Demikian juga halnya dengan iman : Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati

Yakobus 2 : 17

Saudara yang terkasih ;

Sewaktu sedang membuka rekening di sebuah bank, petugas bank menjelaskan, bahwa rekening yang baru ini seharusnya tetap dijaga supaya terus aktif setiap bulannya. Sebab bila rekening itu ‘tidur’, atau tidak bergerak selama 6 bulan, artinya tidak ada penambahan maupun pengurangan sama sekali terhadap jumlah uang dalam rekening itu (atau dalam istilah perbankan : dormant account atau rekening tidur), maka pada bulan ke 7 rekening tersebut akan kena denda. Demikian seterusnya di bulan-bulan berikutnya. Setiap bulan rekening tersebut dikenai denda sebesar yang sudah ditetapkan oleh bank yang bersangkutan. Jadi, untuk sebuah rekening yang ‘tidur’, apalagi yang jumlah bunganya lebih kecil dari denda yang dikenakan, yang didapat bukannya untung, tapi malah merugi setiap bulan.

Saudara, seperti tabungan yang tidak diaktifkan, demikian juga iman kita jika tanpa perbuatan. Kita sudah ditebus, sudah diselamatkan oleh KRISTUS, tetapi apabila kita tidak mengerjakan keselamatan kita dengan melayani TUHAN dan menjadi berkat buat sesama, jangan kaget bila tiba-tiba sesuatu terjadi sebagai akibat atas iman yang ‘mati’ itu. Ingat apa yang sudah disampaikan oleh pembicara doa malam Selasa yang lalu, mari kita memupuk iman kita dengan mengerti akan firman TUHAN dan berlaku sesuai, selaras dengan firman itu. Dengan demikian iman kita akan bertumbuh. Kepercayaan kita akan semakin besar. Dan kita akan menyaksikan perbuatan-perbuatan TUHAN yang ajaib bagi kita ! 

Kerjakan iman percaya kita, 

jangan biarkan iman itu tertidur. 

Bangunlah, 

dan lakukanlah yang terbaik buat TUHAN !  

 

Ary dan Ester Handoko

AKU tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi AKU menyebut kamu sahabat, karena AKU telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah KUdengar dari BAPAku

Yohanes 15 : 15

Saudara yang terkasih ;

Di dalam dunia yang makin lama makin sukar ini, mendapati seorang sahabat yang selalu setia mendampingi kita di saat susah dan senang, tidaklah mudah. Buat yang telah seumur dengan kami, penawaran untuk ikut reuni ini itu, tentu sering saudara terima. Biasanya penawaran itu disertai embel-embel perkataan: ’Mumpung masih sehat dan kuat, mari kita kumpul-kumpul bersama. Kapan lagi. Siapa tahu waktu kita sudah tidak banyak.’ Tetapi, manfaat apa yang bisa kita dapat dalam reuni-reuni semacam itu? Kita dekat sebentar, akrab sebentar, semasa acara reuni, dan mungkin akan disambung selanjutnya lewat WA, line, Facebook, Instagram, telepon, dan hal lainnya. Tetapi di saat kita sedih, saat ada beban berat menindih hati kita, bisakah kita berbagi dengan teman-teman itu? Bukankah mereka juga telah kembali sibuk dengan aktifitas masing-masing? 

Saudara, sebuah lagu yang amat jadul mengingatkan kami, bahwa masih ada satu Sahabat atau Sobat, yang setia bersama kita, dalam keadaan apapun yang kita hadapi. DIAlah YESUS. Lagu jadul yang kata-katanya mungkin terdengar ‘lucu’ di masa sekarang ini kembali terngiang. Tidak usah kita takut tak punya teman untuk berbagi cerita atau curhat, karena YESUS selalu di sisi kita. DIA akan tetap menjadi Sobat kita yang setia. Sampai selama-lamanya. 

Berikut kata-kata lagu yang amat jadul itu, semoga menjadi berkat buat kita semua :

YESUS ada sobat kita

Amat tulus dan benar

IA dengan sukacita

Hentar kita bergemar

 

Reff :

Banyak kali dosa untung

Setia damai hilanglah

Karna tidak minta tolong 

Pada Sobat itulah

 

YESUS gerbang mawar saron

Bintang fajar yang mulia

Yang terindah dari s’mua

S’tiap orang harus tau

(kembali ke refrain…)

 

Ary dan Ester Handoko

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah TUHAN

Roma 12 : 11

Saudara yang terkasih ;

Seorang sahabat dari gereja di Semarang mem-broadcast soal adanya seminar di bulan September. Seminar tentang tarian, atau tambourine. Sahabat kami dari Semarang ini memang aktif di bidang pelayanan tari-tarian, termasuk di dalamnya tambourine. Sejak masa remaja dulu, sampai sekarang dia sudah menjadi ibu dari seorang anak ABG, dia tetap menari untuk TUHAN di gerejanya. Selain melatih tari karena dia punya kursus tari, dia terus menari hampir di setiap minggu dalam kebaktian umum. Dia berkata, bahwa seminar kali ini, pembicaranya adalah seorang nenek-nenek berumur kira-kira 69 tahun, yang sampai umur segitupun dia masih giat menari untuk TUHAN. Dan sahabat kami berkata,”Aku juga mau mencontoh beliau, aku mau terus menari, sampai umur berapapun. Selagi aku masih punya kekuatan yang dari TUHAN !”

