Sebab itu perhatikanlah kemurahan ALLAH dan juga kekerasan-NYA, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-NYA, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-NYA; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga

Roma 11 : 22

Saudara yang terkasih, 

Beberapa waktu lalu ketika sedang membaca Alkitab di kamar anak-anak, kami tiba di kitab Ulangan pasal 28. Membaca ayat-ayat awal yang isinya berkat-berkat dan berkat, hati merasa senang. Dan kami berkata kepada anak terkecil,”Wah, enak nih, hari ini pembacaan Alkitabnya isinya berkat…”Dengan cuek dan sambil stretching (kegiatan biasa setiap malam menjelang tidur yang dia lakukan sehubungan dengan les baletnya) dia berkata,”Ya, tapi mari gitu kutuk.”Eh, iya, kami melupakan bahwa di ayat-ayat dibawahnya, tercantum juga ayat-ayat panjang yang berisi tentang kutuk yang akan menimpa, bila tidak melakukan Firman TUHAN dengan baik. Dan dia menyambung lagi,”..bahkan ayat kutuknya lebih panjang dari berkatnya.”Memang, di Ulangan 28 itu, ayat berkat tercatat dari ayat 1 sampai ke 14. Tetapi ayat kutuk adalah dari ayat 15 sampai 46. Rupanya dia sudah duluan membaca KASIH (urutan pembacaan Alkitab gereja) hari itu…
Saudara, sering kali kita terpesona dan terlena dengan kebaikan TUHAN. Tetapi lupa bahwa IA juga adalah TUHAN yang sangat Disiplin dan memegang teguh Hukum-hukum-NYA. DIA bukan hanya TUHAN yang memberkati saja. Tetapi DIA juga akan menghukum siapa saja yang tidak menuruti perintah-perintah-NYA. Jangan pernah lupakan akan kemurahan dan kekerasan hati-NYA. Berapa kali kita terkejut melihat TUHAN yang galak ? Berapa kali kita merasa bertanya-tanya mengapa TUHAN tiba-tiba menimpa kita dengan disiplin yang keras ? Bilamana disiplin TUHAN sedang datang, terimalah dan bersyukurlah, karena itu artinya DIA sedang mendidik kita. Kita adalah anak-anak-NYA yang DIA kasihi, dan TUHAN mau kita terus berada dalam jalur yang benar.
Terimalah berkat sekaligus tegoran dan TUHAN secara seimbang. Jangan pernah lupakan bahwa TUHAN adalah TUHAN yang Adil dan akan memberikan berkat bila kita selalu mendekat dan tunduk kepada hukum-hukum-NYA.

Ary dan Ester Handoko

Neraca yang betul, batu timbangan yang betul, efa yang betul dan hin yang betul haruslah kamu pakai; AKUlah TUHAN, ALLAHmu yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir

Imamat 19:36

"Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi IA berkenan akan batu timbangan yang tepat" Amsal 11 : 1

Saudara yang terkasih,
Suatu kesempatan kami berjalan-jalan ke Pasar Atom dan berniat untuk menjual perhiasan emas yang modelnya sudah lama dan mencoba mencari dan mengganti dengan yang model baru. Beberapa toko kami datangi, ada yang mau terima untuk membeli, ada yang tidak. Akhirnya kami ketemu 2 toko yang mau membeli barang yang kami hendak jual. Tetapi anehnya, ketika dicoba dibandingkan harga belinya, jumlah yang disebutkan oleh kedua pemilik toko itu terpaut sangat banyak. Toko A bisa berbeda sekitar 17-20% dari toko B. Melihat perbedaan harga yang begitu besar, tentu saja kami memilih untuk menjual di toko yang berani menawar dengan harga lebih mahal. Dan untuk selanjutnya kami menetapkan hati untuk tidak lagi membeli atau menjual di toko yang menawar dengan harga terlalu rendah tersebut.
Saudara, dunia perdagangan adalah dunia yang sangat menarik untuk bisa mendapatkan laba sebanyak-banyaknya. Tetapi pesan TUHAN hari ini mengingatkan kita, untuk kita membeli atau menjual dengan harga yang sewajarnya. Juga takaran / timbangan yang kita pakai harus benar-benar bisa dipercaya. Begitu pula soal mutu barang yang dijual. Jangan sampai kita menipu pembeli dengan mengatakan suatu produk ini merk nya asli, padahal KW. Atau berkata ini barang impor dari Amerika asli, padahal dari Cina atau malah dari Bandung. Sebaliknya sebagai pembeli, janganlah juga kita menjadi pembeli yang jahat, yang menawar dengan harga yang tidak masuk akal murahnya. Yang berusaha menekan penjual dengan menawar mati-matian untuk mencapai harga paling rendah, padahal sebenarnya saudara tahu harga yang pantas untuk barang yang dijual itu.
Jadilah Terang dan Garam bagi dunia, termasuk di dalam dunia perdagangan. Jadilah anak-anak TUHAN yang bisa membawa berkat, kemanapun TUHAN utus kita untuk melangkah.

