Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki TUHAN dan terus mendengarkan perkataan-NYA..

Lukas 10 : 39

19 Mei 2019

Saudara yang terkasih, 

Sekali lagi tentang Maria dan Marta. Kisah si Marta, sebenarnya adalah gambaran dari kebanyakan kita. Sering kita punya begitu banyak alasan untuk tidak duduk dekat YESUS. Mungkin dengan berbagai macam alasan, seperti : repot lah, kerja lah, lagi refreshing lah… Bahkan di hari-hari libur, kita masih juga menggunakannya untuk bekerja atau selalu mengajak keluarga pergi jalan-jalan, sehingga tidak sempat datang di rumah TUHAN. Tiap hari bekerja sampai malam, sehingga beralasan untuk tidak pernah ada kesempatan untuk duduk ( baca : berdoa malam, berdoa puasa, atau berdoa syafaat) dibawah kaki TUHAN. Lalu, kapan sempatnya ? Kalau tidak disempatkan, memang tidak akan pernah sempat. Begitulah kenyataannya, sebab waktu itu diberikan TUHAN kepada kita, 24 jam sehari, untuk kita mengaturnya sendiri.
Kita selalu berkilah tidak sempat. Padahal TUHAN datang, menunggu kita. DIA setia, hendak memberkati kita. TUHAN yang Maha Sibuk saja menyempatkan diri untuk bertemu kita. Kenapa kita tidak sempat ? Jikalau YESUS jengkel dan prihatin kepada Marta, tidakkah DIA juga akan bersikap sama dengan kita, bila kita menghindar terus dengan berbagai alasan untuk ‘menyibukkan diri’ dan tidak mendekat kepada-NYA?

Lebih baik satu hari di pelataran-MU
Dari pada seribu hari di tempat lain
Memuji-MU menyembah-MU KAU ALLAH yang Hidup
Dan menikmati s’mua kemurahan-MU

Ary dan Ester Handoko