Perbuatan ALLAH sempurna, janji TUHAN dapat dipercaya. IA seperti perisai bagi semua yang berlindung pada-NYA

Mazmur 18 : 31 (BIS)

Saudara yang terkasih, 

Baru minggu lalu kami pergi lagi ke dokter gigi. Rasanya usia semakin lanjut, kunjungan ke aneka dokter akan semakin sering, baik untuk periksa rutin maupun untuk berobat. Kali ini karena ada satu tambalan gigi yang rompal, sehingga perlu diperbaiki. Saat kami datang, kebetulan ada antrean pasien dan dokternya mengerjakan perawatan sendirian karena dia tidak pernah punya asisten untuk membantunya. Setelah disuruh buka mulut, maka dia mulai mengerjakan sambil berkata bahwa jika ditambal kemungkinan untuk lepas lagi masih ada, mengingat tambalannya sudah cukup besar dan posisinya miring. Singkat cerita dia obati dulu ‘sebuah gigi’ dan disuruh balik 3 hari kemudian untuk ditambal permanen. Seusai pengobatan, kami balik ke mobil dan melihat ke kaca di spion, loh ternyata gigi yang diobati salah ! Memang ada 2 gigi yang ‘bermasalah’dan posisinya berjejer, dan rupanya yang dikerjakan oleh pak dokter gigi satunya (yang memang sudah pernah ditambal 2 kali dan lepas terus, sehingga kami memutuskan untuk tidak menambal lagi). Buru-buru kami balik lagi ke kamar periksa dan sang dokter (untungnya) mau dikoreksi dan segera menambal gigi yang benar.
Saudara, untung cuma nambal gigi saja yang salah. Coba ke dokter penyakit organ dalam, dan mengobati ( atau memotong ) bagian yang salah, lebih parah lagi. Tetapi memang dokter masih manusia, jadi bisa saja dia salah. Banyak cerita dokter ketinggalan gunting atau pinset di dalam perut pasien ketika sedang operasi bedah, sehingga harus dibedah ulang untuk mengambil peralatannya. Tapi TUHAN kita TIDAK PERNAH SALAH ! DIA tidak pernah salah menilai orang. DIA juga tidak pernah salah memberkati seseorang. DIA tidak pernah salah mendidik orang, tidak pernah salah menunjukkan jalan yang benar dan tidak pernah salah alamat saat menghukum seseorang. DIA tidak pernah salah mengatur dunia dan alam semesta, tak pernah salah di dalam apapun yang DIA lakukan dan katakana. TUHAN kita SELALU BENAR. Manusia bisa salah, tetapi TUHAN tidak. Bersyukurlah akan keMaha-Benaran TUHAN kita.

DIA tak pernah gagal, karna DIA ALLAH
DIA tak pernah lalai, DIA jamin Firman-NYA
S’bab DIA ALLAH RAJA s’gala raja
Kekuatanku, perisaiku dan gunung batuku

Ary dan Ester Handoko

Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel : "Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, ALLAH nenek moyangmu ?"

Yosua 18 : 3

Saudara yang terkasih, 

Pernahkah mengalami hal seperti ini : saat sedang pergi keluar kota selama beberapa hari, sedang berjalan-jalan, lalu melewati sebuah toko dan ingin membeli suatu barang, namun ditunda dengan alasan : ‘Ahh, entar lah, nanti-nanti aja pas sudah dekat harinya pulang. Toh masih ada kesempatan…’ tetapi akhirnya sampai hari terakhir di kota itu pun kita tidak berkesempatan lagi untuk mengunjungi toko itu, dan kesempatan itu hilang. Tentu kejadian seperti ini kadang kala terjadi, bukan ?! Jika barang yang ingin dibeli itu tidak terlalu kita perlukan, tentu tidak apa-apa. Tapi bila barang itu benar-benar kita sedang perlukan atau inginkan dan harganya sesuai dengan budget yang kita miliki, akan terbersit rasa kecewa dalam hati karena tidak bisa memperolehnya.
Saudara, di dalam pembacaan Alkitab beberapa waktu lalu, kita baca bahwa disana Yosua menegur bangsa Israel yang bermalas-malas ( dibaca berlambat-lambat) untuk mengambil berkat yang sudah tersedia di depan mata mereka. Padahal kesempatannya sudah tiba dan sudah dinanti-nantikan selama 40 tahun. Kesempatan itu sudah datang dan tersedia. Yosua menegur dengan keras, karena mereka seperti mengabaikan apa yang sudah disediakan TUHAN dan tidak mau mengambilnya dengan cepat.
Bilamana waktunya telah tiba, janganlah berlambat-lambat. Raihlah kesempatan yang ada, kesempatan untuk memperoleh berkat TUHAN. Jangan sampai kesempatan itu lewat begitu saja dan tidak ada lagi kesempatan terbaik yang sama seperti itu.

