Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau ! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu

Amsal 3 : 3

24 November 2019

Saudara yang terkasih, 

Beberapa minggu lalu saat sedang pelayanan di luar kota, disampaikanlah di pengumuman gereja setempat, ada seorang jemaat meninggal di usia ke 97 tahun. Jemaat ini adalah seorang oma yang sangat setia datang beribadah. Hamba TUHAN setempat bercerita sambil memuji, bahwa satu kali pun, sang oma tidak pernah absen untuk datang beribadah di hari Minggu. Bukan hanya beribadah di hari Minggu saja, tetapi ia juga datang beribadah di kebaktian-kebaktian lain selain hari Minggu, seperti kebaktian doa dan kebaktian pemahaman Alkitab. Hanya 1 kali saja ia absen, yaitu seminggu sebelum kematiannya, karena ia berkata bahwa ia merasa tidak sehat. Dan di minggu berikutnya, ia sudah dipanggil pulang ke Rumah BAPA. Luar biasa kesetiaannya.
Saudara, kali ini kita tidak belajar dari seorang tokoh Alkitab. Hanya belajar dari seorang oma. Dia hanyalah jemaat biasa, sama seperti kita semua. Jemaat suatu gereja, tetapi mendapat pujian dari gembalanya. Kira-kira, apakah yang akan dikatakan oleh Gembala Agung kita, ketika IA bertemu dengan oma ini ? Apakah sang oma akan mendapat pujian juga? Di dalam kesetiaannya datang beribadah, ada hati yang juga setia mengiring YESUS. Hati yang setia dan taat kepada firman TUHAN yang akan disampaikan di gereja. Ada hati yang rindu bertemu dengan TUHAN setiap hari, setiap waktu.
Bagaimana kesetiaan kita datang beribadah, bila dibandingkan dengan sang oma ini ? Apakah pengikutan kita kepada YESUS tidak kalah ‘rajin’nya dengan oma? Apakah daftar absensi kita rapi tersusun dan lengkap dengan centang kehadiran di kebaktian di gereja, ataukah kita masih perlu banyak berbenah diri ?

Sampai akhir ku menutup mata
Ku tetap setia menanti janji-MU
Sampai kudapatkan makota kehidupan-MU
Ku tetap setia, ku melayani-MU

Ary dan Ester Handoko