Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya

Pengkotbah 3 : 1

Saudara yang terkasih, 

Tahukah saudara bahwa untuk bisa mendapat telur setengah matang yang bagus itu perlu waktu yang tertentu. Caranya adalah : didihkan air, setelah air mendidih, masukkan telur, pasang timer untuk 3 menit, kecilkan api, sesudah 3 menit matikan apinya dan tiriskan telurnya. Maka telur setengah matang bisa disajikan segera. Tips ini untuk telur ayam kampung. Jika saudara merebus telur ayam negeri yang agak besar, setelah api dimatikan bisa ditunggu beberapa saat dulu di dalam air rebusan panas itu sebelum ditiriskan. Selamat mencoba.
Sama seperti cara memasak yang memerlukan waktu tertentu supaya masak sempurna, begitu pula cara TUHAN mengatur segala masa di dunia ini. Ada waktu DIA. Di Pengkotbah dijelaskan bahwa ada waktu untuk segala sesuatu, untuk apapun di bawah langit ini ada waktunya. Untuk sebuah pohon mangga dipetik buahnya pun, harus ada waktu tertentu. Kita musti sabar menunggu waktu itu. Untuk sekuntum bunga mawar bisa merekah sempurna, kita juga harus menunggu, tidak bisa dengan tangan kita buka sendiri putik-putik bunganya, karena itu justru akan merusak bunga itu.
Saudara, jika TUHAN bergerak pada waktuNYA, pada masaNYA, maukah kita dengan sabar menunggu ? TUHAN tidak tidur, dan DIA selalu bekerja. Yang diperlukan hanya sedikit kesabaran untuk menunggu waktu TUHAN. Apa yang saat ini sedang saudara nantikan, bisakah kita sabar menunggu sampai TUHAN memberkati kita, pada waktu-NYA, bukan pada waktu kita ? Dan senantiasa ingatlah, bahwa DIA tidak pernah berlambat-lambat. DIA selalu tepat waktu untuk memberkati kita sesuai dengan kemurahan-NYA yang tak terbatas.

Waktu TUHAN bukan waktu kita
Jangan sesali keadaannya
Untuk semua ada waktu TUHAN
Tetap setia mengandalkan-NYA

Ary dan Ester Handoko

Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

I Korintus 13:11

Saudara yang terkasih,

Di gereja saat ini ada beberapa bayi yang diajak beribadah oleh orangtuanya. Karena namanya masih bayi, maka bayi ini akan digendong, disediakan susu setiap saat, selalu diperhatikan setiap waktu, diberi tempat tidur dan ‘diperbolehkan’ untuk tidur di dalam gereja bahkan di jam kebaktian. Kadang-kadang bayi ini ramai sendiri, menangis sewaktu-waktu dan meronta-ronta dengan heboh. Tetapi tidak ada yang menyalahkan, karena memang dia masih seorang bayi. Yang lain harus duduk dengan tenang selama jam ibadah, tetapi dia tidur sendiri. Atau heboh sendiri. Ketika sudah menjadi balita, yang lain mendengarkan kotbah, sementara dia sibuk berjalan-jalan kesana kemari. Itupun tidak ada yang menyalahkan karena memang umur dia masih balita. Tetapi seorang bayi atau balita tidak selama-lamanya berada pada umur itu. Dia akan beranjak dewasa. Disiplin dan tata cara mulai diterapkan. Hidup harus makin bisa diatur. Tidak bisa lagi semau gue. Tidak bisa lagi ngambek-ngambekan. Semakin besar dan semakin dewasa, harus makin lebih tertib lagi. Makin lebih taat peraturan. Tidak semakin susah diatur.
Saudara, anak TUHAN juga seharusnya begitu. Semakin dewasa rohani semakin bisa diatur. Semakin taat pada hukum TUHAN yang berlaku. Makin setia dan dengar-dengaran pada seluruh firman TUHAN. Tidak ngambekan bila mendapat hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Dahulu memang kita pernah jadi kanak-kanak rohani, tetapi sekarang kita sudah makin dewasa secara rohani di dalam pengenalan akan TUHAN. Tentunya keinginan untuk menyenangkan hati TUHAN harus juga semakin besar. Keinginan untuk taat dan setia kepada-NYA semakin tinggi, melebihi apapun di dunia ini.
Semakin dewasa, semakin bertambah umur rohani di dalam TUHAN, semakin taat seharusnya kita kepada hukum-hukum-NYA.


