Dan TUHAN telah berfirman : "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan AKU dengan bibirnya padahal hatinya menjauh daripada-KU, dan ibadahnya kepada-KU hanyalah perintah manusia yang dilafalkan"

Yesaya 29 : 13

Saudara yang terkasih, 

Kita sering berkata dan berdoa dengan kata-kata sedemikian : ‘Berilah kami telinga yang mau mendengar setiap Firman yang ENGKAU sampaikan.’ Tetapi mestinya, perkataan kita tidak berhenti sampai disitu saja. Berilah telinga yang mau mendengar, dan diikuti dengan HATI yang MAU MENERIMA. Jika kita datang ke gereja, tentu kita melihat ada banyak telinga yang mau mendengar ( bisa dilihat dari kedatangan setiap orang ke gereja ). Tetapi hati yang mau menerima, tidak seorang pun yang tahu, kecuali hanya orang tersebut dengan TUHAN sendiri. Hati yang mau mendengar, berarti juga hati yang mau BERUBAH, sesuai dengan Firman TUHAN. Mengubah apa yang dulu dianggap benar, dan melakukan tepat seperti yang TUHAN perintahkan.
Sama seperti membeli baju konfeksi di toko, ada kancing yang terpasang, tetapi tidak ada lubangnya. Atau ada kantong yang hanya semacam tempelan saja, sepertinya ada, tetapi tidak berguna untuk menyimpan sesuatu. Hanya sebagai hiasan saja pada baju. Seperti itulah telinga yang ‘nampaknya’ mau mendengar, tetapi hatinya mampat / menolak, tidak bisa menerima kebenaran Firman TUHAN.
Milikilah bukan hanya telinga yang mau mendengar, tetapi juga hati yang mau menerima dan berubah sesuai Firman-NYA, maka engkau akan diberkati-NYA secara luar biasa.

Ku mau s’perti-MU YESUS
Disempurnakan s’lalu
Dalam setiap jalanku
Memuliakan Nama-MU

Ary dan Ester Handoko

Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri

Yosua 23 : 6

"Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku" - Amsal 4 : 5

Saudara yang terkasih,
Dalam kesempatan hari libur yang lalu, kami sempat menemani anak-anak untuk pergi bermain di sebuah pusat permainan. Disitu ada permainan berupa mobil go-car. Semacam balapan mobil yang areanya luas dan semuanya diatur dengan cara mirip seperti balapan mobil beneran. Satu orang naik satu mobil, pakai helm, persis seperti pembalap. Tetapi ada hal yang beda dengan acara balap mobil yang sesungguhnya. Kalau ada sebuah ‘mobil mainan’ yang nyetirnya ngawur dan nabrak-nabrak, maka dari pusat kecepatan mobil itu akan di’pelan’kan oleh operator, tidak bisa ngebut lagi seenaknya sendiri (walaupun tetap ada pedal gas dan rem yang bisa diinjak). Ini dilakukan untuk menghindari kecelakaan yang lebih buruk lagi, walaupun memang, namanya cuma permainan, mobil itu sekelilingnya sudah dipasang bemper empuk seperti boom-boom car. Hanya tidak untuk ditabrakkan seperti main boom-boom car.
Saudara, sadar atau tidak sadar, di dalam menjalani hidup ini, semua sudah ada yang mengatur. Memang kita diberi kehendak bebas, boleh melakukan apa saja sesuka hati, tetapi kalau yang kita lakukan keblabasan, pasti ada ‘rem’ yang tidak kasat mata yang akan memberhentikan kegiatan kita yang tidak benar. Ada TUHAN yang selalu mengawasi dan menilai semua yang kita perbuat. Ada Hukum TUHAN yang PASTI akan berjalan, bila kita melangkah keluar dari jalur yang seharusnya kita lewati. Apalagi bila hidup sudah nabrak ke kanan atau kiri, pasti Hukum TUHAN ini akan berlaku atas kita. Dan disiplin TUHAN ini secara langsung bisa kita rasakan, tentu itu sangat tidak menyenangkan.
Jadi kesimpulannya, lakukanlah yang baik, berjalanlah sesuai jalur yang ditetapkan untuk kita lakukan. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, apalagi dengan sengaja melanggar aturan yang sudah TUHAN tetapkan. Berjalanlah di dalam damai sejahtera dan di dalam BERKAT BESAR yang TUHAN sudah sediakan untuk kita, maka perjalanan hidup ini akan terasa penuh sukacita saat kita lewati.

