Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh

Mazmur 1 : 1

30 Juni 2019

Saudara yang terkasih, 

Suatu kali kami membeli telur ayam mentah di sebuah supermarket. Telur-telur itu sudah ditimbang dan diberi tatakan styrofoam serta diatur, ditumpuk jadi 2 susun, dan diberi plastik roll kencang untuk menutupnya. Secara acak kami ambil saja salah satunya, dengan melihat bahwa telur yang dibagian atas sepertinya bagus dan besar-besar, lalu langsung dimasukkan keranjang belanja. Ketika sedang duduk makan setelahnya di depot sebelah supermarket, mulai tercium bau tidak enak dari tas belanjaan, dan ketika diperiksa, ternyata bersumber dari ‘paket’ telur tadi. Rupanya ada 1 telur yang sudah pecah ( di bagian bawah, sehingga tidak kelihatan), dan ketika bergoyang di keranjang, cairannya keluar serta berbau busuk. Segera kami keluarkan telur-telur itu, yang busuk dibuang, dan telur-telur lain yang masih bagus kami cuci dengan air minum yang ada dan lap dengan tissue basah yang wangi. Tetapi walaupun telah dicuci dan dilap dengan bersih, bau yang terlanjur menempel pada telur-telur itu tidak hilang sepenuhnya hilang. Masih ada terus. Sangat susah untuk menghilangkan bau telur busuk ‘tetangga’nya tadi.
Saudara, kisah telur busuk ini memberi pelajaran berharga untuk kita, bahwa jika kita terus menerus bergaul dengan orang yang tidak benar, yang penuh kepahitan, yang suka berontak, yang pesimis, yang tidak menghormati TUHAN (dengan berbagai macam cara), maka sedikit banyak pengaruhnya pasti akan kena kepada kita. Entah itu cara berpikirnya, sikapnya menghadapi sekeliling, kata-katanya, bahkan caranya bergurau. Mungkin kita berkilah,’Ah, engga apa-apa, aku kuat, toh aku pelayanan, rajin ke gereja, aku punya pendirian sendiri kok, tidak akan terpengaruh apapun.’ Benarkah? Yang menilai bukan diri kita, tetapi orang di sekitar kita. Hanya saja mereka tidak berani berkata terus terang untuk menegur kita. Telur-telur yang ‘baik’ memang tidak retak atau pecah, tetapi karena mereka terus berdekatan dengan telur yang busuk, cairan telur busuk itu ‘menempel’ juga di kulit telur yang baik, dan baunya susah dihilangkan.
Jagalah pergaulan kita, bergaullah dengan orang-orang yang takut akan TUHAN, yang cinta TUHAN lebih dari segalanya. Yang hati, sikap dan perkataannya terjaga, yang hormat dan setia kepada-NYA…

Ary dan Ester Handoko