Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai ALLAH

Kisah Rasul 5 : 4b

Saudara yang terkasih, 

Minggu-minggu ini kita mendengar serial kotbah yang baru di gereja dengan tema : Mengenal TUHAN. Di dalam kebaktian minggu lalu, pengkotbah menyampaikan sekilas ayat di Alkitab yang menceritakan tentang Ananias dan Safira. Setelah kebaktian selesai, anak kami yang kecil bercerita tentang teman-temannya yang pernah bertanya kepadanya soal kisah itu. Mereka bertanya, benarkah ada ayat-ayat seperti itu di dalam Alkitab ? Bukankah selama ini guru Agama di sekolah hanya menjelaskan tentang TUHAN yang Maha Baik, TUHAN yang amat Sabar dan TUHAN yang Maha Pemurah. Kemudian anak kami berusaha menjelaskan kepada mereka, bahwa cerita tentang sepasang suami istri yang berdusta di hadapan TUHAN itu memang ada tercatat di Alkitab. Dan sebagai akibatnya, TUHAN murka serta segera menghukum mereka. Mendengar kisah itu, teman-temannya terdiam semua. Mereka kaget, seperti baru tahu bahwa TUHAN ternyata juga bisa marah. Maklum saja, sekolah anak kami adalah sekolah Katolik, dimana pengupasan firman TUHAN biasanya tidak terlalu mendalam.
Saudara, kenalilah TUHAN secara menyeluruh. Dengan mengenal TUHAN secara utuh, akan membuat kita takut dan gentar kepada-NYA. Itu akan mengubah cara kita datang mendekat kepada-NYA. Kita akan tahu, betapa Maha Dahsyatnya DIA. Juga Ketegasan-NYA. Kedisiplinan-NYA. Serta Kedaulatan-NYA. Jangan hanya mengenal DIA sebagai TUHAN yang Maha Pengampun saja. Suatu saat Hari Penghakiman itu tiba. Semua buku kehidupan setiap mahluk dibuka dihadapan TUHAN. Semua yang kita perbuat semasa hidup, terlihat dengan jelas. Marilah kita memperbaiki diri lebih berkenan kepada-NYA setiap saat. Makin hari lebih sungguh-sungguh beribadah, serta memberikan persembahan yang terbaik untuk-NYA.

Jika TUHAN hanya Maha Sabar dan Maha Pengampun,
Maka neraka itu tidak akan pernah ada……

Ary dan Ester Handoko

ALLAH itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti

Mazmur 46 : 2

Saudara yang terkasih, 

Ketika ada sebuah toko untuk perdana dibuka di suatu mall ternama, dia sediakan ada 200 boneka gratis untuk 200 pembeli pertama yang masuk ke toko tersebut dan membeli barang di toko itu sejumlah pembelian tertentu. Maka pada hari pembukaan, bahkan beberapa jam sebelum tokonya dibuka, sudah ramai orang antre memanjang seperti kereta api menunggu pintu masuk ke toko dibuka. Luar biasa peminatnya. Hanya untuk mendapatkan sebuah boneka yang sebenarnya juga bukan barang yang mereka perlukan. Ketika pintu mulai dibuka pada pukul 10.00, berlarianlah orang-orang yang telah menunggu dari tadi memasuki toko itu dan menyerbu apa saja yang dijual (tanpa berpikir panjang apakah barang tadi perlu dibeli) dan segera mendatangi kasir untuk menjadi bagian dari 200 pembeli pertama yang berhak mendapat boneka.
Saudara, sering kita lihat bahwa ada banyak penawaran di luar sana untuk mendapat sesuatu yang ‘tidak perlu’ seperti di mall ini, mendapat minat jauh lebih banyak dari sebuah penawaran gratis yang sangat diperlukan untuk hidup manusia di masa depan. Penawaran yang diberikan YESUS sangat jelas kita butuhkan. Tuntunan-NYA membuat hidup ini berjalan di dalam kasih karunia yang bisa kita rasakan setiap hari. Bukan saja untuk hidup kekal kelak, tetapi untuk hidup saat ini. Mengapa banyak orang lebih menghargai sesuatu yang tidak berharga, tetapi menyia-nyiakan hal lain yang sebetulnya lebih berharga dari apapun yang ada di dunia ? Mengapa tidak mau menerima penawaran gratis untuk hidup dekat dengan TUHAN ? Kenapa begitu banyak macam alasan dikemukakan ketika harus membayar harga supaya memperoleh pengenalan lebih lagi akan TUHAN? Padahal DIA beri semuanya itu GRATIS. Padahal juga DIA yang PUNYA SEGALANYA.

