Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa IA teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

I Korintus 10 : 12

Saudara yang terkasih, 

Kita tentu pernah membaca atau mendengar firman TUHAN yang menceritakan tentang Petrus yang menyangkal YESUS 3 kali sebelum YESUS disalib. Lalu kita berkata dalam hati, bahwa kita tidak akan mungkin melakukan hal yang sama. Tetapi benarkah ? Di saat di gereja kita merasa begitu kuat ketika mendengar firman TUHAN, janji-janji TUHAN, tetapi saat menjalani hari-hari yang suram, kita meragukan kehadiran TUHAN untuk membimbing kita, bukankah itu hal yang sama ?
Ketika sedang menghadiri sebuah persekutuan, kita menyanyi dengan luar biasa semangat, mengangkat tangan dan percaya bahwa DIA sanggup memberkati. Tetapi saat melihat tagihan yang begitu besar di depan mata sementara account di bank tidak mencukupi, lalu kita bertanya-tanya : ‘Dimana TUHAN ? Kapan ENGKAU mengirim berkat untukku ?’ Sepertinya hal ini tidak jauh beda dengan keadaan Petrus pada waktu itu.
Lalu di saat sehat kita bersaksi kesana kemari tentang ALLAH yang Baik, yang Maha Menyembuhkan. Tetapi ketika DIA ijinkan ujian datang lewat sakit penyakit, seketika kita merasa down dan mulai berpikir-pikir untuk mencari pengobatan alternatif yang tidak sesuai dengan firman TUHAN. Itu juga sama dengan Petrus yang sesaat dalam tindakannya menganggap ia tidak kenal dengan TUHAN.
Juga misalnya, ketika seorang teman baik tiba-tiba mengajak untuk ikut ‘berpesta dunia’, dibayari dan ditraktir lagi, sepertinya sayang banget untuk dilewatkan karena pesta itu begitu menarik – padahal TUHAN tidak suka dengan pesta ini – tapi kita mengabaikannya dengan alasan sungkan sama teman. Ini sama saja dengan Petrus yang berlagak tidak kenal siapa YESUS itu.
Saudara, jadi ternyata, SEMUA AYAT di dalam Alkitab itu COCOK dengan kita juga. Jangan ada satu ayat pun yang terlewatkan untuk kita pelajari, resapi dan lakukan. Marilah kita selalu menyelaraskan hidup kita dengan Kebenaran Firman TUHAN.

Setiap hari kulihat Kasih-MU
Setiap hari kulihat Kuasa-MU
Setiap hari kulihat mujizat
Terjadi dalam hidupku

Ary dan Ester Handoko

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh DIA yang telah mengasihi kita

Roma 8 : 37

Saudara yang terkasih, 

Ada orang-orang yang berkata mau setia, cinta kepada TUHAN YESUS, tetapi tidak melakukan perintah TUHAN secara keseluruhan. Dipilihnya ayat-ayat yang menyenangkan hatinya yang berupa berkat dan tidak mau melakukan kewajibannya sebagai seorang Kristen dengan seutuhnya. Padahal sesungguhnya TUHAN melihat kepada kita setiap saat. DIA mencari orang-orang yang dapat diandalkan. Yang bisa ‘dititipi’ pekerjaan-NYA di dunia ini, dalam banyak hal.
Sebagai contoh, sewaktu IA hendak memberi makan 5000 orang, ternyata hanya ditemukan seorang anak kecil yang dengan rela dan polos mau memberikan bekalnya yang hanya berupa 5 roti dan 2 ikan. Ibarat ada kompetisi cepat=-cepatan memberikan persembahan makanan untuk YESUS, anak inilah yang tampil sebagai pemenang. Apakah diantara 5000 orang itu tidak ada yang lain yang membawa bekal ? Tentunya ada, bahkan banyak. Tetapi anak inilah yang terlebih dahulu memberikan bekalnya. Dia bukan memberi ‘sisa-sisa makanannya’atau ‘bonus-bonus snack yang dia tidak perlu’, tetapi ia memberikan makanan utama yang ia miliki !
Maukah kita tampil sebagai Pemenangnya TUHAN ? Terpilih menjadi trofinya TUHAN yang TUHAN bisa banggakan ke seisi dunia, seperti anak kecil dan persembahannya yang sederhana (tapi itu adalah yang terbaik yang ia miliki) ini? Disebut dalam catatannya TUHAN sebagai : ‘Yang mempedulikan AKU disaat AKU memerlukannya’? Bisakah kita melakukan hal yang sama ? Ataukah kita ‘menyembunyikan bekal’ kita dan membiarkan orang lain yang tampil sebagai pemenang ?