Ary dan Ester Handoko

Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu AKU buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu

Yeremia 29 : 7

Saudara yang terkasih, 

Tentu kita semua pernah merasakan ikut upacara bendera setiap hari Senin waktu bersekolah dulu. Biasanya yang masih diingat adalah : panas dan berkeringatnya badan ini karena kena terik matahari, juga keusilan teman-teman di sebelah kanan kiri dan belakang kita yang bermain-main selama upacara 1 jam yang sedang berlangsung. Atau mungkin juga ada satu dua teman yang tiba-tiba jatuh pingsan karena tidak tahan berdiri terus dan belum makan dari pagi. Ada banyak peristiwa lucu dan membuat memori lama terkenang kembali saat mengingat saat-saat upacara bendera itu. Belum lagi gerak langkah yang salah dan tidak serempak dari teman-teman yang sedang bertugas mengibarkan bendera, atau benderanya nyangkut ditengah-tengah tidak bisa naik lagi. Atau lagu Indonesia Raya masih berkumandang, tetapi pengibaran sang merah putih sudah selesai karena bendera merah putihnya sudah sampai di ujung tiang paling atas.
Saudara, aneka memory indah itu tentu sedikit banyak masih lekat di ingatan kita masing-masing. Bagaimanapun, upacara bendera adalah hal yang penting dilakukan, karena dengan upacara semacam ini, kita belajar untuk menghargai negara dan tanah air yang sudah diberikan TUHAN kepada bangsa ini. Alkitab pun mengajarkan bahwa kemanapun TUHAN menempatkan kita, kita harus berdoa untuk kesejahteraan negeri itu, karena kesejahteraannya adalah kesejahteraan kita juga. Sebuah bangsa yang mencintai TUHAN, yang penduduknya ingat kepada Sang Penciptanya, TUHAN berkati luar biasa. Tanahnya DIA berkati, begitu pula rakyatnya TUHAN berkati dengan hikmat, kesehatan dan kedamaian.
Hari ini di gereja kita merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 tahun. Mari kita terus berdoa untuk bangsa dan negara kita tercinta ini. TUHAN memberkati kita semua. MERDEKAA !!!

ENGKAU tetap TUHAN
kutinggikan diatas s’galanya
Bangsa ini dipenuhi Nama TUHAN….

