Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati

Ester 4 : 16

Saudara yang terkasih ;
Seminggu ini hati kita digetarkan dengan aneka peristiwa bom yang meledak disana dan disini di kota kita Surabaya tercinta ini. Semua peristiwa ini membuat hati sedikit bergetar. Memang ini suatu ujian yang berat. Di saat menghadapi banyak situasi yang sepertinya tak terkendali semacam ini, kami diingatkan satu pesan yang pembicara KKR pernah sampaikan kepada kami pribadi : kita harus edan sama TUHAN. Artinya: kita harus mati-matian sama TUHAN. Semakin giat, semakin sungguh-sungguh, semakin setia, semakin berkobar-kobar berdoa dan melayani TUHAN. Melakukan yang terbaik demi nama TUHAN. Itu maksudnya. Tidak peduli apa kata orang, tidak mempedulikan cemooh, kata sindiran atau apapun. Tetapi tetap melangkah maju bersama TUHAN. Seandainya pun TUHAN sedang menguji kita, kita harus tetap setia tanpa menyalahkan siapa pun.
Saudara sebuah kisah di Alkitab bisa menjadi contoh bagi kita. Di jaman ratu Ester, bangsa Yahudi dalam keadaan genting, karena keluar perintah dari raja agar mereka dibinasakan dan harta bendanya dirampas. Di saat itu ratu Ester memerintahkan rakyatnya untuk berpuasa dan berdoa. Dan ia berkata dengan tegas,”Kalau terpaksa aku mati biarlah aku mati.” Ia rela mati untuk membela bangsanya, dan ia rela mati sebagai bangsa yang mengasihi TUHAN yang ia yakini sekali, begitu mengasihinya. Cara dari TUHAN ia tempuh, ia mengambil sikap berdoa dan berpuasa untuk memohon pertolongan TUHAN.
Saudara, contohlah apa yang dilakukan Ester. Saat keadaan sangat tidak baik, bergumullah dengan TUHAN dalam doamu, dalam puasamu. Mati-matian dengan TUHAN. Menjadi ‘edan’ dengan TUHAN. Maka sama seperti Ester, kemenangan akan menjadi milik kita. Jika Ester bisa, kita juga pasti bisa !

Ary dan Ester Handoko

"Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-NYA dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-NYA di antara kamu" I Samuel 12 : 24

Saudara yang terkasih ;

Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh disainer kondang Anne Avantie, telah memberkati kami luar biasa. Lagu itulah yang kemarin dinyanyikan oleh pendoa syafaat pada saat kebaktian Kenaikan TUHAN YESUS yang lalu. Berikut liriknya, kami tuliskan untuk kita semua. Semoga menjadi berkat juga untuk saudara di saat menyanyikannya…

TUHAN, inilah hidupku

Ku persembahkan hanya pada-MU

Tubuh jiwa rohku, kus’rahkan bagi-MU

Jadikan ku baru di setiap waktu

Ku mau menjadi hamba-MU

Pakailah hidupku sampai memutih rambutku

Ku mau menjadi saksi-MU

Mewartakan kasih kebaikan-MU

TUHAN, inilah diriku

Pimpin aku menuju jalan-MU

Tenangkan batinku, sadarkan salahku

Ajar ku bersimpuh di setiap waktu

Ku mau menjadi alat-MU

Pakailah hidupku sampai memutih rambutku

Ku mau menjadi hati-MU

Mewartakan kasih kebaikan-MU

(Melayani TUHAN seumur hidupku…..)

 

Layanilah TUHAN, 

selagi masih ada kesempatan.

 

Ary dan Ester Handoko

(Kasih itu) tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran

I Korintus 13 : 5 - 6

Saudara yang terkasih ;

Sejak media sosial yang bernama facebook, twitter serta instagram merebak, maka hal-hal privacy seseorang yang dahulu tidak terekspose oleh dunia luar, bisa disaksikan oleh siapa saja saat ini. Bahkan oleh orang-orang asing yang tidak kenal dengan kita. Setiap foto, setiap ungkapan kata-kata, gambar, atau apapun, bisa dibaca oleh semua orang. Apa yang kita masukkan ke dalamnya, sudah menjadi milik publik. Seandainya pun itu kita hapus, benarkah datanya benar-benar sudah hilang? Siapa yang tahu kalau di kantor facebook, twitter, dan instagram semua itu masih tercatat dengan jelas?  

Saudara, semakin kegiatan kita bisa dibaca oleh banyak orang, seharusnya semakin kita hati-hati. Hati-hati dalam bersikap, hati-hati dalam memasukkan gambar, foto, tulisan, atau apapun. Segala sesuatu harus dipertimbangkan dulu untung ruginya. Benarkah perkataan yang kita tulis itu sesuai dengan kenyataan sebenarnya? Apakah yang kita cantumkan itu bisa merugikan atau menyinggung perasaan orang lain? Benarkah foto yang kita masukkan itu asli jepretan kita, bukan milik orang lain? Sudahkah kita minta ijin ke pemilik foto (sehubungan dengan foto jualan produk, misalnya) sebelum kita tayangkan? 