Ary dan Ester Handoko

Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar : Karena itu muliakanlah ALLAH dengan tubuhmu !

I Korintus 6 : 20

Saudara yang terkasih, 

Ada sebuah toko sepatu bermerk di mall mengadakan diskon. Pertama diskon diluncurkan, bunyinya : Buy 1 Get 1 Free. Jarak beberapa minggu, program diskonnya berubah menjadi : Discount 50 % all item. Selang satu dua minggu, tulisan promonya menjadi 70 % all item. Dan ini terjadi di semua cabang toko itu di mall-mall yang berbeda. Jadinya konsumen yang pernah beli dengan harga normal, atau beli berdesak-desakan dengan pembeli lain tatkala promonya berbunyi : Buy 1 Get 1 merasa agak kecewa. Jadi harga sebenarnya berapa ? Harganya kemahalan dong waktu saya beli dulu. Atau mungkin toko itu mau bangkrut dan tutup, makanya barang-barangnya didiskon keras.
Saudara, harga yang berubah-ubah akan membingungkan si pembeli. Ketika diskon datang, pasti semua merasa senang. Tetapi kemudian pembeli menjadi berpikir lagi,’ Yang lalu sudah keburu beli, sayang ya. Mustinya belinya ketika diskon saja.’ Perasaan galau muncul. Apakah harus beli lagi (mumpung diskon)? Begitulah harga di toko. Bisa berubah-ubah dan membingungkan pembelinya. Tapi ada satu hal yang harganya tidak pernah berubah, sekarang dan selama-lamanya. Harga itu tak terjangkau oleh kita. Tidak mungkin kita membelinya, dengan apapun yang kita miliki. Tidak ternilai harganya dan begitu luar biasa. Semahal itu pun, hal itu diberikan GRATIS untuk kita yang percaya. Itulah KESELAMATAN ! Dan itulah BERKAT BESAR berjalan bersama TUHAN YESUS. Kesempatan untuk menjadi ANAK BAPA di Surga. Apakah kita senantiasa ingat akan harganya ? Seharusnya kita menjawab : Ya. Jangan pernah lupakan harganya.
Saudara, pemberian keselamatan dari TUHAN itu gratis. Oleh sebab itu jalanilah hari-hari kita dalam tahun ini dengan bertingkah laku menyenangkan hati-NYA.

Dengan apa kan kubalas
Segala kebaikan-MU
Segenap hatiku menyembah-MU YESUS
Ku bersyukur pada-MU s’lamanya

