Akan tetapi ALLAH menunjukkan Kasih-NYA kepada kita, oleh karena KRISTUS telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa

Roma 5 : 8

Saudara yang terkasih, 

Tersebutlah sebuah kisah nyata, ada seorang murid bertanya kepada guru lesnya,”Miss, TUHANnya macam-macam agama itu sama ngga sih? Apakah DIA sama dengan TUHANnya orang Kristen?” Perlu diketahui bahwa orang tua anak les ini keduanya sama-sama Kristen, hanya sayang tidak rajin datang ke gereja (dengan alasan sibuk, sebab selalu buka toko di hari Minggu dan hari libur). Jadi otomatis anaknya pun tidak dikirim ke sekolah minggu secara rutin. Hanya Kristen KTP saja. Miss nya terus terang bingung harus menjawab gimana, sehingga akhirnya dia menjawab,”Ya makanya, untuk tahu jawabannya, kamu harusnya rajin ke sekolah minggu. Nanti disana kamu tahu jawabannya.” Walaupun miss nya ini menjawab dengan jawaban yang ‘umum’ dan ‘aman-aman saja’, apa yang dikatakan miss itu benar sekali. Sangat perlu untuk anak itu datang ke gereja, ke sekolah minggu. Disanalah ia pasti akan mengenal TUHAN nya orang Kristen yang luar biasa.
Lalu, apa jawaban yang benar untuk pertanyaan sederhana di atas? Apakah TUHAN kita sama dengan TUHAN agama lain? Ternyata tidak! TUHAN yang kita sembah, yang kita kenal dengan Nama indah TUHAN YESUS KRISTUS itu, berbeda dengan TUHAN agama yang lain, karena TUHAN kita RELA MATI bagi kita demi untuk menebus kita dari dosa ! TUHAN kita yang namanya YESUS KRISTUS itu, berbeda dari TUHAN agama lain, karena DIA MAU DATANG KE DALAM DUNIA untuk bertemu dengan kita, orang berdosa yang hina ini, untuk menyelamatkan kita ! Itu adalah satu perbedaan yang sangat besar !
Saudara, di masa Paskah ini, baiklah kita naikkan ucapan syukur dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya atas pengorbanan YESUS di kayu salib. YESUS yang adalah TUHAN kita, adalah TUHAN yang Paling Istimewa yang begitu mencintai kita. Bila TUHAN YESUS sudah menjamah hidup kita dengan begitu indah, marilah kita perkenalkan YESUS ini kepada orang-orang lain, supaya mereka juga dapat memperoleh sukacita dan penebusan yang sama.

Dan KAU angkatku, lupakan dosaku
KAU jadikan ku sahabat karib-MU
KAU pulihkan aku, menuntun langkahku
KAU jadikanku kekasih
Yang sangat berharga bagi-MU

Ary dan Ester Handoko

Jawab-NYA: "ENGKAU tidak mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan BAPA sendiri menurut kuasa-NYA"

Kisah 1 : 7

Saudara yang terkasih, 

Akhir-akhir ini, ada sebuah lagu lama yang terngiang-ngiang di telinga, yang muter terus di pikiran dan menjadikan hati terasa hangat mengingat akan kebaikan TUHAN. Lagu ini pernah ‘in’atau menjadi tenar, di jaman ketika kami masih kuliah di sekitar 35 tahunan yang lalu (ternyata sudah lama sekali yaa ). Lagu ini bercerita tentang Waktu TUHAN. Bahwa TUHAN bergerak dan bekerja “dalam waktu-NYA”, bukan waktu kita. Kita inginnya sekarang, TUHAN berkata nanti. Kita inginnya instant, TUHAN berkata ‘Sabarlah, pada saatnya nanti semuanya akan menjadi indah.’ Karena kita tidak tahu akan apa yang terjadi di masa depan, tetapi TUHAN tahu. Dengan rinci. Apa yang terbaik untuk kita. Tetaplah setia pada-NYA, menanti penggenapan semua janji-janji-NYA. Sebab TUHAN bekerja dengan senyap, membawa kebaikan untuk kita. Dan IA akan wujudkan, pada waktu-NYA…..

In HIS time, in HIS time
HE makes all things beautiful, in HIS time
LORD, please show me everyday,
As YOU’re teaching me YOUR way,
That YOU do just what YOU say,
In YOUR time
In YOUR time, in YOUR time
YOU make all things beautiful, in YOUR time
LORD, my life to YOU I bring,
May each song I have to sing,
Be to YOU a lovely thing,
In YOUR time
TUHAN yang Maha Baik itu, sedang mempersiapkan Yang Terbaik untuk kita.

LORD, I want to praise YOU,
Lift my hands and say I love YOU
YOU are everything to me
And I exalt YOUR Holy Name on high….

Ary dan Ester Handoko

ALLAHku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-NYA dalam KRISTUS YESUS

