..dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan

Lukas 2 : 7

Saudara yang terkasih, 

Suatu saat di dalam doa, YESUS berkata,”AKU tidak mencari apartemen mewah, rumah gedung yang indah untuk AKU tempati. AKU hanya mencari palungan, dan palungan itu… adalah HATIMU..”
Natal identik dengan palungan. Setiap Natal tiba, gambaran tentang palungan mengemuka kembali. Palungan, bukan tempat yang indah untuk dimasukkan di dalam pigura / frame sebuah foto atau lukisan, sebenarnya. Karena sebenarnya palungan itu adalah tempat yang sangat sederhana dan kotor. Palungan (sebagaimana fungsinya untuk tempat makanan ternak), hanya dibikin dari kayu yang biasa saja, mungkin bahkan dari kayu sisa-sisa, kemudian diisi dengan jerami sebagai makanan hewan ternak (lembu, sapi, domba). Bentuknya pun sangat sederhana. Dan palungan pasti kotor, karena tentu jarang atau bahkan tidak pernah dicuci oleh pemilik ternak.
Tetapi TUHAN berkata: Palungan itu adalah gambaran dari HATI kita. Hati kita memang bukanlah tempat yang indah. Banyak kotoran yang dengan sengaja atau tidak, masuk kedalamnya. Dan memang sewaktu kita masih berkubang dosa, begitu hinanya hati kita. Sama persis seperti palungan ! Jadi itulah sebabnya mengapa DIA memilih palungan untuk tempatNYA lahir ke bumi ini. Bukan karena kebetulan ternyata.
Saudara, apakah di Natal ini, PALUNGAN HATI kita sudah tersedia untukNYA ? Tentu kami berharap, hati kita sudah berupa sebentuk palungan yang telah bersih, dibersihkan setiap hari dengan Firman TUHAN yang kita baca lewat Pembacaan Alkitab sehari-hari, dan lewat doa-doa permohonan ampun yang secara intens kita panjatkan.

Selamat Natal saudara seKRD,
TUHAN ada di tengah-tengah kita..
Di dalam palungan hati kita..
Lihatlah bahwa TUHAN itu baik,
Dan selama-lamanya TUHAN itu tetap baik…

Ary dan Ester Handoko

Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

Mazmur 12 : 7

Saudara yang terkasih, 

Ada sebuah kisah nyata yang kami dengar dari teman pendeta baru-baru ini. Tersebutlah sepasang calon mempelai yang sedang melakukan konseling pra nikah di gerejanya, dan tiba-tiba calon mempelai wanita tidak lagi hadir pada konseling yang terakhir. Padahal undangan pernikahan sudah disebar. Padahal lagi, selain pernikahan mereka berdua, pada undangan itu juga tercantum sekaligus undangan pernikahan emas orang tua sang calon mempelai pria. Akhirnya pada hari H, tetap acara berlangsung, untuk merayakan pernikahan emas orangtuanya, tetapi anaknya lelaki itu berjalan di belakang iring-iringan, sendirian, dengan wajah lesu, karena acara pernikahannya sendiri batal. Sang wanitanya kabur entah kemana, tidak bisa dihubungi lagi.
Saudara, kisah diatas adalah kisah nyata yang sungguh memilukan. Dan itulah bukti bahwa janji manusia bisa diingkari. Calon mempelai wanita yang tadinya berjanji di saat pacaran untuk mendampingi calon suaminya sampai akhir, tiba-tiba membatalkan semuanya begitu saja. Bahkan menghilang. Itulah manusia. Gampang berjanji, tetapi segampang itu pula mengingkarinya.
Janji manusia bisa diingkari, tetapi janji TUHAN selalu digenapi ! DIA berjanji untuk mengirim Messias, Sang Juru Selamat penebus dosa. Dan itu benar-benar IA genap dengan lahirnya YESUS KRISTUS. Dan karena janji-NYA sudah tergenapi, di setiap penghujung akhir tahun kita selalu merayakan Natal. Itulah sebabnya, mengapa Natal harusnya dirayakan, karena Natal adalah bukti penggenapan janji ALLAH untuk mengirim Messias kepada kita !

“ENGKAU, TUHAN, yang akan menepatinya,
ENGKAU akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini” Mazmur 12 : 8

Ary dan Ester Handoko

Carilah TUHAN selama IA berkenan ditemui; berserulah kepada-NYA selama IA dekat !

