Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi

Mazmur 103 : 15 - 16

Saudara yang terkasih, 

Semua kita dikagetkan dengan terdengarnya peristiwa dari kota Semarang, seorang anak hamba TUHAN yang sama-sama kita sudah kenal, meninggal secara tiba-tiba dan tak terduga. Mengagetkan karena selama ini almarhumah tidak kelihatan sakit, sehat-sehat saja, bahkan masih bisa beraktifitas dengan lancar sampai akhir hidupnya. Tentu saja ini membuat semua kaget dan terhenyak, serta kembali diingatkan tentang batas hidup manusia yang tiada seorang pun tahu kapan berakhirnya. Dalam keadaan sangat berduka, papanya tetap memimpin kebaktian hari Minggu lalu, memberi doa berkat untuk jemaat, dan berkata bahwa lewat peristiwa ini kita kembali diingatkan tentang otoritas TUHAN yang tidak terbantahkan. Sungguh suatu iman yang luar biasa telah ditunjukkan oleh sang papa.
Saudara, sekali lagi kita diingatkan, hidup yang hanya sebentar ini adalah KESEMPATAN. Hidup ini sangat terbatas waktunya. Bila kesempatan itu begitu terbatas dan tidak tahu kapan berakhirnya, tidakkah seharusnya kita menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya ? Layanilah TUHAN dengan sebaik-baiknya, menyanyilah untuk TUHAN dengan sebaik-baiknya, berikanlah persembahan apa yang menjadi hak TUHAN dengan sebaik-baiknya, berdoalah kepada TUHAN dengan sebaik-baiknya.
Satu saat kesempatan itu habis. Dan waktu yang terus berjalan ini membuat kesempatan itu semakin singkat. Gunakan kesempatan yang ada saat ini dengan sebaik-baiknya memberikan yang terbaik untuk TUHAN kita.

Oh, TUHAN pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

Ary dan Ester Handoko

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari

II Korintus 4 : 16

Saudara yang terkasih, 

‘Teman-teman, ini tanganku di pergelangan kanan kok tiba-tiba merasa sakit seperti keseleo, tapi saya yakin tidak keseleo. Apa itu asam urat…seumur-umur tidak pernah sakit kayak gini. Dikasi obat apa ya, supaya rasa sakitnya cepat hilang ? Ini sepupuku kasi resep dari dokterya obat A dan B, sudah tak minum 2 kali kok masih sakit ya .. Kalo tangan digoyang sakitnya dari ujung kepala sampai ujung kaki saking nyerinya. Kasih info ya teman-teman… thanks..” Ini adalah WA dari seorang teman di sebuah grup yang kami ikuti. Jadi ceritanya ada seorang teman yang tiba-tiba tangannya sakit. Dia share di grup itu, dan segeralah banyak teman-teman se-grup yang menganjurkan ini itu begitu beraneka ragamnya. Akhirnya dia pergi ke dokter dan setelah minum obat dokter, sakitnya berangsur hilang dan sudah enakan jauh.
Saudara, yang menjadi point cerita di atas bukan sakit apakah dia, tetapi bahwa ada rasa sakit yang tiba-tiba datang, dan rasa sakit ini sering menghampiri orang-orang yang umurnya sudah diatas 50 tahun. Bukan lagi jelita (jelang lima puluh tahun), tetapi sudah menjadi lolita (lolos lima puluh tahun). Sakit itu tidak pernah diundang, tetapi ia datang sendiri. Dan semua sakit itu, sesungguhnya menyadarkan kita, bahwa ‘lilin itu makin berkurang panjangnya.’ Sungguh benar jika pas di saat berulang tahun kita menyalakan lilin, sebab itu adalah gambaran dari umur kita. Setiap tahun, setiap kali kita meniup lilin ulang tahun, artinya umur kita berkurang 1 tahun lagi. Rasa sakit, pegal-pegal dan berbagai hal lain yang mulai datang di tubuh kita itu hanya mengingatkan, bahwa harusnya kita semakin lekat dengan TUHAN. Bukan lekat dengan hal-hal duniawi lagi, tetapi dengan DIA. Bukan masanya lagi berhura-hura dan memuaskan keinginan daging semata, tetapi sudah masanya untuk semakin ingat kepada TUHAN. Semakin menyerahkan diri dan berserah kepada TUHAN.
Jadi, berapa usia saudara sekarang ?