Seorang yang dewasa rohani :
tahu akan tanggung jawabnya,
menyukakan hati Tuhan,
bukan mencari pujian yang sia-sia.

Ary dan Ester Handoko

Perbuatan ALLAH sempurna, janji TUHAN dapat dipercaya. IA seperti perisai bagi semua yang berlindung pada-NYA

Mazmur 18 : 31 (BIS)

Saudara yang terkasih, 

Baru minggu lalu kami pergi lagi ke dokter gigi. Rasanya usia semakin lanjut, kunjungan ke aneka dokter akan semakin sering, baik untuk periksa rutin maupun untuk berobat. Kali ini karena ada satu tambalan gigi yang rompal, sehingga perlu diperbaiki. Saat kami datang, kebetulan ada antrean pasien dan dokternya mengerjakan perawatan sendirian karena dia tidak pernah punya asisten untuk membantunya. Setelah disuruh buka mulut, maka dia mulai mengerjakan sambil berkata bahwa jika ditambal kemungkinan untuk lepas lagi masih ada, mengingat tambalannya sudah cukup besar dan posisinya miring. Singkat cerita dia obati dulu ‘sebuah gigi’ dan disuruh balik 3 hari kemudian untuk ditambal permanen. Seusai pengobatan, kami balik ke mobil dan melihat ke kaca di spion, loh ternyata gigi yang diobati salah ! Memang ada 2 gigi yang ‘bermasalah’dan posisinya berjejer, dan rupanya yang dikerjakan oleh pak dokter gigi satunya (yang memang sudah pernah ditambal 2 kali dan lepas terus, sehingga kami memutuskan untuk tidak menambal lagi). Buru-buru kami balik lagi ke kamar periksa dan sang dokter (untungnya) mau dikoreksi dan segera menambal gigi yang benar.
Saudara, untung cuma nambal gigi saja yang salah. Coba ke dokter penyakit organ dalam, dan mengobati ( atau memotong ) bagian yang salah, lebih parah lagi. Tetapi memang dokter masih manusia, jadi bisa saja dia salah. Banyak cerita dokter ketinggalan gunting atau pinset di dalam perut pasien ketika sedang operasi bedah, sehingga harus dibedah ulang untuk mengambil peralatannya. Tapi TUHAN kita TIDAK PERNAH SALAH ! DIA tidak pernah salah menilai orang. DIA juga tidak pernah salah memberkati seseorang. DIA tidak pernah salah mendidik orang, tidak pernah salah menunjukkan jalan yang benar dan tidak pernah salah alamat saat menghukum seseorang. DIA tidak pernah salah mengatur dunia dan alam semesta, tak pernah salah di dalam apapun yang DIA lakukan dan katakana. TUHAN kita SELALU BENAR. Manusia bisa salah, tetapi TUHAN tidak. Bersyukurlah akan keMaha-Benaran TUHAN kita.

DIA tak pernah gagal, karna DIA ALLAH
DIA tak pernah lalai, DIA jamin Firman-NYA
S’bab DIA ALLAH RAJA s’gala raja
Kekuatanku, perisaiku dan gunung batuku

Ary dan Ester Handoko

Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel : "Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, ALLAH nenek moyangmu ?"