YESUS pegang erat tanganku,
Ku tak dapat hidup diluar Kasih-MU,
BAPA jangan tinggalkan aku,
ENGKAU alasan s’lama ku hidup

Ary dan Ester Handoko

Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi

Mazmur 103 : 15 - 16

Saudara yang terkasih, 

Semua kita dikagetkan dengan terdengarnya peristiwa dari kota Semarang, seorang anak hamba TUHAN yang sama-sama kita sudah kenal, meninggal secara tiba-tiba dan tak terduga. Mengagetkan karena selama ini almarhumah tidak kelihatan sakit, sehat-sehat saja, bahkan masih bisa beraktifitas dengan lancar sampai akhir hidupnya. Tentu saja ini membuat semua kaget dan terhenyak, serta kembali diingatkan tentang batas hidup manusia yang tiada seorang pun tahu kapan berakhirnya. Dalam keadaan sangat berduka, papanya tetap memimpin kebaktian hari Minggu lalu, memberi doa berkat untuk jemaat, dan berkata bahwa lewat peristiwa ini kita kembali diingatkan tentang otoritas TUHAN yang tidak terbantahkan. Sungguh suatu iman yang luar biasa telah ditunjukkan oleh sang papa.
Saudara, sekali lagi kita diingatkan, hidup yang hanya sebentar ini adalah KESEMPATAN. Hidup ini sangat terbatas waktunya. Bila kesempatan itu begitu terbatas dan tidak tahu kapan berakhirnya, tidakkah seharusnya kita menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya ? Layanilah TUHAN dengan sebaik-baiknya, menyanyilah untuk TUHAN dengan sebaik-baiknya, berikanlah persembahan apa yang menjadi hak TUHAN dengan sebaik-baiknya, berdoalah kepada TUHAN dengan sebaik-baiknya.
Satu saat kesempatan itu habis. Dan waktu yang terus berjalan ini membuat kesempatan itu semakin singkat. Gunakan kesempatan yang ada saat ini dengan sebaik-baiknya memberikan yang terbaik untuk TUHAN kita.

Oh, TUHAN pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

Ary dan Ester Handoko

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari

II Korintus 4 : 16

Saudara yang terkasih, 

‘Teman-teman, ini tanganku di pergelangan kanan kok tiba-tiba merasa sakit seperti keseleo, tapi saya yakin tidak keseleo. Apa itu asam urat…seumur-umur tidak pernah sakit kayak gini. Dikasi obat apa ya, supaya rasa sakitnya cepat hilang ? Ini sepupuku kasi resep dari dokterya obat A dan B, sudah tak minum 2 kali kok masih sakit ya .. Kalo tangan digoyang sakitnya dari ujung kepala sampai ujung kaki saking nyerinya. Kasih info ya teman-teman… thanks..” Ini adalah WA dari seorang teman di sebuah grup yang kami ikuti. Jadi ceritanya ada seorang teman yang tiba-tiba tangannya sakit. Dia share di grup itu, dan segeralah banyak teman-teman se-grup yang menganjurkan ini itu begitu beraneka ragamnya. Akhirnya dia pergi ke dokter dan setelah minum obat dokter, sakitnya berangsur hilang dan sudah enakan jauh.
Saudara, yang menjadi point cerita di atas bukan sakit apakah dia, tetapi bahwa ada rasa sakit yang tiba-tiba datang, dan rasa sakit ini sering menghampiri orang-orang yang umurnya sudah diatas 50 tahun. Bukan lagi jelita (jelang lima puluh tahun), tetapi sudah menjadi lolita (lolos lima puluh tahun). Sakit itu tidak pernah diundang, tetapi ia datang sendiri. Dan semua sakit itu, sesungguhnya menyadarkan kita, bahwa ‘lilin itu makin berkurang panjangnya.’ Sungguh benar jika pas di saat berulang tahun kita menyalakan lilin, sebab itu adalah gambaran dari umur kita. Setiap tahun, setiap kali kita meniup lilin ulang tahun, artinya umur kita berkurang 1 tahun lagi. Rasa sakit, pegal-pegal dan berbagai hal lain yang mulai datang di tubuh kita itu hanya mengingatkan, bahwa harusnya kita semakin lekat dengan TUHAN. Bukan lekat dengan hal-hal duniawi lagi, tetapi dengan DIA. Bukan masanya lagi berhura-hura dan memuaskan keinginan daging semata, tetapi sudah masanya untuk semakin ingat kepada TUHAN. Semakin menyerahkan diri dan berserah kepada TUHAN.
Jadi, berapa usia saudara sekarang ?