Ingatlah selalu bahwa kita adalah duta KRISTUS. Semuanya terbaca oleh dunia. Berlakulah sebagai anak-anak terang yang berhikmat di dalam bertindak. Walaupun sepertinya media-media semacam ini hanyalah permainan belaka, akan membawa dampak yang besar bagi kita sendiri. Berhati-hatilah. 

 

Ary dan Ester Handoko

Tetapi IA berkata kepada mereka: "BAPA-ku bekerja sampai sekarang, maka AKU pun bekerja juga"

Yohanes 5 : 17

Saudara yang terkasih ;

Seorang teman kami bercerita tentang sahabatnya yang berada di satu kota di Jawa Tengah, dan termasuk deretan orang kaya nomer sekian di kota itu. Temannya diluar kota ini punya perusahaan meubel. Dia pernah diajak untuk melihat-lihat gudangnya, dan gudang yang temannya miliki ini areanya luar biasa besarnya. Dia harus naik mobil, untuk bisa mengelilingi keseluruhan gudang itu, saking gedenya. Tetapi temannya ini secara rutin setiap hari harus berkeliling untuk memeriksa gudangnya itu satu demi satu. Dan acara mengelilingi sambil mengecek keseluruhan gudang itu, memakan waktu beberapa jam setiap hari. Itu dikerjakan dengan tekun, sambil memeriksa hasil meubel dengan rinci, sebab hasilnya harus sempurna karena akan dieksport. 

Saudara, kadang kita berpikir, seharusnya boss besar semacam itu sudah bisa istirahat. Tugasnya hanya memberi perintah kepada para bawahan dan ongkang-ongkang kaki saja, sudah mendapat keuntungan besar dari hasil kerjanya. Tetapi ternyata itu pemikiran yang keliru. Justru pengusaha yang sukses, biasanya mempunyai semangat juang yang luar biasa. Lebih besar dari para pegawainya. Hal ini mengingatkan kita akan perkataan YESUS,”BAPA-KU bekerja sampai sekarang.” ALLAH yang menciptakan langit dan bumi, alam semesta beserta segala isinya, tidak pernah berhenti bekerja. Demikian pula YESUS. IA akan terus berkarya sampai masa kekekalan. 

Saudara, TUHAN tidak menyukai kemalasan. Jika sampai hari ini DIA tidak pernah berhenti bekerja, DIA pun menginginkan kita agar kita terus ‘bergerak’ dan menjadi pribadi yang produktif. Mari tinggalkan kemalasan, menjadi manusia yang produktif, dan memuliakan DIA selama masih ada kesempatan bagi kita untuk bekerja. 

 

Ary dan Ester Handoko

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan ENGKAU, ya ALLAH. Jiwaku haus kepada ALLAH, kepada ALLAH yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat ALLAH

Mazmur 42 : 2 - 3

Saudara yang terkasih ;

Di banyak negara di Eropa, gedung-gedung gereja begitu indah bangunannya, dan taman-taman di depannya tampak begitu asri dan teduh. Namun sayang sekali, jemaatnya sangat sedikit, biasanya hanya terdiri dari opa dan oma yang sudah tua. Dan karena tidak ada perkembangan, jumlah jemaat semakin melorot, akhirnya gereja yang bagus itu ditutup. Bahkan tidak sedikit yang dijual. Masyarakat Eropa yang sudah sedemikian maju dan makmur, merasa tidak memerlukan datang beribadah kepada TUHAN lagi, karena segala sesuatunya sudah tercukupi. Sungguh menyedihkan. 

Hal itu bertolak belakang dengan kondisi saat pemazmur menuliskan ayat di atas. Waktu itu ia sedang dalam kondisi terjepit, tertawan oleh musuh. Justru di saat seperti itu, ia merasakan kerinduan yang luar biasa untuk berjumpa dengan TUHAN dalam Bait-NYA. Bahkan ia mengibaratkan dirinya seperti seekor rusa yang amat haus, dan rela melakukan apa saja karena kehausan yang sudah tak tertahan lagi. 

Saudara, semangat untuk terus datang ke rumah TUHAN memang perlu untuk dijaga. Janganlah kerajinan kita menjadi kendor. Peliharalah semangat yang membara untuk beribadah, sama seperti apa yang sudah diteladankan oleh Pemazmur itu. 

 

Satu hal yang kurindu, berdiam di dalam rumah-MU,

Satu hal yang ku pinta, menikmati Bait-MU TUHAN…

 

Ary dan Ester Handoko

Page 1 of 25