Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu

I Petrus 1 : 14

Saudara yang terkasih ;

Suatu kesempatan kami sedang dalam perjalanan yang cukup jauh dan lama, sehingga perut mulai terasa lapar. Setibanya di kota yang dituju, kami membeli sebungkus kue-kue, dengan maksud ingin mengisi perut sejenak dengan kue itu. Tetapi karena setelah itu kami harus menyambung perjalanan kembali dengan naik kereta, kami pikir bisalah dimakan di dalam kereta nanti. Ternyata setelah masuk ke dalam kereta api, ada larangan untuk makan dan minum di dalam kereta. Walaupun perut keroncongan, tenggorokan kering, dan hawa AC di kereta begitu menggoda untuk membuka kotak kue, kami taat kepada peraturan yang ada, menunggu dahulu hingga tiba di stasiun dan turun dari kereta api.

Saudara, begitulah caranya taat. Taat juga, seperti anjing yang diberi makanan tepat di depan hidungnya, tetapi tidak boleh dimakan, sampai tuannya mengijinkan. Selain itu, taat juga seperti tindakan tidak membuang sampah sembarangan, untuk menjaga kebersihan lingkungan. Taat itu berarti melakukan, walaupun tidak ada yang mengawasi. 

Saudara, bisakah kita belajar taat? Taat pada peraturan yang ditetapkan oleh TUHAN? Aturan yang ada di dalam Alkitab, semuanya sudah tertulis dengan jelas. Ada sebab dan akibat. Ada hadiah bagi yang taat dan ada akibat yang tidak enak bagi yang melanggarnya. Semoga kita selalu mengingatnya dan menurutinya. Semoga dengan ketaatan kita, segala jalan kita menjadi lancar dalam pimpinan-NYA……    

 

Pertanyaannya sederhana 

dan cuma satu….

"Maukah kita taat ?"

 

Ary dan Ester Handoko

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan ALLAH kepada barangsiapa yang mengasihi DIA

Yakobus 1 : 12

Saudara yang terkasih ;

Dalam perjalanan minggu lalu ke sebuah mall, secara tidak sengaja kami melihat tulisan CERES pada sebuah toko. Penasaran, merk apakah Ceres itu, maka kami mendekati toko itu, sebab setahu kami di Indo sini, Ceres adalah merk meisyes, atau coklat taburan untuk roti. Ternyata disana nama itu adalah nama toko berlian…hahahhaa… beda daerah memang beda pula pemakaian sebuah nama. 

Di etalase toko berlian itu, dipajang sebuah tiara / mahkota yang sangat indah, berikut keterangan yang menyertai di bawahnya. Keterangannya adalah, bahwa mahkota itu adalah mahkota yang pernah dipakai oleh Miss Universe yang berasal dari Malaysia. Woww, keren sekali mahkotanya, indah bentuknya dan penuh dengan ratusan berlian asli yang serba gemerlap. Pasti mahal sekali harganya. Bila ada orang yang memakainya dan kemudian berjalan di keramaian, bisa dipastikan semua mata akan tertuju kepadanya, karena dia memakai perhiasan yang luar biasa. 

Saudara, mahkota bertatahkan berlian seperti itu, siapakah yang tidak mengingininya ? Rasanya semua orang pasti mau bila diberi benda semulia itu. Saat ini mungkin rasanya tidak mungkin kita memilikinya. Tetapi Kekasih Jiwa kita, YESUS KRISTUS, menjanjikan, bahwa suatu saat kelak kita akan diberi sebuah mahkota. DIA akan mengaruniakan kepada kita mahkota yang tak akan pernah layu, yang selama-lamanya akan menjadi milik kita, yaitu Mahkota Kehidupan ! DIA berjanji bahwa barang siapa bertahan dalam pencobaan dan ujian, akan mendapatkan mahkota itu. Siapa yang mengasihi ALLAH dengan sungguh, tetap setia dan mengiring DIA sampai akhir, akan memperolehnya. 

Marilah kita kerjakan keselamatan kita dengan sungguh-sungguh mulai saat ini. Mahkota yang indah itu kelak akan dianugerahkan kepada kita. Haleluyah !!    

 

Di Surga nanti pakai baju putih,

atas kepala mahkota emas….

haleluyah, ku puji TUHAN

kekal selamanya …….

 

Ary dan Ester Handoko

Jadi siapa yang ada di dalam KRISTUS, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang

II Korintus 5 : 17

Saudara yang terkasih ;

Di setiap kamar anak-anak di rumah, di atas tempat tidur mereka, selalu tersedia selimut tebal, atau bed cover. Sebab sudah terbiasa sejak kecil, mereka selalu tidur dengan menggunakan selimut. Yang menjadi masalah adalah, selang beberapa waktu karena sudah kotor, selimut itu perlu diganti. Yang lama dicuci dan yang baru diambil dari lemari. Sering kali terjadi perdebatan ‘cukup sengit’ ketika akan menarik selimut lama masuk ke dalam keranjang baju kotor. Mereka mempertahankan selimut itu, karena sudah merasa sangat nyaman dengannya. Mereka tidak mau selimutnya diganti, walaupun yang baru lebih wangi dan bersih. Pada akhirnya, harus ditunggu saat yang tepat untuk menurunkan selimut lama, yaitu di saat mereka pergi…

