Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik

Amsal 15 : 3

1 September 2019

Saudara yang terkasih, 

Suatu saat, kami pergi berlibur ke satu kota di Jawa Tengah, dan menginap di sebuah homestay. Homestay, bukan hotel. Karena hari-hari itu hotel-hotel penuh dan memasang tarif super tinggi karena musim liburan. Jadi karena home stay, itu artinya kami menginap di satu kamar yang ada di rumah seseorang yang disewakan per kamarnya. Kamar yang kami tempati sebenarnya lumayan, ada kamar mandi dalamnya. Tetapi terasa begitu banyak lubang yang bisa diintip dari luar. Ada jendela kaca bening yang cukup luas yang hanya ditutup dengan sehelai kain katun biasa dan dibentuk jadi korden (bukan kain tebal macam korden yang ada di hotel-hotel), di atas korden itu masih pula ada jarak yang cukup lebar, yang terbuka kacanya, sehingga kalau mau diintip bisa. Bukan itu saja. Ada tangga menuju ke atas di depan kaca jendela kamar kami yang hanya berjarak satu ruang tamu dibawahnya, yang kalau ada orang naik turun disitu bisa dengan jelas melihat isi siapa yang sedang tidur di ranjang kamar (karena ada jarak lebar diatas korden jendala kamar). Jadi sepanjang menginap di homestay tersebut, selalu merasa harus berhati-hati karena bisa diintip dari luar kamar.
Mengetahui bahwa ada orang lain yang bisa melihat apapun yang kita perbuat saja, sudah membuat kita harus berhati-hati dan waspada selalu dalam bertindak. Tapi sadarkah kita, bahwa ada sepasang Mata yang senantiasa mengawasi kita dan Dia tahu banget sampai ke dalam isi hati kita ? Mata yang memandang setiap anak-anak-NYA dengan penuh kasih, tetapi Dia juga sekaligus adalah BAPA yang Maha Disiplin, yang tidak segan memberikan didikan keras supaya anak-NYA sadar akan kesalahannya dan melakukan kehendak-NYA. Itulah TUHAN kita, yang selalu mengawasi apapun yang kita lakukan, apa saja yang kita pikirkan, bahkan tahu segala yang kita butuhkan.
Saudara, berlakulah setia, berjalanlah di jalan yang lurus, segera perbaiki segala kesalahan apabila kita mengingatnya bahwa tanpa disengaja kita telah melakukannya, sebab Mata TUHAN senantiasa mengawasi kita.

Mata TUHAN melihat apa yang kita perbuat,
Baik yang baik, atau yang jahat,
Oleh sebab itulah jangan berbuat jahat,
TUHAN melihat

Ary dan Ester Handoko