Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-KU

Yesaya 1 : 16a

26 Januari 2020

Saudara yang terkasih, 

Seorang teman diluar kota memberi laporan pandangan mata tentang seorang saudaranya yang tinggal serumah dengan dia. Dalam ‘curcol’nya dia berkata bahwa saudaranya itu sudah 5 hari tidak mau ganti baju. Dari hari Selasa ke hari Sabtu, saudaranya masih memakai baju yang sama, bahkan untuk tidur. Dia mandi, tetapi jarang-jarang, bisa sekitar 3 hari sekali, lalu pakai lagi baju yang sama. Baunya minta ampun, katanya. Bau itu ada di kamarnya sendiri, juga di kamar mandi, dan menyebar ke ruangan-ruangan yang lain. Bukan karena tidak punya baju maka dia tidak ganti baju, bajunya banyak di lemari, tetapi malas saja ganti baju. Juga malas mandi, malas membersihkan diri. Padahal di kamar mandi peralatan mandi juga sudah disediakan lengkap.
Saudara, kisah ini benar-benar ada. Sudah tersedia segala sesuatunya untuk seseorang membersihkan diri, tetapi dia tidak mau karena faktor malas. Dan merasa ‘sudah bersih.’ Padahal orang sekeliling sangat terganggu dengan kebiasaan buruknya ini. Tentu sebenarnya dia sendiri terganggu, tetapi kemalasannya mengatasi segalanya, termasuk keinginan untuk berbenah diri.
Seperti kisah nyata diatas, kita pun sebagai anak TUHAN harus rajin membersihkan diri. Membersihkan diri dari dunia yang begitu kotor mencemari kita, dengan terus meminta ampun kepada TUHAN setiap hari. Bertobat setiap hari. Melakukan perintah-NYA dan taat pada peraturan yang sudah DIA terapkan, setiap hari, setiap saat. Bayangkan betapa ‘kotor’nya kita, bila terus menerima hal-hal yang tidak menyenangkan dari dunia ini ( termasuk segala berita buruk yang kita dengar, gosip, perlakuan yang tidak menyenangkan dari seseorang, dan lain-lain), lalu kita simpan saja di dalam hati, tanpa berniat melepaskannya.

Berdoa minta ampun setiap hari,
bertobat setiap hari
Itulah yang senantiasa harus kita lakukan

Ary dan Ester Handoko