Semakin mulia DIA ubahku, ubahku, ubahku
Menjadi serupa dengan gambar-NYA
Dunia saksikan Kasih-NYA

Ary dan Ester Handoko

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh

Mazmur 1 : 1

Saudara yang terkasih, 

Suatu kali kami membeli telur ayam mentah di sebuah supermarket. Telur-telur itu sudah ditimbang dan diberi tatakan styrofoam serta diatur, ditumpuk jadi 2 susun, dan diberi plastik roll kencang untuk menutupnya. Secara acak kami ambil saja salah satunya, dengan melihat bahwa telur yang dibagian atas sepertinya bagus dan besar-besar, lalu langsung dimasukkan keranjang belanja. Ketika sedang duduk makan setelahnya di depot sebelah supermarket, mulai tercium bau tidak enak dari tas belanjaan, dan ketika diperiksa, ternyata bersumber dari ‘paket’ telur tadi. Rupanya ada 1 telur yang sudah pecah ( di bagian bawah, sehingga tidak kelihatan), dan ketika bergoyang di keranjang, cairannya keluar serta berbau busuk. Segera kami keluarkan telur-telur itu, yang busuk dibuang, dan telur-telur lain yang masih bagus kami cuci dengan air minum yang ada dan lap dengan tissue basah yang wangi. Tetapi walaupun telah dicuci dan dilap dengan bersih, bau yang terlanjur menempel pada telur-telur itu tidak hilang sepenuhnya hilang. Masih ada terus. Sangat susah untuk menghilangkan bau telur busuk ‘tetangga’nya tadi.
Saudara, kisah telur busuk ini memberi pelajaran berharga untuk kita, bahwa jika kita terus menerus bergaul dengan orang yang tidak benar, yang penuh kepahitan, yang suka berontak, yang pesimis, yang tidak menghormati TUHAN (dengan berbagai macam cara), maka sedikit banyak pengaruhnya pasti akan kena kepada kita. Entah itu cara berpikirnya, sikapnya menghadapi sekeliling, kata-katanya, bahkan caranya bergurau. Mungkin kita berkilah,’Ah, engga apa-apa, aku kuat, toh aku pelayanan, rajin ke gereja, aku punya pendirian sendiri kok, tidak akan terpengaruh apapun.’ Benarkah? Yang menilai bukan diri kita, tetapi orang di sekitar kita. Hanya saja mereka tidak berani berkata terus terang untuk menegur kita. Telur-telur yang ‘baik’ memang tidak retak atau pecah, tetapi karena mereka terus berdekatan dengan telur yang busuk, cairan telur busuk itu ‘menempel’ juga di kulit telur yang baik, dan baunya susah dihilangkan.
Jagalah pergaulan kita, bergaullah dengan orang-orang yang takut akan TUHAN, yang cinta TUHAN lebih dari segalanya. Yang hati, sikap dan perkataannya terjaga, yang hormat dan setia kepada-NYA…

Ary dan Ester Handoko

Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi kelegaan kepadamu

Matius 11 : 28

"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-KU dan ujilah AKU, firman TUHAN semesta alam, apakah AKU tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan" Maleakhi 3 : 10

