Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki TUHAN dan terus mendengarkan perkataan-NYA..

Lukas 10 : 39

Saudara yang terkasih, 

Sekali lagi tentang Maria dan Marta. Kisah si Marta, sebenarnya adalah gambaran dari kebanyakan kita. Sering kita punya begitu banyak alasan untuk tidak duduk dekat YESUS. Mungkin dengan berbagai macam alasan, seperti : repot lah, kerja lah, lagi refreshing lah… Bahkan di hari-hari libur, kita masih juga menggunakannya untuk bekerja atau selalu mengajak keluarga pergi jalan-jalan, sehingga tidak sempat datang di rumah TUHAN. Tiap hari bekerja sampai malam, sehingga beralasan untuk tidak pernah ada kesempatan untuk duduk ( baca : berdoa malam, berdoa puasa, atau berdoa syafaat) dibawah kaki TUHAN. Lalu, kapan sempatnya ? Kalau tidak disempatkan, memang tidak akan pernah sempat. Begitulah kenyataannya, sebab waktu itu diberikan TUHAN kepada kita, 24 jam sehari, untuk kita mengaturnya sendiri.
Kita selalu berkilah tidak sempat. Padahal TUHAN datang, menunggu kita. DIA setia, hendak memberkati kita. TUHAN yang Maha Sibuk saja menyempatkan diri untuk bertemu kita. Kenapa kita tidak sempat ? Jikalau YESUS jengkel dan prihatin kepada Marta, tidakkah DIA juga akan bersikap sama dengan kita, bila kita menghindar terus dengan berbagai alasan untuk ‘menyibukkan diri’ dan tidak mendekat kepada-NYA?

Lebih baik satu hari di pelataran-MU
Dari pada seribu hari di tempat lain
Memuji-MU menyembah-MU KAU ALLAH yang Hidup
Dan menikmati s’mua kemurahan-MU

Ary dan Ester Handoko

Jawab YESUS :"AKUlah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-KU, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-KU, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Yohanes 11 : 25 - 26

Saudara yang terkasih, 

Ketika YESUS turun ke dunia, DIA datang membawa penebusan dosa. DIA bawa hidup yang kekal. DIA membawa Sorga Yang Mulia. DIA menjanjikan semuanya itu bagi yang percaya kepada-NYA. Cuma masalahnya, apakah kita percaya kepada-NYA ? Seperti seorang yang berada di pinggir tebing dan dibawahnya menanti lembah terjal yang amat dalam dan mengerikan, dia hampir-hampir jatuh kedalam lembah itu dan kematian sudah begitu dekat. Tiba-tiba ada seseorang mengulurkan tangannya dan hendak membantunya keluar dari ancaman kematian itu, begitulah yang diperbuat YESUS untuk kita.
Apakah kita harus percaya pada Penolong itu atau tidak? IA SUDAH mengulurkan tangan-NYA, tetapi IA menunggu untuk kita mengulurkan tangan kita juga. Kepercayaan kepada YESUS berarti : melepaskan pegangan pada ‘sesuatu yang kita pegang sebelumnya ’ dan berganti memegang tangan YESUS. Ada sesuatu yang perlu dilepas untuk menerima YESUS. Sesuatu itu bisa berarti : kepercayaan nenek moyang, illah-illah duniawi, atau juga ego, kebiasaan lama yang buruk, hati yang sering tidak percaya, juga rasa bimbang dan ragu atas pertolongan TUHAN.
TUHAN YESUS sudah begitu baik memberikan janji HIDUP KEKAL bagi barang siapa yang percaya kepada-NYA. Tetapi IA juga menunggu jawaban dari kita, oleh sebab itu IA bertanya :”Percayakah engkau akan hal ini ?”


Ya TUHAN, ku percaya, aku percaya
Lewati lembah air mata, aku percaya
Firman-MU ya dan amin, aku percaya
Kem’nangan sudah terjamin, AKU PERCAYA

Ary dan Ester Handoko

Sebab ENGKAUlah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; ENGKAU memagari dia dengan anugerah-MU seperti perisai

Mazmur 5 :12

Saudara yang terkasih, 

Ada seorang teman, yang suka sekali jika seorang pendeta berbicara soal berkat. Dia bisa memesan kaset kotbah soal berkat itu dan menyetelnya berulang-ulang dimana saja dan kapan saja. Dia juga suka sekali, ketika dalam suatu KKR hamba TUHAN menyampaikan nubuat tentangnya soal TUHAN akan memberkatinya dengan luar biasa. Dia akan bertanya lagi pada saudaranya yang datang di KKR itu bersamanya, dan minta saudaranya ( yang kebetulan juga mendengar nubuat itu) mengulangi lagi kata-kata yang disampaikan hamba TUHAN itu.
Saudara, rasanya wajar saja bila kotbah soal berkat lebih digemari dan lebih enak didengar daripada kotbah-kotbah pengajaran yang sepertinya kedengaran ‘membosankan.’ Bicara soal hadiah atau hak sebagai anak TUHAN, tentu menyenangkan, dan itu tidak bisa dipungkiri. Seperti buluh perindu terdengar di telinga, karena begitu manis penuh janji yang menyukakan hati. Dan sebenarnya, janji soal berkat itu tidak perlu diulang-ulang lagi untuk didengarkan, karena TUHAN sudah mengatakan bahwa berkat untuk kita selalu akan nyata. Selalu akan mengalir. Selalu baru setiap pagi. Artinya, tidak pernah kering, tidak pernah kosong. Selalu akan tersedia dalam bentuk yang bermacam-macam. Besar dan kecil.
Oleh karena itu, tidak perlu kita takut. Tidak perlu juga kita minta orang mengulang-ulang kata-kata berkat itu untuk kita dengarkan, karena TUHAN yang menjanjikannya itu SETIA. TUHAN itu HIDUP dan DIA akan memberkati kita selama-lamanya.

