuah siaran yang mengatakan, untuk main monopoli saja sekarang dia sudah tidak boleh. Apalagi berjalan-jalan seorang diri di taman atau mall, misalnya. Dia tidak mungkin lagi bisa jalan-jalan sendirian, karena sesuai aturan protokoler, harus selalu ada pengawal yang mengawal dia dari jauh untuk memastikan bahwa dia dan suaminya dalam keadaan aman. Dan banyak lagi aturan yang membatasi dia dan harus dia patuhi.
Tetapi seharusnya hal itu tidak menjadi masalah, karena walaupun hidupnya dibatasi, status sosialnya sekarang naik luar biasa tinggi. Dia menjadi anggota kerajaan Inggris. Segala yang ia inginkan sekarang bisa dia miliki tanpa harus bersusah payah. Segala fasilitas nomor satu bisa dia nikmati. Seperti kisah upik abu yang kemudian berubah menjadi Cinderella dan menikah dengan seorang pangeran, demikianlah kisahnya.
Saudara, sejak kita menjadi pengikut KRISTUS, kita pun punya cerita yang sama dengan Meghan. Dulu kita adalah budak dosa. tetapi sekarang kita menjadi anggota Kerajaan Tuhan. kita menjadi anak-anak Tuhan. Tetapi memang ada aturan yang membatasi kita. Tidak boleh ini, tidak boleh itu. Harus begini dan harus begitu. Kebebasan yang kita miliki adalah kebebasan yang beraturan. Bebas, tapi terbatas. Terbatas, tapi bebas. Tetapi, bukankah itu seharusnya tidak menjadi masalah, karena kita ‘sudah menang banyak’.

TUHAN, ku percaya janji-MU dalam hidupku
KAU b’ri kemenangan
TUHAN, KAU slalu setia di dalam hidupku
KAU berharga bagiku
KAUlah jaminanku dalam hidupku…

 

Ary dan Ester Handoko

Page 1 of 26