Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik

Amsal 15 : 3

Saudara yang terkasih, 

Suatu saat, kami pergi berlibur ke satu kota di Jawa Tengah, dan menginap di sebuah homestay. Homestay, bukan hotel. Karena hari-hari itu hotel-hotel penuh dan memasang tarif super tinggi karena musim liburan. Jadi karena home stay, itu artinya kami menginap di satu kamar yang ada di rumah seseorang yang disewakan per kamarnya. Kamar yang kami tempati sebenarnya lumayan, ada kamar mandi dalamnya. Tetapi terasa begitu banyak lubang yang bisa diintip dari luar. Ada jendela kaca bening yang cukup luas yang hanya ditutup dengan sehelai kain katun biasa dan dibentuk jadi korden (bukan kain tebal macam korden yang ada di hotel-hotel), di atas korden itu masih pula ada jarak yang cukup lebar, yang terbuka kacanya, sehingga kalau mau diintip bisa. Bukan itu saja. Ada tangga menuju ke atas di depan kaca jendela kamar kami yang hanya berjarak satu ruang tamu dibawahnya, yang kalau ada orang naik turun disitu bisa dengan jelas melihat isi siapa yang sedang tidur di ranjang kamar (karena ada jarak lebar diatas korden jendala kamar). Jadi sepanjang menginap di homestay tersebut, selalu merasa harus berhati-hati karena bisa diintip dari luar kamar.
Mengetahui bahwa ada orang lain yang bisa melihat apapun yang kita perbuat saja, sudah membuat kita harus berhati-hati dan waspada selalu dalam bertindak. Tapi sadarkah kita, bahwa ada sepasang Mata yang senantiasa mengawasi kita dan Dia tahu banget sampai ke dalam isi hati kita ? Mata yang memandang setiap anak-anak-NYA dengan penuh kasih, tetapi Dia juga sekaligus adalah BAPA yang Maha Disiplin, yang tidak segan memberikan didikan keras supaya anak-NYA sadar akan kesalahannya dan melakukan kehendak-NYA. Itulah TUHAN kita, yang selalu mengawasi apapun yang kita lakukan, apa saja yang kita pikirkan, bahkan tahu segala yang kita butuhkan.
Saudara, berlakulah setia, berjalanlah di jalan yang lurus, segera perbaiki segala kesalahan apabila kita mengingatnya bahwa tanpa disengaja kita telah melakukannya, sebab Mata TUHAN senantiasa mengawasi kita.

Mata TUHAN melihat apa yang kita perbuat,
Baik yang baik, atau yang jahat,
Oleh sebab itulah jangan berbuat jahat,
TUHAN melihat

Ary dan Ester Handoko

Sebab itu perhatikanlah kemurahan ALLAH dan juga kekerasan-NYA, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-NYA, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-NYA; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga

Roma 11 : 22

Saudara yang terkasih, 

Beberapa waktu lalu ketika sedang membaca Alkitab di kamar anak-anak, kami tiba di kitab Ulangan pasal 28. Membaca ayat-ayat awal yang isinya berkat-berkat dan berkat, hati merasa senang. Dan kami berkata kepada anak terkecil,”Wah, enak nih, hari ini pembacaan Alkitabnya isinya berkat…”Dengan cuek dan sambil stretching (kegiatan biasa setiap malam menjelang tidur yang dia lakukan sehubungan dengan les baletnya) dia berkata,”Ya, tapi mari gitu kutuk.”Eh, iya, kami melupakan bahwa di ayat-ayat dibawahnya, tercantum juga ayat-ayat panjang yang berisi tentang kutuk yang akan menimpa, bila tidak melakukan Firman TUHAN dengan baik. Dan dia menyambung lagi,”..bahkan ayat kutuknya lebih panjang dari berkatnya.”Memang, di Ulangan 28 itu, ayat berkat tercatat dari ayat 1 sampai ke 14. Tetapi ayat kutuk adalah dari ayat 15 sampai 46. Rupanya dia sudah duluan membaca KASIH (urutan pembacaan Alkitab gereja) hari itu…
Saudara, sering kali kita terpesona dan terlena dengan kebaikan TUHAN. Tetapi lupa bahwa IA juga adalah TUHAN yang sangat Disiplin dan memegang teguh Hukum-hukum-NYA. DIA bukan hanya TUHAN yang memberkati saja. Tetapi DIA juga akan menghukum siapa saja yang tidak menuruti perintah-perintah-NYA. Jangan pernah lupakan akan kemurahan dan kekerasan hati-NYA. Berapa kali kita terkejut melihat TUHAN yang galak ? Berapa kali kita merasa bertanya-tanya mengapa TUHAN tiba-tiba menimpa kita dengan disiplin yang keras ? Bilamana disiplin TUHAN sedang datang, terimalah dan bersyukurlah, karena itu artinya DIA sedang mendidik kita. Kita adalah anak-anak-NYA yang DIA kasihi, dan TUHAN mau kita terus berada dalam jalur yang benar.
Terimalah berkat sekaligus tegoran dan TUHAN secara seimbang. Jangan pernah lupakan bahwa TUHAN adalah TUHAN yang Adil dan akan memberikan berkat bila kita selalu mendekat dan tunduk kepada hukum-hukum-NYA.