Yosua 18 : 3

Saudara yang terkasih, 

Pernahkah mengalami hal seperti ini : saat sedang pergi keluar kota selama beberapa hari, sedang berjalan-jalan, lalu melewati sebuah toko dan ingin membeli suatu barang, namun ditunda dengan alasan : ‘Ahh, entar lah, nanti-nanti aja pas sudah dekat harinya pulang. Toh masih ada kesempatan…’ tetapi akhirnya sampai hari terakhir di kota itu pun kita tidak berkesempatan lagi untuk mengunjungi toko itu, dan kesempatan itu hilang. Tentu kejadian seperti ini kadang kala terjadi, bukan ?! Jika barang yang ingin dibeli itu tidak terlalu kita perlukan, tentu tidak apa-apa. Tapi bila barang itu benar-benar kita sedang perlukan atau inginkan dan harganya sesuai dengan budget yang kita miliki, akan terbersit rasa kecewa dalam hati karena tidak bisa memperolehnya.
Saudara, di dalam pembacaan Alkitab beberapa waktu lalu, kita baca bahwa disana Yosua menegur bangsa Israel yang bermalas-malas ( dibaca berlambat-lambat) untuk mengambil berkat yang sudah tersedia di depan mata mereka. Padahal kesempatannya sudah tiba dan sudah dinanti-nantikan selama 40 tahun. Kesempatan itu sudah datang dan tersedia. Yosua menegur dengan keras, karena mereka seperti mengabaikan apa yang sudah disediakan TUHAN dan tidak mau mengambilnya dengan cepat.
Bilamana waktunya telah tiba, janganlah berlambat-lambat. Raihlah kesempatan yang ada, kesempatan untuk memperoleh berkat TUHAN. Jangan sampai kesempatan itu lewat begitu saja dan tidak ada lagi kesempatan terbaik yang sama seperti itu.

Ku percaya KAU TUHAN yang tak pernah gagal
Menjadikan ku lebih dari pemenang
Ku percaya KAU TUHAN yang tak pernah lalai
Menepati janji-janji-MU

Ary dan Ester Handoko

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang

Lukas 12 : 43

Saudara yang terkasih, 

Suatu kali kami sedang ke mall Tunjungan Plaza. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 21.50, kami pun bersiap untuk pulang, karena sebentar lagi mall nya akan tutup. Tetapi sebelumnya, sempat mampir dulu ke toilet, dan ketika itu kami mendapat satu pengalaman yang masih teringat terus sampai sekarang. Biasanya bila mall sudah mau tutup, maka pegawai penjaga toilet sudah mulai bersih-bersih dan seringnya kita menghadapi muka masam pegawai yang merasa pekerjaannya terganggu karena mau dibersihkan masih saja ada pengunjung mall yang mau pakai toilet. Atau, bahkan kadang kala kita sudah ditolak untuk masuk, dengan alasan toiletnya lagi dibersihkan. Tetapi malam itu, di jam berakhirnya mall, petugas cleaning service masih menyambut kami dengan ramah, masih berkata,”Selamat malam pak/bu, silakan..”dan bahkan ketika keluar dari toilet masih disapa pula dengan ucapan,”Terimakasih pak/bu….” Dengan wajah tersenyum penuh keramahan yang tak berkurang sedikitpun. Dia tetap melayani dengan baik sampai detik terakhir masa tugasnya malam itu. Luar biasa. Kalau ada alat otomatis yang bisa memberi ‘bintang’untuk petugas itu, maka kami akan beri bintang 5 untuk dia.
Saudara, kisah hidup kita di dunia ini juga tidak akan selama-lamanya berlangsung. Semua akan ada akhirnya. Repotnya lagi, kita tidak pernah tahu kapan akan berakhir. Bisakah kita taat, setia dan melayani dengan sungguh-sungguh sedemikian rupa kepada TUHAN, sampai akhir ? Tidak pernah berkurang dan kendor barang sedikitpun. Selalu mempersiapkan diri sebaik-baiknya setiap hari, seperti kita akan ‘dipanggil’-NYA pulang setiap saat.
Pelajaran indah kami dapat dari pertemuan singkat dengan petugas cleaning service di toilet mall tadi. Kerjakanlah anugerah keselamatan kita dengan sekuat tenaga sampai titik yang paling akhir. Dan, mungkin hari ini adalah hari terakhir kita. Tidak ada seorang pun yang tahu…..

Ku mau setia sampai akhir
Melayani seumur hidupku
Sampai kudapatkan mahkota kehidupan
Di dalam kerajaan-MU

Ary dan Ester Handoko