Dan apabila AKU telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, AKU akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-KU, supaya di tempat dimana AKU berada, kamu pun berada

Yohanes 14 : 3

Saudara yang terkasih, 

2 tahun lalu kami sempat berlibur ke Lombok, dan dalam kesempatan itu kami berkunjung ke suatu pulau terpencil di tengah laut yang terdapat batu besar berbentuk seperti layar perahu yang terkembang. Batu itu disebut orang Batu Payung. Pulau itu hanya bisa dijangkau dengan berperahu kecil dengan motor, sekitar 10-15 menit perjalanan dari pantai Tanjung Aan. Setelah kami tiba di pulau kecil itu, ferry segera bertolak pulang ke tepi pantai lagi. Kata tukang perahunya, sebentar lagi akan dijemput setelah kami puas berjalan-jalan di pulau itu. Suatu kesalahan terjadi, yaitu kami lupa menanyakan nama, sekaligus nomer HP tukang perahu tersebut. Ketika acara jalan-jalan dan berfoto ria di pulau itu selesai, kami harus menunggu sang tukang perahu untuk menjemput kami. Seandainya kami tidak dijemput, maka kami tidak bisa pulang karena ada lautan yang harus diseberangi. Parahnya lagi, kami tidak tahu bagaimana caranya menghubungi tukang perahu itu. Syukurlah setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya si tukang perahu muncul juga, kegalauan dalam penantian sudah terjawab.
Saudara, kita juga seperti tinggal di sebuah pulau kecil saat berkelana dalam dunia ini. Semua yang ada disekeliling kita ini hanya sementara. Kita diberi kesempatan hidup untuk berkarya, serta untuk menikmati keindahan dunia ciptaan TUHAN. Namun TUHAN berjanji, suatu saat DIA PASTI MENJEMPUT kita. Dan Janji-NYA adalah Ya dan Amin. Suatu saat DIA pasti datang menjemput. Hanya kapankah ‘kapal penjemput dari Sorga’ itu datang, tidak ada seorang yang tahu. Yang perlu kita lakukan hanyalah selalu bersiap-siap, sebab penjemputan itu bisa datang sewaktu-waktu. Dan, bersyukurlah, karena kita dijemput, sebab kita tidak bisa pulang sendiri. TUHAN yang Maha Baik itu sedia menjemput kita. Haleluyah…

Satu kali akan ada hari senang buat saya,
Sperti TUHAN sudah kata asal ku tinggal setia…
TUHAN YESUS sudah janji DIA sungguh ‘kan kembali,
Pertemuan di udara, oh senang sekali…

Ary dan Ester Handoko

Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada ALLAH yang hidup, Juru Selamat semua manusia, terutama mereka yang percaya

I Timotius 4 : 10

Saudara yang terkasih, 

Beberapa di antara jemaat secara rutin pergi ke gym atau senam beberapa kali dalam seminggu. Itu membentuk tubuh untuk menjadi lebih indah bentuknya, juga berharap menjadi lebih sehat dengan rajin berolahraga. Juga salah satu anak kami, setiap malam sebelum tidur, selalu latihan kelenturan ( stretching ) di lantai dengan berbagai gerakan peregangan. Kadang memakai alat bantu senam, terkadang juga tidak. Ini semua diperlukan dan disuruh oleh guru les baletnya, sebab demi gerakan tarian balet yang indah, diperlukan latihan kelenturan setiap hari. Dan sering peregangan semacam itu terasa sakit. Kata orang-orang, kalau belum sakit berarti latihan baletnya belum maksimal. Balet harus sampai sakit dahulu, untuk mencapai hasil yang terbaik.
Saudara, sebagai anak TUHAN, kita pun harus berlatih iman dari hari ke sehari. Tanpa latihan iman, maka iman kita akan kendor, tidak bertenaga, dan loyo. Selain latihan iman, kita juga harus berlatih ketaatan. Latihan penyerahan diri. Latihan melayani TUHAN, serta latihan untuk semakin peka akan kehendak TUHAN. Semuanya itu tidak mudah, butuh kerja keras yang rutin dan panjang. Kerja keras dan latihan itu, disertai dengan sesuatu hal penting lain yang bernama : bayar harga. Jangan berharap hasil latihan rohani kita menjadi maksimal, apabila kita belum berani bayar harganya. Terkadang sampai terasa ‘sakit’, tetapi itu perlu untuk menguatkan semua otot iman kita.
Tahun 2019 bukanlah tahun yang mudah. Banyak tantangan menghadang kita. Oleh sebab itu kita harus kuat secara rohani. Latihlah iman serta kepercayaan sepenuh kepada TUHAN setiap hari.

Ku percaya janjiMU ajaib,
Terukir dalam kehidupanku
Ku berserah di dalam kekuatanmu
Ku percaya…..