Saudara yang terkasih,
Salah satu anak kami sering tidak mau mencoba jenis makanan baru. Belum dirasakan enak atau tidaknya, dia langsung berkata : tidak suka, tidak enak. Padahal dia belum pernah makan makanan itu sama sekali. Suatu ketika saat dia lapar dan melihat ada roti tawar, dia mengambil sehelai roti tawar (karena katanya mau diet), dan mau memakannya begitu saja. ‘Gak suka selai dan isi yang macam-macam,’ katanya. Tetapi akhirnya (setelah dirayu untuk mencoba 1 jenis selai), akhirnya dia coba juga. Matanya melebar ketika roti isi ‘selai baru’ itu masuk ke mulutnya. Katanya : ’Enak yaa, rasanya lucu, seperti roti marie regal yang dibikin jadi selai, aneh tapi enakk. Kok ada ya selai macam gini… ’. Memang itu adalah selai import pemberian orang, jarang didapat di supermarket biasa. Tapi bukan itu yang penting. Yang menjadi sorotan adalah : jangan menghakimi / men-judge sesuatu sebelum mencoba.
Saudara, begitu banyak janji TUHAN, firman TUHAN yang disediakan untuk membimbing kita dan membuat iman kita semakin bertumbuh di dalam DIA. Kita juga sudah banyak mendengar, membaca, melihat kesaksian, tetapi mengapa tetap tidak mau mencoba untuk percaya dan melakukan ? TUHAN berjanji untk memberikan kelegaan kepada yang letih lesu dan berbeban berat (ada banyak masalah yang tidak bisa diceritakan), TUHAN berjanji memberi kelegaan. Tetapi mengapa banyak anak TUHAN tetap memanggul beban masalah itu sendiri dan tidak mau datang pada TUHAN ? Begitu pula contoh lain, TUHAN berjanji akan memberkati kita sampai berkelimpahan (bukan hanya materi, tapi kesehatan, damai sejahtera, penyertaan sepanjang hari, masa depan yang gemilang) apabila kita dengan taat mengembalikan persembahan persepuluhan ke rumah TUHAN, tetapi kita tidak mau melakukannya karena tidak percaya TUHAN pasti memberkati. Mengapa men-judge duluan sebelum melakukannya? Mengapa menolak untuk mempercayai janji TUHAN?
Belajarlah untuk menerima dan melakukan setiap firman TUHAN tanpa terkecuali, sebab selalu ada berkat besar bagi yang setia dan percaya kepada-NYA. Berkat itu tersedia untuk saat ini, dan juga nanti (bila kita bertemu kembali dengan-NYA kelak).

Ary dan Ester Handoko

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun

Ulangan 6 : 6 - 7

Saudara yang terkasih, 

Saat sedang kontrol rutin di sebuah rumah sakit, kami melihat ada selembar catatan ditempel di atas kaca di wastafel rumah sakit yang menjelaskan tentang prosedur mencuci tangan yang benar. Begitu sederhana proses mencuci tangan, kenapa musti ditempel di kaca toilet sebuah rumah sakit ? Padahal yang bercermin juga banyak orang yang sudah dewasa, bukan anak kecil lagi. Selain itu, bukankah kita semua rasanya sudah pintar mencuci tangan sendiri ? Kenapa tahapan-tahapannya harus dijelaskan dengan begitu rinci ? Tetapi rupanya, pelajaran sederhana seperti ini memang harus diulang dan diingatkan lagi. Bukan karena manusia bodoh (pasti tidak ada yang mau dibilang bodoh), tetapi karena ‘lupa’, atau ‘malas’, atau tidak peduli kebersihan. Padahal hal sederhana itu penting sekali untuk kesehatan kita.
Saudara, seperti halnya prosedur mencuci tangan yang harus dicermati lagi, begitu pula dengan prosedur menjadi murid YESUS. Begitu sederhana dan mendasar mustinya. Tetapi mengapa kita harus mendengarkan uraiannya tiap minggu, bahkan tiap beberapa hari sekali lewat kotbah para hamba TUHAN ? Semuanya itu sangat perlu, ternyata, untuk membentuk rohani kita lebih baik lagi. Jangan pernah bosan, jangan pula berkata bahwa kita tidak perlu. Ternyata, kita sangat memerlukannya.


Kiranya kita semakin bertumbuh
Di dalam kasih kuasa-NYA
Yang begitu besar tercurah
Atas kita semua….

Ary dan Ester Handoko