Ary dan Ester Handoko

Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-KU

Yesaya 1 : 16a

Saudara yang terkasih, 

Seorang teman diluar kota memberi laporan pandangan mata tentang seorang saudaranya yang tinggal serumah dengan dia. Dalam ‘curcol’nya dia berkata bahwa saudaranya itu sudah 5 hari tidak mau ganti baju. Dari hari Selasa ke hari Sabtu, saudaranya masih memakai baju yang sama, bahkan untuk tidur. Dia mandi, tetapi jarang-jarang, bisa sekitar 3 hari sekali, lalu pakai lagi baju yang sama. Baunya minta ampun, katanya. Bau itu ada di kamarnya sendiri, juga di kamar mandi, dan menyebar ke ruangan-ruangan yang lain. Bukan karena tidak punya baju maka dia tidak ganti baju, bajunya banyak di lemari, tetapi malas saja ganti baju. Juga malas mandi, malas membersihkan diri. Padahal di kamar mandi peralatan mandi juga sudah disediakan lengkap.
Saudara, kisah ini benar-benar ada. Sudah tersedia segala sesuatunya untuk seseorang membersihkan diri, tetapi dia tidak mau karena faktor malas. Dan merasa ‘sudah bersih.’ Padahal orang sekeliling sangat terganggu dengan kebiasaan buruknya ini. Tentu sebenarnya dia sendiri terganggu, tetapi kemalasannya mengatasi segalanya, termasuk keinginan untuk berbenah diri.
Seperti kisah nyata diatas, kita pun sebagai anak TUHAN harus rajin membersihkan diri. Membersihkan diri dari dunia yang begitu kotor mencemari kita, dengan terus meminta ampun kepada TUHAN setiap hari. Bertobat setiap hari. Melakukan perintah-NYA dan taat pada peraturan yang sudah DIA terapkan, setiap hari, setiap saat. Bayangkan betapa ‘kotor’nya kita, bila terus menerima hal-hal yang tidak menyenangkan dari dunia ini ( termasuk segala berita buruk yang kita dengar, gosip, perlakuan yang tidak menyenangkan dari seseorang, dan lain-lain), lalu kita simpan saja di dalam hati, tanpa berniat melepaskannya.

Berdoa minta ampun setiap hari,
bertobat setiap hari
Itulah yang senantiasa harus kita lakukan

Ary dan Ester Handoko

Pandanglah burung-burung di langit yang tidak menabur…namun diberi makan oleh BAPAmu yang di surga. Bukankah kamu jauh lebih berharga daripada burung-burung itu ?

Matius 6 : 26

Saudara yang terkasih, 

Beberapa teman kuliah di group WA yang kami ikuti, merasa gamang dengan tahun 2020 ini. Mereka bilang, masa depan bangsa kita suram. Bahkan masa depan ekonomi global sedunia seperti tidak ada kepastian. Semuanya membawa kepada kesulitan yang dahsyat yang pasti akan kita rasakan bersama di masa yang akan datang. Bahkan ada seorang teman ( yang merasa dia paling ngerti dan pandai ), yang suka ber’kotbah’ panjang lebar soal perekonomian ini. Dia mengetik ‘ramalan’nya dengan huruf-huruf besar semuanya. Dan semuanya tidak ada yang indah. Semuanya bernada negatif, sehingga membuat pembacanya merasa bingung dan gamang.
Saudara, siapakah yang akan kita percayai, ‘ramalan’ para ahli ekonomi yang ada di sekitar kita, atau janji penyertaan TUHAN yang sudah banyak kita dengarkan di gereja dan kita baca di pembacaan Alkitab harian yang kita miliki ? TUHAN telah berjanji, bahwa kita akan diberi makan. Kita tidak akan sampai meminta-minta roti. Anak cucu kita akan diberkati dan menjadi berkat buat sekeliling. Semuanya jelas tercatat dan semuanya digenapi olehNYA setiap hari. Mengapa kita masih juga takut memandang masa depan? Sampai TUHAN menyuruh kita memandang burung-burung di langit, sebagai contoh yang nyata akan pemeliharaan-NYA !
Saudara, tinggalkanlah kegalauan hatimu, ketakutanmu akan apa yang akan terjadi esok. Di dalam TUHAN ada jaminan kekal, bahwa DIA PASTI MEMELIHARA kita. DIA tidak pernah melupakan kita. Beribadahlah dengan tekun, lakukan tugas ibadahmu dengan setia, sebab TUHAN yang kita sembah juga telah SETIA memberkati kita.

Jangan menyerah, jangan berhenti percaya padaNYA
Walau kelam di depanmu, tiada jalan bagimu
Jangan menyerah, jangan berhenti percaya padaNYA
Ijinkanlah DIA bekerja, memberi jalan bagiMU

Ary dan Ester Handoko