Jawab-NYA: "ENGKAU tidak mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan BAPA sendiri menurut kuasa-NYA"

Kisah 1 : 7

Saudara yang terkasih, 

Akhir-akhir ini, ada sebuah lagu lama yang terngiang-ngiang di telinga, yang muter terus di pikiran dan menjadikan hati terasa hangat mengingat akan kebaikan TUHAN. Lagu ini pernah ‘in’atau menjadi tenar, di jaman ketika kami masih kuliah di sekitar 35 tahunan yang lalu (ternyata sudah lama sekali yaa ). Lagu ini bercerita tentang Waktu TUHAN. Bahwa TUHAN bergerak dan bekerja “dalam waktu-NYA”, bukan waktu kita. Kita inginnya sekarang, TUHAN berkata nanti. Kita inginnya instant, TUHAN berkata ‘Sabarlah, pada saatnya nanti semuanya akan menjadi indah.’ Karena kita tidak tahu akan apa yang terjadi di masa depan, tetapi TUHAN tahu. Dengan rinci. Apa yang terbaik untuk kita. Tetaplah setia pada-NYA, menanti penggenapan semua janji-janji-NYA. Sebab TUHAN bekerja dengan senyap, membawa kebaikan untuk kita. Dan IA akan wujudkan, pada waktu-NYA…..

In HIS time, in HIS time
HE makes all things beautiful, in HIS time
LORD, please show me everyday,
As YOU’re teaching me YOUR way,
That YOU do just what YOU say,
In YOUR time
In YOUR time, in YOUR time
YOU make all things beautiful, in YOUR time
LORD, my life to YOU I bring,
May each song I have to sing,
Be to YOU a lovely thing,
In YOUR time
TUHAN yang Maha Baik itu, sedang mempersiapkan Yang Terbaik untuk kita.

LORD, I want to praise YOU,
Lift my hands and say I love YOU
YOU are everything to me
And I exalt YOUR Holy Name on high….

Ary dan Ester Handoko

ALLAHku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-NYA dalam KRISTUS YESUS

Filipi 4 : 19

Saudara yang terkasih, 

Sama seperti sebagian besar dari saudara semua, kadang kami juga diletakkan TUHAN dalam posisi keuangan yang ‘sulit.’ Bacalah kata :’sulit’ ini dengan pengertian : tagihan dan cicilan bulanan sudah berjajar datang dengan rajinnya tanpa dapat ditunda, tetapi dananya belum ada. Tentu hal ini membuat hati cukup dag .. dig .. dug menjalani hari demi hari. Tetapi TUHAN memang luar biasa, IA sanggup melewatkan kami dari bulan ke bulan dengan cara-NYA yang sungguh-sungguh ajaib !
Di waktu lalu, ketika ujian itu kembali kami hadapi, tiba-tiba masuklah ke account kami sejumlah persembahan, dan ternyata dari seseorang yang kami kenal, dengan catatan : ’Lagi pengen aja.’ Kami cukup surprise dengan persembahan itu, karena kami tahu penghasilan dia tidak seberapa, karena dia masih seorang anak muda yang baru mulai bekerja. Hal ini adalah pertama kalinya dalam pelayanan, kami menerima persembahan dengan catatan seperti itu. ‘Lagi pengen aja.’ Luar biasa TUHAN itu ! Sanggup menggerakkan siapa saja untuk memberkati hamba-hamba-NYA. Tidak perlu kita harus meminta-minta, TUHAN sudah kirimkan. Dan itu memang adalah janji-NYA yang Ya dan Amin.
Saudara, TUHAN punya sejuta cara untuk memelihara hidup kita. Apapun kondisi kita saat ini, percayalah bahwa TUHAN sanggup memulihkan dan mencukupi kita semua. Haleluya !

Tiada yang mustahil bagi DIA
Ajaib s’gala perbuatan-NYA
S’gala perkara kutanggung dalam DIA
Di dalam kekuatan kuasa-NYA…..

Tinggal dalam Bait-MU

Ary dan Ester Handoko

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak ALLAH, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila KRISTUS menyatakan diri-NYA, kita akan menjadi sama seperti DIA, sebab kita akan melihat DIA dalam keadaan-NYA yang sebenarnya

I Yohanes 3 : 2

Saudara yang terkasih, 

Seorang murid les dengan polos bertanya kepada guru lesnya,”Miss, wajah YESUS itu seperti apa sih? Apakah kayak om-om, susuk-susuk, atau kayak koko-koko gitu ? Atau dia kayak papaku ? Kayak apa sih miss ?” Nah, dengan pertanyaan sederhana khas anak SD itu miss nya menjadi bingung harus menjawab apa. Akhirnya dia bilang,”Makanya kamu yang rajin ke gereja yaa, biar kamu nanti tahu jawabannya…”
Saudara, mungkin kita juga pernah bertanya-tanya tentang hal yang sama. Seperti apa sih YESUS itu? Bahkan dulu kamu juga pernah berpikir, “Nanti kalau sampai Sorga, gimana kita tau ya YESUSnya itu yang mana…” Sebuah pertanyaan yang lugu tapi juga menunjukkan kejujuran, karena memang sesungguhnya kita belum tahu persisnya seperti apa wajah YESUS. Tetapi beberapa orang yang pernah ‘diajak YESUS ke Surga’ mengatakan bahwa wajah-NYA tidak jauh berbeda dengan yang ada di poster-poster yang banyak dijual orang itu. Hanya lebih ganteng, dengan Muka yang bersinar sangat terang, sehingga tidak bisa kita melihatnya dengan kasat mata. Belum lagi katanya, bau jubah-NYA begitu wangi, bersih berkilauan, sungguh kemuliaan yang tiada tara memancar dari Diri YESUS.
Jadi apa sebenarnya yang harus dijawab miss itu jika satu saat ada seorang anak bertanya lagi padanya, dan apa yang harus kita jawab ketika seseorang bertanya kepada kita hal yang sama ? Jawablah dengan ayat emas di atas, itu jawaban yang paling benar. Kita sekarang memang belum bisa melihat secara nyata, tetapi satu saat kelak kita akan bertemu dengan DIA muka dengan muka.