Filipi 4 : 19

Saudara yang terkasih, 

Sama seperti sebagian besar dari saudara semua, kadang kami juga diletakkan TUHAN dalam posisi keuangan yang ‘sulit.’ Bacalah kata :’sulit’ ini dengan pengertian : tagihan dan cicilan bulanan sudah berjajar datang dengan rajinnya tanpa dapat ditunda, tetapi dananya belum ada. Tentu hal ini membuat hati cukup dag .. dig .. dug menjalani hari demi hari. Tetapi TUHAN memang luar biasa, IA sanggup melewatkan kami dari bulan ke bulan dengan cara-NYA yang sungguh-sungguh ajaib !
Di waktu lalu, ketika ujian itu kembali kami hadapi, tiba-tiba masuklah ke account kami sejumlah persembahan, dan ternyata dari seseorang yang kami kenal, dengan catatan : ’Lagi pengen aja.’ Kami cukup surprise dengan persembahan itu, karena kami tahu penghasilan dia tidak seberapa, karena dia masih seorang anak muda yang baru mulai bekerja. Hal ini adalah pertama kalinya dalam pelayanan, kami menerima persembahan dengan catatan seperti itu. ‘Lagi pengen aja.’ Luar biasa TUHAN itu ! Sanggup menggerakkan siapa saja untuk memberkati hamba-hamba-NYA. Tidak perlu kita harus meminta-minta, TUHAN sudah kirimkan. Dan itu memang adalah janji-NYA yang Ya dan Amin.
Saudara, TUHAN punya sejuta cara untuk memelihara hidup kita. Apapun kondisi kita saat ini, percayalah bahwa TUHAN sanggup memulihkan dan mencukupi kita semua. Haleluya !

Tiada yang mustahil bagi DIA
Ajaib s’gala perbuatan-NYA
S’gala perkara kutanggung dalam DIA
Di dalam kekuatan kuasa-NYA…..

Tinggal dalam Bait-MU

Ary dan Ester Handoko

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak ALLAH, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila KRISTUS menyatakan diri-NYA, kita akan menjadi sama seperti DIA, sebab kita akan melihat DIA dalam keadaan-NYA yang sebenarnya

I Yohanes 3 : 2

Saudara yang terkasih, 

Seorang murid les dengan polos bertanya kepada guru lesnya,”Miss, wajah YESUS itu seperti apa sih? Apakah kayak om-om, susuk-susuk, atau kayak koko-koko gitu ? Atau dia kayak papaku ? Kayak apa sih miss ?” Nah, dengan pertanyaan sederhana khas anak SD itu miss nya menjadi bingung harus menjawab apa. Akhirnya dia bilang,”Makanya kamu yang rajin ke gereja yaa, biar kamu nanti tahu jawabannya…”
Saudara, mungkin kita juga pernah bertanya-tanya tentang hal yang sama. Seperti apa sih YESUS itu? Bahkan dulu kamu juga pernah berpikir, “Nanti kalau sampai Sorga, gimana kita tau ya YESUSnya itu yang mana…” Sebuah pertanyaan yang lugu tapi juga menunjukkan kejujuran, karena memang sesungguhnya kita belum tahu persisnya seperti apa wajah YESUS. Tetapi beberapa orang yang pernah ‘diajak YESUS ke Surga’ mengatakan bahwa wajah-NYA tidak jauh berbeda dengan yang ada di poster-poster yang banyak dijual orang itu. Hanya lebih ganteng, dengan Muka yang bersinar sangat terang, sehingga tidak bisa kita melihatnya dengan kasat mata. Belum lagi katanya, bau jubah-NYA begitu wangi, bersih berkilauan, sungguh kemuliaan yang tiada tara memancar dari Diri YESUS.
Jadi apa sebenarnya yang harus dijawab miss itu jika satu saat ada seorang anak bertanya lagi padanya, dan apa yang harus kita jawab ketika seseorang bertanya kepada kita hal yang sama ? Jawablah dengan ayat emas di atas, itu jawaban yang paling benar. Kita sekarang memang belum bisa melihat secara nyata, tetapi satu saat kelak kita akan bertemu dengan DIA muka dengan muka.

Bertemu muka dengan muka,
Tenggelam di dalam KASIH-MU BAPA
Oh, TUHAN kurindukan selalu
Tinggal dalam Bait-MU

Ary dan Ester Handoko

Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu

I Yohanes 3 : 13

Saudara yang terkasih, 

Dalam satu kesempatan kami mengunjungi sebuah café langganan di mall. Kebetulan saat itu café terlihat ramai, hampir semua kursi terisi penuh, kecuali satu kursi di sisi kiri, dan satu kursi lagi di depan seorang pria yang duduk sendiri. Karena kami berdua, kami meminta ijin kepada pria yang duduk sendiri itu untuk memakai kursi kosong di depan mejanya. Dia mengangguk dan dengan amat ramah memberikan kursi kosong itu. Lalu beberapa saat dengan wajah penuh senyum dia menyapa dan berbasa basi, serta kemudian bertanya apa pekerjaan kami. Ketika kami menjawab, bahwa kami adalah pendeta / hamba TUHAN, seketika itu raut wajahnya berubah. Dia tak lagi ramah. Segera tegur sapanya berganti seraut wajah yang dingin dan malas menyapa. Padahal tidak ada kesalahan apapun dalam cara kami menjawab pertanyaannya. Nampaknya dia punya ‘dendam’ pribadi dengan orang yang memiliki profesi pendeta. Atau dia pernah kecewa dengan TUHAN ? Ahh, terserah saja ….
Saudara, apakah saudara pernah mengalami hal yang sama ? Dijauhi atau diperlakukan berbeda hanya karena saudara anak TUHAN ? Ketika kita menyebut diri sebagai seorang Kristen dan tidak lagi disapa seramah sebelumnya ? Jangan kaget bila dunia memperlakukan kita sedemikian, firman TUHAN sendiri sudah mengingatkan kita, bahwa dunia akan membenci kita. Dunia lebih suka menyambut orang yang ‘tidak rohani-rohani amat’. Apalagi di akhir jaman ini, dimana LGBT dan orang atheis dianggap wajar dan malah ‘lebih terhormat (karena netral/tidak memihak siapapun)’ dibanding yang beragama. TUHAN sendiri sudah memperingatkan untuk kita tidak kaget ketika kita dicela karena Nama-NYA. Welcome to the end of the world…

“Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat” Lukas 6 : 22

Ary dan Ester Handoko