Kasih TUHAN tak berkesudahan
Tak habis-habisnya rahmat-NYA
S’lalu baru tiap pagi, baru tiap pagi
Besar setia-MU TUHAN
Besar setia-MU…

Ary dan Ester Handoko

Kata YESUS kepadanya :"AKUlah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada BAPA, kalau tidak melalui AKU"

Yohanes 14 : 6

Saudara yang terkasih, 

Pernah kami menyewa satu kamar di dalam sebuah rumah besar yang memang disewa-sewakan, ketika sedang pergi ke suatu daerah. Rumah itu hanya dijaga oleh seorang pembantu. Sewaktu pertama kali datang, kami sudah janjian akan tiba pukul sekian di sore hari. Si mbak rupanya sudah menunggu di halaman rumah. Untuk masuk ke dalam rumah itu ternyata harus self service. Di sebelah handel pintu depan, ada sebuah kotak, yang ada tombol-tombol berupa angka yang berjajar dari 0-9. Kami diajari untuk memencet nomor passwordnya, dan kalau benar, kami bisa masuk rumah itu sendiri, tanpa ada yang membukakan pintu. Tidak ada penjagaan lain sama sekali. Sangat sederhana, tetapi ternyata efektif.
Saudara, cerita di atas mengingatkan kita pada suatu hal di dalam Alkitab ya. Mengingatkan kita kepada ayat emas diatas, yang merupakan ayat andalan dan kekuatan kita semua. YESUS itulah Password kita untuk bisa mencapai Sorga yang Mulia. Lalu ada yang berusaha menyangkal dengan berkata ‘Jadi ngga apa-apa dong, nanti di saat paling akhir saja di pintu gerbang Sorga, baru sebut Nama YESUS.’ Betapa naifnya pemikiran itu, sebab itu tidak akan mungkin bisa dilakukan. Mengapa ? Karena justru Password Nama YESUS itulah yang membawa kita sampai ke depan pintu gerbang Sorga. Ketika kita tidak percaya kepada-NYA selama di dunia, saat umur kita habis, kita langsung akan menghadap ‘pintu gerbang yang berbeda.’ Menunda-nunda berarti sama dengan tidak ada kesempatan lagi.

Maka jiwaku memuja
Menyembah SANG RAJA
YESUS KRISTUS TUHAN
Kekal sempurna kuasa-MU
Agunglah karya-MU
YESUS KRISTUS TUHAN

Ary dan Ester Handoko

Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi kelegaan kepadamu

Matius 11 : 28

Saudara yang terkasih, 

Seorang teman SMA yang sudah sangat lama tidak pernah berjumpa, suatu saat bertemu kembali lewat WA. Dia banyak bercerita tentang kisah hidupnya yang penuh lika-liku. Jalan hidupnya tidak pernah mudah. Dan terakhir ini dia sedang dalam keadaan yang terpuruk karena tidak punya pekerjaan. Untuk mencari pekerjaan di usia yang sudah lebih dari 50 tahun, tentu tidak mudah. Dan katanya dia juga sudah lama tidak bergereja, karena ada masalah-masalah yang timbul ketika berada di gereja itu.
Saudara, satu pesan saja yang bisa kami sampaikan kepadanya, untuk dia kembali kepada Kasih BAPA. Ini juga menjadi pesan untuk kita semua. TUHAN begitu baik, tidak pernah DIA meninggal kita. TUHAN sediakan kelegaan yang gratis, kelegaan yang kita perlukan. Yang kita perlu lakukan hanyalah mendekatkan diri kepada-NYA, dan IA pasti akan menyambut kita.
BAPA yang MAHA BAIK itu, yang lewat Anak-NYA, YESUS, kita kenal, menyediakan kelegaan yang kita perlu. Akui segala kesalahan kita, minta ampun atas segala dosa-dosa yang pernah kita lakukan, dan hampiri DIA dengan kerinduan hati untuk menerima jamahan-NYA.

Kusadari dulu ku jauh dari kasih-MU
Ku akui segala dosa dan salahku
Ini aku datang pada-MU
Ampuniku
Dan KAU angkatku, lupakan dosaku
KAU jadikan ku sahabat karib-MU
KAU pulihkan aku, menuntun langkahku
KAU jadikanku kekasih yang sangat berharga bagi-MU

Ary dan Ester Handoko