Saudara, masalah selimut di atas terdengar akrab di telinga kita ya, namun dalam versi yang berbeda. Itulah yang disebut dengan ‘comfort zone’, atau zona nyaman, yaitu situasi dimana rasanya kita sudah merasa enak, nyaman, tidak mau digoyah atau diubah barang sedikitpun. “Sudahlah, begini saja saya sudah cukup puas kok..” begitu biasanya yang dikatakan orang. Padahal, kalau saja kita mau melangkah terus maju, ada sesuatu yang jauh lebih indah sudah disediakan TUHAN di depan. Yang harus kita lakukan hanyalah : meninggalkan yang lama dan bergerak maju untuk menggapai yang baru. Kenapa takut untuk berganti profesi, kenapa takut untuk pindah rumah, mengapa pula takut untuk mencoba bekerja sendiri, mencoba lahan bisnis yang baru, apalagi takut untuk mendekati seorang gadis ( yang terakhir khusus untuk para jomblo ). Lakukanlah bagian kita, yaitu : berani mencoba untuk suatu hal baru, yang sudah TUHAN perintahkan. Urusan soal berkat dan yang lain-lain, pasti akan diberikan oleh-NYA. Relakanlah ‘selimut lama’, sebab DIA sudah sediakan ‘selimut yang baru’ untuk kita. 

 

Just believe, and we will receive…

Percaya saja, dan kita akan menerimanya….

 

Ary dan Ester Handoko

Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu

I Petrus 5 : 4

Saudara yang terkasih ;

Belum lama ini kami bertemu dengan seorang hamba TUHAN di sebuah acara rapat GBT se Indonesia. Kami memuji kerajinannya mengurus acara tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar dan semua anggota rapat terpenuhi kebutuhannya. Dia berjalan kesana kemari, selama 3 hari, sebagai seksi sibuk. Tidak pernah kelihatan berhenti dan senantiasa hadir lebih awal di hari-hari tersebut. Dan dia menjawab pujian itu dengan berkata, ”Aku hanya cari mahkota saja.” Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata mahkota ditulis sebagai makota. Tapi kita terbiasa dengan menuliskan sebagai mahkota, dengan huruf h. terserah saja saudara biasa menyebutnya dengan kata apa. Yang penting artinya sama. 

Saudara, apa yang disebutkan hamba TUHAN tersebut menyadarkan kita, apa sih tujuan kita berlelah-lelah melayani TUHAN. Mengapa berbakti saja tidak cukup? Mengapa kepadanya harus ditambahkan kerajinan kita di dalam pelayanan di gereja lokal, dimana kita beribadah? Karena kita bukan hanya ingin sekedar diselamatkan, tetapi kita mencari yang lebih dari itu, yaitu mahkota. Ada reward atau hadiah khusus buat para pelayan TUHAN yang rajin melayani di bidang masing-masing sesuai talentanya. Dan itulah yang benar-benar akan kita dapatkan kelak.

Rajinlah melayani TUHAN, seperti yang dikotbahkan di gereja akhir-akhir ini. TUHAN mencari orang-orang yang rajin. Yang taat. Yang setia sampai akhir. Bukan cuma rajin datang ke gereja, tapi rajin juga menyukakan TUHAN dengan pelayanan kita. 

 

Jangan lelah, bekerja di ladangnya TUHAN,

ROH KUDUS yang bri kekuatan,

Yang mengajar dan menopang..

Tiada lelah, bekerja bersama-MU TUHAN,

Yang selalu mencukupkan

Akan segalanya…

 

Ary dan Ester Handoko

Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini :'Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka ALLAH akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka ALLAH akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di kitab ini'

Wahyu 22 : 18-19

Saudara yang terkasih ;

Seusai acara Paskah D Movers, kami menemani pembicara tamu yang diundang hadir menunggu jemputan di pekarangan depan gereja. Sempat kami berbincang-bincang dengan beliau, dan tibalah pada pokok pembahasan soal nama lain dari ALLAH dan YESUS. Dengan senyum, beliau berkata,”Saya pernah katakan kepada orang yang mengajak saya berdebat soal hal itu demikian,’Marilah kita sama-sama mendoakan orang sakit, saya dengan nama YESUS, dan saudara dengan nama lain seperti yang saudara ketahui. Mari kita lihat, mana yang lebih berkuasa untuk menyembuhkan orang sakit tersebut.’ “ Sejujurnya, sudah 2 orang hamba TUHAN yang berkata demikian kepada kami, dan keduanya bukan hamba TUHAN biasa, tetapi mereka adalah hamba-hamba yang diurapi sangat luar biasa dalam pelayanan masing-masing. 

Saudara, jangan menambah atau mengurangi atau mengganti apa yang sudah tertulis di dalam Alkitab kita. Demikian sudah tertulis di dalam firman TUHAN, mengapa kita mau menambah hal baru dan mengurangi ( menghapus / mengganti ) perkataan firman ALLAH yang sudah dari sejak lama tertulis ? Tidakkah itu melanggar perintah ALLAH? Tidakkah saudara gentar akan hal ini? 

Ada pepatah dalam pelajaran bahasa Indonesia yang berbunyi : Bagaikan pungguk merindukan bulan, punai di tangan dilepaskan. Yang artinya : mengharapkan sesuatu yang belum tentu, tetapi apa yang sudah didapat ditinggalkan. Mengapa memegang / mempercayai suatu ajaran baru, yang belum terbukti kebenarannya, dan melepaskan ajaran lama yang Alkitabiah? Mengapa melepaskan Nama Yang Ajaib itu, dan menggantikannya dengan nama lain, yang asing untuk diucapkan ?

 

Itu nama yang indah, nama YESUS,

Itu nama yang indah, dari Surga mulia, 

Bimbang takut diusirnya, hati susah dihibur-NYA,

Nama YESUS yang indah, yang ku cinta….

 

Ary dan Ester Handoko