Bertemu muka dengan muka,
Tenggelam di dalam KASIH-MU BAPA
Oh, TUHAN kurindukan selalu
Tinggal dalam Bait-MU

Ary dan Ester Handoko

Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu

I Yohanes 3 : 13

Saudara yang terkasih, 

Dalam satu kesempatan kami mengunjungi sebuah café langganan di mall. Kebetulan saat itu café terlihat ramai, hampir semua kursi terisi penuh, kecuali satu kursi di sisi kiri, dan satu kursi lagi di depan seorang pria yang duduk sendiri. Karena kami berdua, kami meminta ijin kepada pria yang duduk sendiri itu untuk memakai kursi kosong di depan mejanya. Dia mengangguk dan dengan amat ramah memberikan kursi kosong itu. Lalu beberapa saat dengan wajah penuh senyum dia menyapa dan berbasa basi, serta kemudian bertanya apa pekerjaan kami. Ketika kami menjawab, bahwa kami adalah pendeta / hamba TUHAN, seketika itu raut wajahnya berubah. Dia tak lagi ramah. Segera tegur sapanya berganti seraut wajah yang dingin dan malas menyapa. Padahal tidak ada kesalahan apapun dalam cara kami menjawab pertanyaannya. Nampaknya dia punya ‘dendam’ pribadi dengan orang yang memiliki profesi pendeta. Atau dia pernah kecewa dengan TUHAN ? Ahh, terserah saja ….
Saudara, apakah saudara pernah mengalami hal yang sama ? Dijauhi atau diperlakukan berbeda hanya karena saudara anak TUHAN ? Ketika kita menyebut diri sebagai seorang Kristen dan tidak lagi disapa seramah sebelumnya ? Jangan kaget bila dunia memperlakukan kita sedemikian, firman TUHAN sendiri sudah mengingatkan kita, bahwa dunia akan membenci kita. Dunia lebih suka menyambut orang yang ‘tidak rohani-rohani amat’. Apalagi di akhir jaman ini, dimana LGBT dan orang atheis dianggap wajar dan malah ‘lebih terhormat (karena netral/tidak memihak siapapun)’ dibanding yang beragama. TUHAN sendiri sudah memperingatkan untuk kita tidak kaget ketika kita dicela karena Nama-NYA. Welcome to the end of the world…

“Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat” Lukas 6 : 22

Ary dan Ester Handoko

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh

Mazmur 1 : 1

Saudara yang terkasih, 

Ada sebuah kisah nyata di sekitar tahun 1869-1938, tersebutlah seorang wanita bernama Mary Mallon, yang bekerja sebagai tukang masak. Awalnya dia bekerja seperti biasa di sebuah keluarga besar. Tapi tak berapa lama, satu demi satu anggota keluarga menjadi sakit, sehingga mencapai jumlah 6 jiwa tergeletak di tempat tidur. Setelah diselidiki, ternyata wanita ini ada pembawa (carrier) penyakit typhoid (infeksi akut usus halus). Sebelum ditangkap, wanita ini menghilang selama beberapa tahun. Tiba-tiba ia muncul lagi dan bekerja menjadi tukang masak di sebuah rumah sakit. Tak lama kemudian, banyak dokter, suster dan pasien yang terkena sakit typhoid. Bahkan ada 3 diantaranya yang meninggal. Saat itulah ibu Mary ini ditangkap dan segera diasingkan ke sebuah pulau, sampai akhir hidupnya. Dia tidak boleh bekerja dimanapun lagi, sebab apapun yang bersinggungan dengan dia, ditakutkan akan kena penyakit yang mematikan ini.
Saudara, sama seperti kisah nyata diatas, ada orang-orang yang seharusnya kita hindari. Sebab dia membawa pengaruh yang buruk pada diri kita. Jangan kita berkata,”Ahh… ngga apa-apa, aku kuat kok. Tidak mungkin aku terpengaruh sama dia..”Sebab pengaruh yang buruk itu masuk perlahan-lahan tanpa kita sadari melalui pergaulan yang salah dengan lingkungan yang salah. I Korintus 10 : 12 berbunyi “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh !” TUHAN pun melarang kita untuk bergaul dengan orang-orang semacam itu. Orang-orang yang termasuk dalam golongan pendosa dan pencemooh. Yang kesukaannya berpikir, berkata, dan berperilaku tidak sesuai dengan apa yang diajarkan-NYA. Berhati-hatilah…


Ajar kami TUHAN menghitung hari-hari
Agar kami beroleh hati bijaksana
Ajar kami BAPA hidup dalam jalan-MU
Agar semua rencana-MU digenapi

Ary dan Ester Handoko