Semakin mulia DIA ubahku, ubahku, ubahku
Menjadi serupa dengan gambar-NYA
Dunia saksikan Kasih-NYA

Ary dan Ester Handoko

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh

Mazmur 1 : 1

Saudara yang terkasih, 

Suatu kali kami membeli telur ayam mentah di sebuah supermarket. Telur-telur itu sudah ditimbang dan diberi tatakan styrofoam serta diatur, ditumpuk jadi 2 susun, dan diberi plastik roll kencang untuk menutupnya. Secara acak kami ambil saja salah satunya, dengan melihat bahwa telur yang dibagian atas sepertinya bagus dan besar-besar, lalu langsung dimasukkan keranjang belanja. Ketika sedang duduk makan setelahnya di depot sebelah supermarket, mulai tercium bau tidak enak dari tas belanjaan, dan ketika diperiksa, ternyata bersumber dari ‘paket’ telur tadi. Rupanya ada 1 telur yang sudah pecah ( di bagian bawah, sehingga tidak kelihatan), dan ketika bergoyang di keranjang, cairannya keluar serta berbau busuk. Segera kami keluarkan telur-telur itu, yang busuk dibuang, dan telur-telur lain yang masih bagus kami cuci dengan air minum yang ada dan lap dengan tissue basah yang wangi. Tetapi walaupun telah dicuci dan dilap dengan bersih, bau yang terlanjur menempel pada telur-telur itu tidak hilang sepenuhnya hilang. Masih ada terus. Sangat susah untuk menghilangkan bau telur busuk ‘tetangga’nya tadi.
Saudara, kisah telur busuk ini memberi pelajaran berharga untuk kita, bahwa jika kita terus menerus bergaul dengan orang yang tidak benar, yang penuh kepahitan, yang suka berontak, yang pesimis, yang tidak menghormati TUHAN (dengan berbagai macam cara), maka sedikit banyak pengaruhnya pasti akan kena kepada kita. Entah itu cara berpikirnya, sikapnya menghadapi sekeliling, kata-katanya, bahkan caranya bergurau. Mungkin kita berkilah,’Ah, engga apa-apa, aku kuat, toh aku pelayanan, rajin ke gereja, aku punya pendirian sendiri kok, tidak akan terpengaruh apapun.’ Benarkah? Yang menilai bukan diri kita, tetapi orang di sekitar kita. Hanya saja mereka tidak berani berkata terus terang untuk menegur kita. Telur-telur yang ‘baik’ memang tidak retak atau pecah, tetapi karena mereka terus berdekatan dengan telur yang busuk, cairan telur busuk itu ‘menempel’ juga di kulit telur yang baik, dan baunya susah dihilangkan.
Jagalah pergaulan kita, bergaullah dengan orang-orang yang takut akan TUHAN, yang cinta TUHAN lebih dari segalanya. Yang hati, sikap dan perkataannya terjaga, yang hormat dan setia kepada-NYA…

Ary dan Ester Handoko