Sebab TUHAN mencintai hukum, dan IA tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-NYA. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anakcucu orang-orang fasik akan dilenyapkan

Mazmur 37 : 28

8 September 2019

Saudara yang terkasih, 

Diantara kita sebagian besar pasti sudah memiliki anak. Tentu pernah terjadi, satu ketika anak kita tidak pulang-pulang sampai malam, dan sulit dihubungi, serta kita tidak tahu dia sedang berada dimana dan sedang ngapain. Ditelepon tidak diangkat, di WA tidak dibuka, di sms sama juga. Akhirnya ketika anak itu pulang, tentu kita sudah sama-sama tahu apa yang harus dilakukan kepadanya. Anak itu pasti akan menerima kemarahan orang tuanya, omelan dan juga disiplin. Mungkin dia sedang terlalu enjoy jalan-jalan bersama temannya sehingga HP berbunyi tidak diangkat (atau lebih parah lagi, disilent / dibuat tidak berbunyi). Dan tidak peduli untuk memberi tahu kepada orang tuanya jam berapa ia akan pulang. Tetapi setelah mendapat disiplin, apa yang akan kita lakukan terhadap anak ini ? Tetap saja anak ini akan kita terima masuk ke dalam rumah dan beristirahat di kamarnya, mendapat makanan dan perlindungan dari kita orang tuanya.
Saudara, sama seperti itulah TUHAN yang kita sembah. DIA sangat disiplin dan memegang erat hukum-hukum-NYA. Bilamana kita berbuat dosa atau kesalahan, pasti akan kena hukuman. Tetapi TUHAN tetaplah TUHAN yang Maha Baik, setelah lewat masa amarah-NYA, cinta dan berkat-NYA akan tetap menyertai anak-anak yang dicintai-NYA. Hanya saja, tetaplah dalam perlindungan-NYA, jangan pernah menjauh dari kasih karunia-NYA. Sama seperti seorang anak yang tetap berada di dalam rumah orang tuanya, begitu pula seharusnya kita berlaku. Tetaplah setia, taat, takut kepada TUHAN. Haleluyah.

Ary dan Ester Handoko