Ary dan Ester Handoko

Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai ALLAH

Kisah Rasul 5 : 4b

Saudara yang terkasih, 

Minggu-minggu ini kita mendengar serial kotbah yang baru di gereja dengan tema : Mengenal TUHAN. Di dalam kebaktian minggu lalu, pengkotbah menyampaikan sekilas ayat di Alkitab yang menceritakan tentang Ananias dan Safira. Setelah kebaktian selesai, anak kami yang kecil bercerita tentang teman-temannya yang pernah bertanya kepadanya soal kisah itu. Mereka bertanya, benarkah ada ayat-ayat seperti itu di dalam Alkitab ? Bukankah selama ini guru Agama di sekolah hanya menjelaskan tentang TUHAN yang Maha Baik, TUHAN yang amat Sabar dan TUHAN yang Maha Pemurah. Kemudian anak kami berusaha menjelaskan kepada mereka, bahwa cerita tentang sepasang suami istri yang berdusta di hadapan TUHAN itu memang ada tercatat di Alkitab. Dan sebagai akibatnya, TUHAN murka serta segera menghukum mereka. Mendengar kisah itu, teman-temannya terdiam semua. Mereka kaget, seperti baru tahu bahwa TUHAN ternyata juga bisa marah. Maklum saja, sekolah anak kami adalah sekolah Katolik, dimana pengupasan firman TUHAN biasanya tidak terlalu mendalam.
Saudara, kenalilah TUHAN secara menyeluruh. Dengan mengenal TUHAN secara utuh, akan membuat kita takut dan gentar kepada-NYA. Itu akan mengubah cara kita datang mendekat kepada-NYA. Kita akan tahu, betapa Maha Dahsyatnya DIA. Juga Ketegasan-NYA. Kedisiplinan-NYA. Serta Kedaulatan-NYA. Jangan hanya mengenal DIA sebagai TUHAN yang Maha Pengampun saja. Suatu saat Hari Penghakiman itu tiba. Semua buku kehidupan setiap mahluk dibuka dihadapan TUHAN. Semua yang kita perbuat semasa hidup, terlihat dengan jelas. Marilah kita memperbaiki diri lebih berkenan kepada-NYA setiap saat. Makin hari lebih sungguh-sungguh beribadah, serta memberikan persembahan yang terbaik untuk-NYA.

Jika TUHAN hanya Maha Sabar dan Maha Pengampun,
Maka neraka itu tidak akan pernah ada……

Ary dan Ester Handoko

ALLAH itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti

Mazmur 46 : 2

Saudara yang terkasih, 

Ketika ada sebuah toko untuk perdana dibuka di suatu mall ternama, dia sediakan ada 200 boneka gratis untuk 200 pembeli pertama yang masuk ke toko tersebut dan membeli barang di toko itu sejumlah pembelian tertentu. Maka pada hari pembukaan, bahkan beberapa jam sebelum tokonya dibuka, sudah ramai orang antre memanjang seperti kereta api menunggu pintu masuk ke toko dibuka. Luar biasa peminatnya. Hanya untuk mendapatkan sebuah boneka yang sebenarnya juga bukan barang yang mereka perlukan. Ketika pintu mulai dibuka pada pukul 10.00, berlarianlah orang-orang yang telah menunggu dari tadi memasuki toko itu dan menyerbu apa saja yang dijual (tanpa berpikir panjang apakah barang tadi perlu dibeli) dan segera mendatangi kasir untuk menjadi bagian dari 200 pembeli pertama yang berhak mendapat boneka.
Saudara, sering kita lihat bahwa ada banyak penawaran di luar sana untuk mendapat sesuatu yang ‘tidak perlu’ seperti di mall ini, mendapat minat jauh lebih banyak dari sebuah penawaran gratis yang sangat diperlukan untuk hidup manusia di masa depan. Penawaran yang diberikan YESUS sangat jelas kita butuhkan. Tuntunan-NYA membuat hidup ini berjalan di dalam kasih karunia yang bisa kita rasakan setiap hari. Bukan saja untuk hidup kekal kelak, tetapi untuk hidup saat ini. Mengapa banyak orang lebih menghargai sesuatu yang tidak berharga, tetapi menyia-nyiakan hal lain yang sebetulnya lebih berharga dari apapun yang ada di dunia ? Mengapa tidak mau menerima penawaran gratis untuk hidup dekat dengan TUHAN ? Kenapa begitu banyak macam alasan dikemukakan ketika harus membayar harga supaya memperoleh pengenalan lebih lagi akan TUHAN? Padahal DIA beri semuanya itu GRATIS. Padahal juga DIA yang PUNYA SEGALANYA.

YESUS pegang erat tanganku,
Ku tak dapat hidup diluar Kasih-MU,
BAPA jangan tinggalkan aku,
ENGKAU alasan s’lama ku hidup

Ary dan Ester Handoko