Saudara, sebuah tekad yang luar biasa. Dan itu juga menjadi tekad kami. Selagi tenaga masih ada, masih ada tahun-tahun yang bisa kami lewati, kami akan terus melayani TUHAN di bidang yang TUHAN sediakan untuk kami kerjakan. Entah itu berkotbah, berdoa, main musik, menyanyi, dan lain-lain. Mengapa langkah harus terhenti saat usia mulai menua? Bukankah harusnya roh kita semakin menyala untuk melayani TUHAN? DIA yang sudah begitu setia menyertai serta memberkati di sepanjang hidup kita, sudah selayaknya kita balas dengan kesetiaan melayani-NYA, sampai akhir hidup kita.

 

Melayani, melayani, lebih sungguh…

Melayani, melayani, lebih sungguh…

TUHAN lebih dulu melayani kepadaku…

Melayani, melayani, lebih sungguh…. 

 

Ary dan Ester Handoko

Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran TUHAN? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-NYA ?

Roma 11:34

Saudara yang terkasih ;

Dalam sebuah perjalanan, kami pernah menjumpai sebuah toilet yang dirancang dengan begitu unik, terutama wastafel atau tempat membasuh tangan di dalam toilet itu. Saking uniknya, kami sempat bingung bagaimana caranya mengalirkan air setelah mencuci tangan dengan sabun. Untung akhirnya kami tahu juga, setelah sedikit memeras otak. Hal ini sudah kami posting di dalam Instagram kami, dan menuai komen:ngga praktis, aneh, ribet, dan lain-lain. Bagus, tapi memang ribet. Indah banget, tapi memang tidak praktis. 

Ada orang yang mengunggulkan kepraktisan pemakaian, tetapi ada pula orang yang mengedepankan seni. Begitu pula dalam dunia fashion, ada yang mendahulukan kenyamanan pemakainya, ada pula yang menyukai keindahan walaupun kadang mengorbankan kenyamanan (korban mode). 

Semua ini berbeda dengan YESUS. DIA mampu memadukan kemudahan, sekaligus rasa 'berkelas'. Hanya dengan mengaku saja bahwa YESUS adalah JURU SELAMAT, seseorang sudah tercatat sebagai anggota Kerajaan Sorga. Semudah itu.  Tetapi DIA juga sekaligus adalah Juru Selamat yang berseni. Dari saat kelahiran-NYA yang tidak biasa, sampai kepada kematian-NYA yang tiada duanya, semuanya begitu penuh ‘drama’ dan tak pernah terpikirkan oleh manusia. Apalagi soal kebangkitan-NYA. Tidak ada satupun yang bisa menyamai-NYA. 

YESUS, ENGKAU sungguh luar biasa……

 

Tak terbatas kuasa-MU TUHAN,

Semua dapat KAU lakukan,

Apa yang kelihatan mustahil bagiku, 

Itu sangat mungkin bagi-MU…..

 

Ary dan Ester Handoko

"Selidiklah aku, ya ALLAH, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"

Mazmur 139 : 23 – 24

Saudara yang terkasih ;

Dalam suatu kali doa malam, TUHAN berkata,”Kenapa mereka suka hitung-hitungan dengan AKU dalam banyak hal ? Memberi hanya sebatas garis paling bawah, bahkan memberi waktu untuk-KU? Sebisa mungkin menghindar, menyediakan waktu doa pun demikian, sebisa mungkin hanya sebulan sekali. Lebih baik lagi bila tidak usah sama sekali. Apalagi dalam hal memberi yang lain. Mengapa mereka hitung-hitungan kepada-KU, sedangkan AKU tidak pernah hitung-hitungan dengan mereka ?” Bila saudara yang mendengar sapaan semacam ini, apa yang saudara rasakan ? Dan apa yang saudara bisa jawab ? Saat itu kami tidak bisa menjawab apa-apa dan hanya bisa tunduk serta menitikkan air mata. TUHAN, ENGKAU begitu baik, tetapi apa yang kami umat-MU ini balaskan kepada-MU…..

Jangan pernah hitung-hitungan dengan TUHAN. Apabila itu kita lakukan, sebelum perhitungan dimulai, sesungguhnya kita sudah kalah duluan. Semua ini kita dapat dari TUHAN, bahkan kesempatan hidup, kemampuan untuk berbuat ini itu – termasuk kemampuan untuk bekerja dan mencari uang -. Jangan coba-coba menakar apa yang hendak kita berikan kepada TUHAN. Bukankah semuanya dari TUHAN ? Setiap berkat yang datang, bukankah itu dari TUHAN ? Setiap kesempatan baik yang diberikan kepada kita, bukankah itu juga dari TUHAN ? Dan bahkan waktu, sesuatu yang makin lama makin berkurang, yang kita miliki saat ini, itu juga dari TUHAN. Semakin panjang umur kita, berarti itu kesempatan untuk menggunakannya yang terbaik untuk TUHAN. 

Saudara, mari kita kerjakan, lakukan, pikirkan, apa yang bisa kita balaskan untuk TUHAN. Maka segenap jalan kita akan dijagai dan diberkati-NYA.

 

Selidiki aku, lihat hatiku,

Apakah ku sungguh mengasihi-MU YESUS,

KAU yang maha tahu, yang menilai hidupku,

Tak ada yang tersembunyi bagi-MU

 

Ary dan Ester Handoko