Yesaya 55 : 6

Saudara yang terkasih, 

Apakah yang terpikir di benak saudara ketika melihat pengumuman tentang ibadah-ibadah doa ? Apakah hati saudara bersorak dan berkata :’Puji TUHAN, aku rindu bertemu dengan-NYA, curhat kepada-NYA dalam doa malam, doa puasa, atau doa syafaat,’ …atau hal lain yang muncul: ‘Ah, males lah, pulang kerja udah capek juga, enakan istirahat di rumah.’ Atau malah saudara tidak peduli sama sekali karena merasa selalu tidak ada waktu dan tidak perlu datang ke kebaktian doa semacam itu.
Banyak beredar video pendek di youtube, bagaimana rakyat Inggris rela berjajar dan berdesakan di tepi jalan dimana Ratu Inggris beserta rombongan kerajaan akan lewat sejenak disana untuk suatu acara, misalnya pernikahan kerajaan. Padahal hawa disana begitu dingin, bahkan berbicara saja keluar asap dari mulut, yang menggambarkan betapa dinginnya udara London. Tetapi untuk sekedar menyaksikan kereta kencana itu lewat hanya beberapa detik saja, mereka rela menunggu berdiri berjam-jam sambil berdiri dan kedinginan.
Saudara, apakah ada yang lebih penting bagi saudara dibanding bertemu dengan TUHAN? Jika TUHAN yang RAJA diatas segala raja, DIA yang Maha Mulia mengundang kita, dan DIA berkenan untuk ditemui, tidakkah seharusnya DIAlah yang kita utamakan dan cari dengan segenap hati? Tidakkah TUHAN yang seharusnya kita paling rindukan tatkala kita memanggilnya dalam lagu-lagu pujian yang kita nyanyikan di gereja, dan kita sebut dengan kata mesra : ‘Kekasih Jiwa’ kita?

Jika kita sungguh mengasihi-NYA,
Selalu akan ada waktu untuk berjumpa dengan-NYA…

Ary dan Ester Handoko

IA berkata kepada mereka : "Karena kamu kurang percaya. Sebab AKU berkata kepadamu : Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini : Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu"

Matius 17 : 20

Saudara yang terkasih,

Ayat di atas adalah sebuah ayat yang sudah sangat sering dibahas. TUHAN berkata bahwa kalau saja kita mempunyai iman sebesar biji sesawi saja (yang ternyata ukurannya benar-benar kecil, hanya berdiameter beberapa milimeter), maka kita bisa ‘memindahkan gunung”, atau artinya : melakukan hal-hal yang besar, bahkan hal-hal yang mustahil. Tetapi tahukah saudara, bahwa iman itu, adalah karunia TUHAN kepada kita ? Tanpa mendapat karunia, tanpa diberi oleh TUHAN, maka mustahil kita bisa mempunyai iman. Bisa mengenal TUHAN sebagai Penebus manusia, itu adalah karunia. Berarti : memiliki iman kepada DIA, juga otomatis adalah karunia. Bila IA tidak menyatakan diri kepada kita, mustahil kita bisa mengenal DIA. Dikenal dan mengenal TUHAN sebagai dasar iman percaya, adalah karunia. Oleh sebab itu, iman juga adalah karunia.
Saudara, jadi apa artinya ayat diatas ? Artinya : percayailah TUHAN dengan karunia yang IA anugerahkan kepada kita ! Pakailah iman yang sudah DIA berikan kepada kita sebagaimana seharusnya, yaitu mempercayai DIA secara keseluruhan, atau 100%. TUHAN itu berdaulat atas seluruh alam semesta, berarti juga DIA berdaulat atas hidup kita. Iman sebesar (atau sekecil apapun), itu adalah pemberian TUHAN. Pandanglah itu sebagai sesuatu yang sangat berharga.

YESUS KAU anugerah terindah dalam hidupku,
KAU sungguh berarti di setiap jalanku,
Anugerah-MU selalu mempesonaku,
YESUS KAU terbaik,
YESUS KAU termanis,
Di dalam hidupku

Ary dan Ester Handoko

Firman-NYA:"Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala !"

Yesaya 43 : 18

Saudara yang terkasih, 

Ada sebuah ungkapan yang sebenarnya betul, tetapi selalu mengundang senyum bila kita mendengarnya. Ungkapan itu berbunyi : "Buanglah mantan pada tempatnya". Arti sederhana dari ungkapan itu sebenarnya mengajak seseorang yang pernah memiliki mantan itu untuk move on, atau meneruskan hidup. Melupakan yang lama dan kembali mencari yang baru. Bersemangat lagi menghadapi masa depan. Tidak bersikukuh menyalahkan yang lama atau mengharapkan "si mantan" itu kembali lagi.
Saudara, firman TUHAN sudah menyebutkan bahwa apa yang lalu, biarlah itu berlalu. TUHAN sudah menyediakan masa depan yang indah di depan sana. Itu DIA sediakan untuk semua anak-anak-NYA. TUHAN sangat tidak suka bila kita menganggap bahwa yang lalu itu lebih indah dibanding dengan berkat TUHAN yang disediakannya untuk kita. TUHAN selalu berkata, bahwa masa depan kita cerah. Yang tersedia di depan, jauh lebih indah daripada masa lalu kita. Jangan mengingat-ingat masa lalu yang penuh dengan kesalahan dan dosa. TUHAN sudah hapus semua dosa dan kesalahan kita, dan IA mau kita berjalan dengan DIA menjemput masa depan yang penuh harapan. "Lihat, AKU hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumlah kamu mengetahuinya?" Yesaya 43 : 19a
"Buanglah mantan pada tempatnya," ternyata juga TUHAN ingin katakan kepada kita.

Yang kuingini ENGKAU saja,
diam dalam kehendak rencana-MU,
pisahkan diriku dari dunia ini,
Semakin kudamba Kerajaan-MU

Ary dan Ester Handoko