Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi

Mazmur 103 : 15 - 16

21 Juli 2019

Saudara yang terkasih, 

Semua kita dikagetkan dengan terdengarnya peristiwa dari kota Semarang, seorang anak hamba TUHAN yang sama-sama kita sudah kenal, meninggal secara tiba-tiba dan tak terduga. Mengagetkan karena selama ini almarhumah tidak kelihatan sakit, sehat-sehat saja, bahkan masih bisa beraktifitas dengan lancar sampai akhir hidupnya. Tentu saja ini membuat semua kaget dan terhenyak, serta kembali diingatkan tentang batas hidup manusia yang tiada seorang pun tahu kapan berakhirnya. Dalam keadaan sangat berduka, papanya tetap memimpin kebaktian hari Minggu lalu, memberi doa berkat untuk jemaat, dan berkata bahwa lewat peristiwa ini kita kembali diingatkan tentang otoritas TUHAN yang tidak terbantahkan. Sungguh suatu iman yang luar biasa telah ditunjukkan oleh sang papa.
Saudara, sekali lagi kita diingatkan, hidup yang hanya sebentar ini adalah KESEMPATAN. Hidup ini sangat terbatas waktunya. Bila kesempatan itu begitu terbatas dan tidak tahu kapan berakhirnya, tidakkah seharusnya kita menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya ? Layanilah TUHAN dengan sebaik-baiknya, menyanyilah untuk TUHAN dengan sebaik-baiknya, berikanlah persembahan apa yang menjadi hak TUHAN dengan sebaik-baiknya, berdoalah kepada TUHAN dengan sebaik-baiknya.
Satu saat kesempatan itu habis. Dan waktu yang terus berjalan ini membuat kesempatan itu semakin singkat. Gunakan kesempatan yang ada saat ini dengan sebaik-baiknya memberikan yang terbaik untuk TUHAN kita.

Oh, TUHAN pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

Ary dan Ester Handoko