Ku bri yang terbaik bagi-MU
Kurelakan segalanya
Yang terbaik bagi-MU
S’gnap hatiku dan s’gnap jiwaku

Ary dan Ester Handoko

Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau ! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu

Amsal 3 : 3

Saudara yang terkasih, 

Beberapa minggu lalu saat sedang pelayanan di luar kota, disampaikanlah di pengumuman gereja setempat, ada seorang jemaat meninggal di usia ke 97 tahun. Jemaat ini adalah seorang oma yang sangat setia datang beribadah. Hamba TUHAN setempat bercerita sambil memuji, bahwa satu kali pun, sang oma tidak pernah absen untuk datang beribadah di hari Minggu. Bukan hanya beribadah di hari Minggu saja, tetapi ia juga datang beribadah di kebaktian-kebaktian lain selain hari Minggu, seperti kebaktian doa dan kebaktian pemahaman Alkitab. Hanya 1 kali saja ia absen, yaitu seminggu sebelum kematiannya, karena ia berkata bahwa ia merasa tidak sehat. Dan di minggu berikutnya, ia sudah dipanggil pulang ke Rumah BAPA. Luar biasa kesetiaannya.
Saudara, kali ini kita tidak belajar dari seorang tokoh Alkitab. Hanya belajar dari seorang oma. Dia hanyalah jemaat biasa, sama seperti kita semua. Jemaat suatu gereja, tetapi mendapat pujian dari gembalanya. Kira-kira, apakah yang akan dikatakan oleh Gembala Agung kita, ketika IA bertemu dengan oma ini ? Apakah sang oma akan mendapat pujian juga? Di dalam kesetiaannya datang beribadah, ada hati yang juga setia mengiring YESUS. Hati yang setia dan taat kepada firman TUHAN yang akan disampaikan di gereja. Ada hati yang rindu bertemu dengan TUHAN setiap hari, setiap waktu.
Bagaimana kesetiaan kita datang beribadah, bila dibandingkan dengan sang oma ini ? Apakah pengikutan kita kepada YESUS tidak kalah ‘rajin’nya dengan oma? Apakah daftar absensi kita rapi tersusun dan lengkap dengan centang kehadiran di kebaktian di gereja, ataukah kita masih perlu banyak berbenah diri ?

Sampai akhir ku menutup mata
Ku tetap setia menanti janji-MU
Sampai kudapatkan makota kehidupan-MU
Ku tetap setia, ku melayani-MU