Ary dan Ester Handoko

Neraca yang betul, batu timbangan yang betul, efa yang betul dan hin yang betul haruslah kamu pakai; AKUlah TUHAN, ALLAHmu yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir

Imamat 19:36

"Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi IA berkenan akan batu timbangan yang tepat" Amsal 11 : 1

Saudara yang terkasih,
Suatu kesempatan kami berjalan-jalan ke Pasar Atom dan berniat untuk menjual perhiasan emas yang modelnya sudah lama dan mencoba mencari dan mengganti dengan yang model baru. Beberapa toko kami datangi, ada yang mau terima untuk membeli, ada yang tidak. Akhirnya kami ketemu 2 toko yang mau membeli barang yang kami hendak jual. Tetapi anehnya, ketika dicoba dibandingkan harga belinya, jumlah yang disebutkan oleh kedua pemilik toko itu terpaut sangat banyak. Toko A bisa berbeda sekitar 17-20% dari toko B. Melihat perbedaan harga yang begitu besar, tentu saja kami memilih untuk menjual di toko yang berani menawar dengan harga lebih mahal. Dan untuk selanjutnya kami menetapkan hati untuk tidak lagi membeli atau menjual di toko yang menawar dengan harga terlalu rendah tersebut.
Saudara, dunia perdagangan adalah dunia yang sangat menarik untuk bisa mendapatkan laba sebanyak-banyaknya. Tetapi pesan TUHAN hari ini mengingatkan kita, untuk kita membeli atau menjual dengan harga yang sewajarnya. Juga takaran / timbangan yang kita pakai harus benar-benar bisa dipercaya. Begitu pula soal mutu barang yang dijual. Jangan sampai kita menipu pembeli dengan mengatakan suatu produk ini merk nya asli, padahal KW. Atau berkata ini barang impor dari Amerika asli, padahal dari Cina atau malah dari Bandung. Sebaliknya sebagai pembeli, janganlah juga kita menjadi pembeli yang jahat, yang menawar dengan harga yang tidak masuk akal murahnya. Yang berusaha menekan penjual dengan menawar mati-matian untuk mencapai harga paling rendah, padahal sebenarnya saudara tahu harga yang pantas untuk barang yang dijual itu.
Jadilah Terang dan Garam bagi dunia, termasuk di dalam dunia perdagangan. Jadilah anak-anak TUHAN yang bisa membawa berkat, kemanapun TUHAN utus kita untuk melangkah.