Ku percaya KAU TUHAN yang tak pernah gagal
Menjadikan ku lebih dari pemenang
Ku percaya KAU TUHAN yang tak pernah lalai
Menepati janji-janji-MU

Ary dan Ester Handoko

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang

Lukas 12 : 43

Saudara yang terkasih, 

Suatu kali kami sedang ke mall Tunjungan Plaza. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 21.50, kami pun bersiap untuk pulang, karena sebentar lagi mall nya akan tutup. Tetapi sebelumnya, sempat mampir dulu ke toilet, dan ketika itu kami mendapat satu pengalaman yang masih teringat terus sampai sekarang. Biasanya bila mall sudah mau tutup, maka pegawai penjaga toilet sudah mulai bersih-bersih dan seringnya kita menghadapi muka masam pegawai yang merasa pekerjaannya terganggu karena mau dibersihkan masih saja ada pengunjung mall yang mau pakai toilet. Atau, bahkan kadang kala kita sudah ditolak untuk masuk, dengan alasan toiletnya lagi dibersihkan. Tetapi malam itu, di jam berakhirnya mall, petugas cleaning service masih menyambut kami dengan ramah, masih berkata,”Selamat malam pak/bu, silakan..”dan bahkan ketika keluar dari toilet masih disapa pula dengan ucapan,”Terimakasih pak/bu….” Dengan wajah tersenyum penuh keramahan yang tak berkurang sedikitpun. Dia tetap melayani dengan baik sampai detik terakhir masa tugasnya malam itu. Luar biasa. Kalau ada alat otomatis yang bisa memberi ‘bintang’untuk petugas itu, maka kami akan beri bintang 5 untuk dia.
Saudara, kisah hidup kita di dunia ini juga tidak akan selama-lamanya berlangsung. Semua akan ada akhirnya. Repotnya lagi, kita tidak pernah tahu kapan akan berakhir. Bisakah kita taat, setia dan melayani dengan sungguh-sungguh sedemikian rupa kepada TUHAN, sampai akhir ? Tidak pernah berkurang dan kendor barang sedikitpun. Selalu mempersiapkan diri sebaik-baiknya setiap hari, seperti kita akan ‘dipanggil’-NYA pulang setiap saat.
Pelajaran indah kami dapat dari pertemuan singkat dengan petugas cleaning service di toilet mall tadi. Kerjakanlah anugerah keselamatan kita dengan sekuat tenaga sampai titik yang paling akhir. Dan, mungkin hari ini adalah hari terakhir kita. Tidak ada seorang pun yang tahu…..

Ku mau setia sampai akhir
Melayani seumur hidupku
Sampai kudapatkan mahkota kehidupan
Di dalam kerajaan-MU

Ary dan Ester Handoko

Sebab TUHAN mencintai hukum, dan IA tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-NYA. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anakcucu orang-orang fasik akan dilenyapkan