Ary dan Ester Handoko

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita

Ibrani 12 : 1

Saudara yang terkasih, 

Seusai pagelaran balet yang diadakan kursus balet anak kami yang terkecil, ada video pertunjukan yang kemudian ditayangkan oleh sekolah baletnya di Instagram. Ketika kami melihat video itu anak kami berkata, ”Tahu nggak, itu sebetulnya di kanan kiri belakang panggung isinya penuh dengan orang ?””Oh ya? Kok bisa ada banyak orang ?” tanya kami. “Iya, sebab ‘kan ada guru-guru, terus rombongan murid yang akan tampil berikutnya .. ”Oh, iya juga ya. Jadi dalam pertunjukan yang sepertinya aman dan lancar-lancar saja yang berlangsung sampai hampir 3 jam itu, diperlukan urutan pemain yang selalu harus siap untuk tampilan berikutnya. Tidak boleh terputus, supaya alur cerita enak dilihat dan mengalir lancar. Tentunya rombongan ‘penonton’di belakang panggung itu juga disertai dengan rombongan lain yang jauh lebih banyak di barisan penonton yang terdiri dari para orang tua murid, pengatur acara, penyambut tamu, petugas audio dan lain-lain.
Saudara, kitapun di dunia ini sedang ada dalam panggung pertunjukan masing-masing. Perannya berbeda-beda, dan setiap orang memerankan 1 lakon yang tidak sama dengan yang lain. Di dalam penampilan itu, ada banyak ‘mata’ yang melihat. Selain ‘penonton’, yang terdiri dari orang-orang lain di sekitar kita, juga Guru Agung kita yaitu ALLAH BAPA, ALLAH ANAK dan ROH KUDUS. Juga ada mata ‘musuh’ yaitu iblis yang senantiasa memata-matai apapun yang kita lakukan dan pikirkan. Apakah yang kita kerjakan sudah benar, sesuai dengan apa yang telah diajarkan kepada kita? Setiap langkah dan atraksi yang kita buat akan kelihatan dengan jelas, terutama di mata Guru kita, tidak ada satu pun yang tersembunyi, karena semuanya diperankan di sebuah ‘panggung kehidupan.’ Oleh sebab itu,”Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada YESUS, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi DIA, yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta ALLAH.”

Kusembah KAU ALLAH KUASA
Tiada s’perti KAU
Kusembah KAU RAJA DAMAI
Itu yang kurindukan….
Ary & Ester Handoko

Ary dan Ester Handoko

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada BAPAmu yang ada di tempat tersembunyi. Maka BAPAmu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu

Matius 6 : 6

Saudara yang terkasih, 

Banyak jemaat dan teman yang bertanya, bagaimana sih caranya bisa mendengar suara TUHAN ? Hal ini adalah topik yang selalu menarik dan semua anak TUHAN ingin mengalaminya. Sebenarnya caranya sangat sederhana dan sudah ‘terpampang nyata’ ditulis di dalam Alkitab. Caranya, salah satunya yang paling mudah, adalah : dengan berdoa. Tetapi yang dimaksud dengan berdoa, bukan doa asal doa, tetapi doa dengan cara seperti yang sudah diajarkan YESUS dalam ayat diatas. Bersekutu dengan TUHAN secara pribadi. Bukan berarti lalu berdoa bersama-sama di dalam gereja atau persekutuan tidak ada artinya. Tetapi bila saudara benar-benar ingin mendengar tuntunan yang jelas dari TUHAN, dibutuhkan hati yang haus dan niat yang sungguh-sungguh untuk bertemu dengan-NYA dalam doa-doa pribadi.
Kata-kata ‘masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu’ bukan saja berarti secara harafiah kita harus berdoa di tempat yang tersembunyi dari keramaian, tetapi di saat berdoa, kita juga benar-benar harus memfokuskan pikiran dan hati kita kepada TUHAN. Bukan hanya badan kita saja yang harus berdua dengan TUHAN di dalam suatu ruangan, tetapi terutama ayat itu berbicara tentang hati dan pikiran yang FOKUS menantikan DIA. FOKUS mencari DIA. Bahkan di tengah keramaian. Ini perlu kesungguhan memang, karena benar-benar saat-saat itu pikiran kita tidak boleh ‘berjalan-jalan’ kemana-mana. Telinga rohani kita juga harus benar-benar tertuju kepada-NYA, karena biasanya DIA akan berbicara dengan suara yang halus dan lembut. Dan itu akan jelas terasa di dalam hati kita.
Saudara, cobalah mempraktekkan hal diatas, dan pasti engkau akan bisa mendengar suara-NYA yang lembut menuntut kita setiap hari.

Ini hatiku menyembah-MU
Tulus dan kagum pada-MU YESUS
Ini hatiku tak sempurna
Perlu campur tangan-MU dalam hidupku

Ary dan Ester Handoko

Page 1 of 41