Ary dan Ester Handoko

Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu AKU buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu

Yeremia 29 : 7

Saudara yang terkasih, 

Tentu kita semua pernah merasakan ikut upacara bendera setiap hari Senin waktu bersekolah dulu. Biasanya yang masih diingat adalah : panas dan berkeringatnya badan ini karena kena terik matahari, juga keusilan teman-teman di sebelah kanan kiri dan belakang kita yang bermain-main selama upacara 1 jam yang sedang berlangsung. Atau mungkin juga ada satu dua teman yang tiba-tiba jatuh pingsan karena tidak tahan berdiri terus dan belum makan dari pagi. Ada banyak peristiwa lucu dan membuat memori lama terkenang kembali saat mengingat saat-saat upacara bendera itu. Belum lagi gerak langkah yang salah dan tidak serempak dari teman-teman yang sedang bertugas mengibarkan bendera, atau benderanya nyangkut ditengah-tengah tidak bisa naik lagi. Atau lagu Indonesia Raya masih berkumandang, tetapi pengibaran sang merah putih sudah selesai karena bendera merah putihnya sudah sampai di ujung tiang paling atas.
Saudara, aneka memory indah itu tentu sedikit banyak masih lekat di ingatan kita masing-masing. Bagaimanapun, upacara bendera adalah hal yang penting dilakukan, karena dengan upacara semacam ini, kita belajar untuk menghargai negara dan tanah air yang sudah diberikan TUHAN kepada bangsa ini. Alkitab pun mengajarkan bahwa kemanapun TUHAN menempatkan kita, kita harus berdoa untuk kesejahteraan negeri itu, karena kesejahteraannya adalah kesejahteraan kita juga. Sebuah bangsa yang mencintai TUHAN, yang penduduknya ingat kepada Sang Penciptanya, TUHAN berkati luar biasa. Tanahnya DIA berkati, begitu pula rakyatnya TUHAN berkati dengan hikmat, kesehatan dan kedamaian.
Hari ini di gereja kita merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 tahun. Mari kita terus berdoa untuk bangsa dan negara kita tercinta ini. TUHAN memberkati kita semua. MERDEKAA !!!

ENGKAU tetap TUHAN
kutinggikan diatas s’galanya
Bangsa ini dipenuhi Nama TUHAN….

Ary dan Ester Handoko

Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai ALLAH

Kisah Rasul 5 : 4b

Saudara yang terkasih, 

Minggu-minggu ini kita mendengar serial kotbah yang baru di gereja dengan tema : Mengenal TUHAN. Di dalam kebaktian minggu lalu, pengkotbah menyampaikan sekilas ayat di Alkitab yang menceritakan tentang Ananias dan Safira. Setelah kebaktian selesai, anak kami yang kecil bercerita tentang teman-temannya yang pernah bertanya kepadanya soal kisah itu. Mereka bertanya, benarkah ada ayat-ayat seperti itu di dalam Alkitab ? Bukankah selama ini guru Agama di sekolah hanya menjelaskan tentang TUHAN yang Maha Baik, TUHAN yang amat Sabar dan TUHAN yang Maha Pemurah. Kemudian anak kami berusaha menjelaskan kepada mereka, bahwa cerita tentang sepasang suami istri yang berdusta di hadapan TUHAN itu memang ada tercatat di Alkitab. Dan sebagai akibatnya, TUHAN murka serta segera menghukum mereka. Mendengar kisah itu, teman-temannya terdiam semua. Mereka kaget, seperti baru tahu bahwa TUHAN ternyata juga bisa marah. Maklum saja, sekolah anak kami adalah sekolah Katolik, dimana pengupasan firman TUHAN biasanya tidak terlalu mendalam.
Saudara, kenalilah TUHAN secara menyeluruh. Dengan mengenal TUHAN secara utuh, akan membuat kita takut dan gentar kepada-NYA. Itu akan mengubah cara kita datang mendekat kepada-NYA. Kita akan tahu, betapa Maha Dahsyatnya DIA. Juga Ketegasan-NYA. Kedisiplinan-NYA. Serta Kedaulatan-NYA. Jangan hanya mengenal DIA sebagai TUHAN yang Maha Pengampun saja. Suatu saat Hari Penghakiman itu tiba. Semua buku kehidupan setiap mahluk dibuka dihadapan TUHAN. Semua yang kita perbuat semasa hidup, terlihat dengan jelas. Marilah kita memperbaiki diri lebih berkenan kepada-NYA setiap saat. Makin hari lebih sungguh-sungguh beribadah, serta memberikan persembahan yang terbaik untuk-NYA.

Jika TUHAN hanya Maha Sabar dan Maha Pengampun,
Maka neraka itu tidak akan pernah ada……

Ary dan Ester Handoko