Mazmur 37 : 28

Saudara yang terkasih, 

Diantara kita sebagian besar pasti sudah memiliki anak. Tentu pernah terjadi, satu ketika anak kita tidak pulang-pulang sampai malam, dan sulit dihubungi, serta kita tidak tahu dia sedang berada dimana dan sedang ngapain. Ditelepon tidak diangkat, di WA tidak dibuka, di sms sama juga. Akhirnya ketika anak itu pulang, tentu kita sudah sama-sama tahu apa yang harus dilakukan kepadanya. Anak itu pasti akan menerima kemarahan orang tuanya, omelan dan juga disiplin. Mungkin dia sedang terlalu enjoy jalan-jalan bersama temannya sehingga HP berbunyi tidak diangkat (atau lebih parah lagi, disilent / dibuat tidak berbunyi). Dan tidak peduli untuk memberi tahu kepada orang tuanya jam berapa ia akan pulang. Tetapi setelah mendapat disiplin, apa yang akan kita lakukan terhadap anak ini ? Tetap saja anak ini akan kita terima masuk ke dalam rumah dan beristirahat di kamarnya, mendapat makanan dan perlindungan dari kita orang tuanya.
Saudara, sama seperti itulah TUHAN yang kita sembah. DIA sangat disiplin dan memegang erat hukum-hukum-NYA. Bilamana kita berbuat dosa atau kesalahan, pasti akan kena hukuman. Tetapi TUHAN tetaplah TUHAN yang Maha Baik, setelah lewat masa amarah-NYA, cinta dan berkat-NYA akan tetap menyertai anak-anak yang dicintai-NYA. Hanya saja, tetaplah dalam perlindungan-NYA, jangan pernah menjauh dari kasih karunia-NYA. Sama seperti seorang anak yang tetap berada di dalam rumah orang tuanya, begitu pula seharusnya kita berlaku. Tetaplah setia, taat, takut kepada TUHAN. Haleluyah.

Ary dan Ester Handoko

Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik

Amsal 15 : 3

Saudara yang terkasih, 

Suatu saat, kami pergi berlibur ke satu kota di Jawa Tengah, dan menginap di sebuah homestay. Homestay, bukan hotel. Karena hari-hari itu hotel-hotel penuh dan memasang tarif super tinggi karena musim liburan. Jadi karena home stay, itu artinya kami menginap di satu kamar yang ada di rumah seseorang yang disewakan per kamarnya. Kamar yang kami tempati sebenarnya lumayan, ada kamar mandi dalamnya. Tetapi terasa begitu banyak lubang yang bisa diintip dari luar. Ada jendela kaca bening yang cukup luas yang hanya ditutup dengan sehelai kain katun biasa dan dibentuk jadi korden (bukan kain tebal macam korden yang ada di hotel-hotel), di atas korden itu masih pula ada jarak yang cukup lebar, yang terbuka kacanya, sehingga kalau mau diintip bisa. Bukan itu saja. Ada tangga menuju ke atas di depan kaca jendela kamar kami yang hanya berjarak satu ruang tamu dibawahnya, yang kalau ada orang naik turun disitu bisa dengan jelas melihat isi siapa yang sedang tidur di ranjang kamar (karena ada jarak lebar diatas korden jendala kamar). Jadi sepanjang menginap di homestay tersebut, selalu merasa harus berhati-hati karena bisa diintip dari luar kamar.
Mengetahui bahwa ada orang lain yang bisa melihat apapun yang kita perbuat saja, sudah membuat kita harus berhati-hati dan waspada selalu dalam bertindak. Tapi sadarkah kita, bahwa ada sepasang Mata yang senantiasa mengawasi kita dan Dia tahu banget sampai ke dalam isi hati kita ? Mata yang memandang setiap anak-anak-NYA dengan penuh kasih, tetapi Dia juga sekaligus adalah BAPA yang Maha Disiplin, yang tidak segan memberikan didikan keras supaya anak-NYA sadar akan kesalahannya dan melakukan kehendak-NYA. Itulah TUHAN kita, yang selalu mengawasi apapun yang kita lakukan, apa saja yang kita pikirkan, bahkan tahu segala yang kita butuhkan.
Saudara, berlakulah setia, berjalanlah di jalan yang lurus, segera perbaiki segala kesalahan apabila kita mengingatnya bahwa tanpa disengaja kita telah melakukannya, sebab Mata TUHAN senantiasa mengawasi kita.

Mata TUHAN melihat apa yang kita perbuat,
Baik yang baik, atau yang jahat,
Oleh sebab itulah jangan berbuat jahat,
TUHAN melihat

Ary dan Ester Handoko