Ary dan Ester Handoko

.. suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, ALLAHmu: mata TUHAN, ALLAHmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun

Ulangan 11 : 12

Saudara yang terkasih, 

Satu tahun sudah selesai kita jalani, dan di depan kita telah tersedia jalan panjang yang akan menghantarkan kita memasuki tahun yang baru, 2019. Banyak orang berkata, bahwa tahun 2018 bukanlah tahun yang mudah untuk dilalui. Banyak rintangan, terutama tantangan segi ekonomi, yang membuat terkadang hati kita berdegup lebih kencang. Tetapi bila melihat ke belakang, bagaimana TUHAN sudah memimpin kita sampai hari ini, sudah seharusnya kita banyak memanjatkan puji syukur. Memang bukan jalan yang mudah, tetapi TUHAN sudah sertai kita melewatinya.
Saudara, bangsa Israel tidak mampu melihat apa yang sebenarnya telah diberikan TUHAN kepada mereka. TUHAN melepaskan mereka dari perbudakan Mesir yang sangat kejam dan memberi sebuah tanah yang sangat subur, melimpah susu dan madunya, sampai hari ini. Janganlah kita sama seperti bangsa Israel ini. Janji yang sama TUHAN juga berikan kepada kita di dalam memasuki tahun yang baru. Kita diberi janji untuk memasuki suatu ‘negeri yang dipelihara oleh TUHAN…..dan mata-NYA tetap mengawasi kita dari awal sampai akhir tahun.’ Wooww, suatu janji yang besar dan luar biasa !
Sebab itulah, janganlah merasa kuatir di dalam memasuki tahun yang baru. Melangkahlah maju dengan mata iman terfokus kepada janji agung yang DIA berikan kepada kita ini. TUHAN sudah berjanji, dan DIA PASTI AKAN MENEPATINYA !

Mari jadikan tahun 2019
sebagai Tahun Kemenangan
berjalan bersama TUHAN
bagi kita semua…

Ary dan Ester Handoko

..dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan

Lukas 2 : 7

Saudara yang terkasih, 

Suatu saat di dalam doa, YESUS berkata,”AKU tidak mencari apartemen mewah, rumah gedung yang indah untuk AKU tempati. AKU hanya mencari palungan, dan palungan itu… adalah HATIMU..”
Natal identik dengan palungan. Setiap Natal tiba, gambaran tentang palungan mengemuka kembali. Palungan, bukan tempat yang indah untuk dimasukkan di dalam pigura / frame sebuah foto atau lukisan, sebenarnya. Karena sebenarnya palungan itu adalah tempat yang sangat sederhana dan kotor. Palungan (sebagaimana fungsinya untuk tempat makanan ternak), hanya dibikin dari kayu yang biasa saja, mungkin bahkan dari kayu sisa-sisa, kemudian diisi dengan jerami sebagai makanan hewan ternak (lembu, sapi, domba). Bentuknya pun sangat sederhana. Dan palungan pasti kotor, karena tentu jarang atau bahkan tidak pernah dicuci oleh pemilik ternak.
Tetapi TUHAN berkata: Palungan itu adalah gambaran dari HATI kita. Hati kita memang bukanlah tempat yang indah. Banyak kotoran yang dengan sengaja atau tidak, masuk kedalamnya. Dan memang sewaktu kita masih berkubang dosa, begitu hinanya hati kita. Sama persis seperti palungan ! Jadi itulah sebabnya mengapa DIA memilih palungan untuk tempatNYA lahir ke bumi ini. Bukan karena kebetulan ternyata.
Saudara, apakah di Natal ini, PALUNGAN HATI kita sudah tersedia untukNYA ? Tentu kami berharap, hati kita sudah berupa sebentuk palungan yang telah bersih, dibersihkan setiap hari dengan Firman TUHAN yang kita baca lewat Pembacaan Alkitab sehari-hari, dan lewat doa-doa permohonan ampun yang secara intens kita panjatkan.

Selamat Natal saudara seKRD,
TUHAN ada di tengah-tengah kita..
Di dalam palungan hati kita..
Lihatlah bahwa TUHAN itu baik,
Dan selama-lamanya TUHAN itu tetap baik…

Ary dan Ester Handoko

Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

Mazmur 12 : 7

Saudara yang terkasih, 

Ada sebuah kisah nyata yang kami dengar dari teman pendeta baru-baru ini. Tersebutlah sepasang calon mempelai yang sedang melakukan konseling pra nikah di gerejanya, dan tiba-tiba calon mempelai wanita tidak lagi hadir pada konseling yang terakhir. Padahal undangan pernikahan sudah disebar. Padahal lagi, selain pernikahan mereka berdua, pada undangan itu juga tercantum sekaligus undangan pernikahan emas orang tua sang calon mempelai pria. Akhirnya pada hari H, tetap acara berlangsung, untuk merayakan pernikahan emas orangtuanya, tetapi anaknya lelaki itu berjalan di belakang iring-iringan, sendirian, dengan wajah lesu, karena acara pernikahannya sendiri batal. Sang wanitanya kabur entah kemana, tidak bisa dihubungi lagi.
Saudara, kisah diatas adalah kisah nyata yang sungguh memilukan. Dan itulah bukti bahwa janji manusia bisa diingkari. Calon mempelai wanita yang tadinya berjanji di saat pacaran untuk mendampingi calon suaminya sampai akhir, tiba-tiba membatalkan semuanya begitu saja. Bahkan menghilang. Itulah manusia. Gampang berjanji, tetapi segampang itu pula mengingkarinya.
Janji manusia bisa diingkari, tetapi janji TUHAN selalu digenapi ! DIA berjanji untuk mengirim Messias, Sang Juru Selamat penebus dosa. Dan itu benar-benar IA genap dengan lahirnya YESUS KRISTUS. Dan karena janji-NYA sudah tergenapi, di setiap penghujung akhir tahun kita selalu merayakan Natal. Itulah sebabnya, mengapa Natal harusnya dirayakan, karena Natal adalah bukti penggenapan janji ALLAH untuk mengirim Messias kepada kita !

“ENGKAU, TUHAN, yang akan menepatinya,
ENGKAU akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini” Mazmur 12 : 8

Ary dan Ester Handoko