Kesaksian

Pemeliharaan Tuhan Sungguh Nyata

Pemeliharaan Tuhan Sungguh Nyata

“Dan sungguh nyata pemeliharaan-Nya dalam hidup kami. Selama bulan-bulan itu berjalan, Tuhan tidak pernah membiarkan kami tidak makan. Tuhan mengirimkan berkat-berkat-Nya setiap hari.”

Sungguh nyata pemeliharaan Tuhan atas hidup kami.

Saya unemployed sejak bulan Juli 2026. Kami adalah pendatang yang berjuang di Surabaya, dan itu bukan hal yang mudah, apalagi dalam kondisi saya yang belum memiliki pekerjaan. Sudah lebih dari dua bulan berjalan, tetapi belum ada panggilan pekerjaan.

Secara daging, kekhawatiran itu mulai muncul. “Tuhan, kontrakan harus dibayar, tagihan listrik, PDAM, dan keamanan sudah tertunda, Tuhan.”

Jujur, saya mengalami stres berat. Bahkan, istri saya yang harus menanggung biaya kontrakan untuk bulan September.

Saya sempat berbagi cerita dengan Pak Ary, dan beliau mengingatkan saya untuk tidak khawatir dan panik. Tuhan pasti buka jalan.

Firman Tuhan yang saya dengar setiap minggu dalam FT dan Doa Malam sungguh menegur dan menguatkan saya. Fokuslah kepada Tuhan dan berharaplah sepenuhnya kepada Tuhan.

Dan sungguh nyata pemeliharaan-Nya dalam hidup kami. Selama bulan-bulan itu berjalan, Tuhan tidak pernah membiarkan kami tidak makan. Tuhan mengirimkan berkat-berkat-Nya setiap hari.

Suatu hari, ketika kami tidak memiliki beras untuk makan, istri saya berdoa sambil mengetuk tempat beras dan berkata, “Tuhan, berasnya habis.”

Puji Tuhan! Tidak lama setelah itu, ada tetangga datang ke rumah dan berkata, “Permisi, Om, mau beli kopi empat.”

Dari hasil penjualan kopi tersebut, ditambah uang terakhir yang kami miliki, kami akhirnya bisa membeli beras 5 kg.

Puncaknya, yang sungguh membuat kami sampai menitikkan air mata, adalah ketika kami bingung bagaimana membayar kontrakan bulan Oktober.

Tuhan mengirimkan orang baik yang merupakan pelanggan kopi kami. Beliau datang ke rumah untuk membeli kopi, tetapi tidak hanya itu. Beliau juga mengeluarkan sejumlah uang yang ternyata cukup untuk membayar kontrakan kami.

Beliau berkata, “Saya tahu Koko nggak pernah minta pinjam sama saya, tapi ini dari hati saya. Pakai dulu aja, Ko, buat bayar kontrakan Koko.”

Awalnya saya menolak karena jumlahnya cukup besar dan saya tidak ingin merepotkan beliau. Namun, beliau terus mendesak, “Terima, Ko. Pakai buat kontrakan.”

Dan berkat Tuhan tidak berhenti di situ saja.

Beberapa hari lalu, beliau meminta tolong kepada saya untuk mengirimkan barang ke ekspedisi di Stasiun Semut. Saya mengiyakan dengan tujuan membantu, tetapi beliau tidak mau jika tidak memberikan upah.

Akhirnya saya terima, dan puji Tuhan, uang tersebut bisa saya gunakan untuk melunasi tunggakan PDAM dan keamanan.

Namun, berkat Tuhan tidak berhenti sampai di situ. Pemeliharaan Tuhan sungguh nyata melalui beliau. Setiap pagi, beliau selalu menggantungkan satu kantong plastik berisi makanan dan buah di pagar rumah kami.

Apa yang kami inginkan, Tuhan sediakan melalui beliau. Secara pemikiran manusia, hal ini mungkin tidak terpikirkan datang dari seorang ART (Asisten Rumah Tangga). Saya tidak bermaksud merendahkan, tetapi ini adalah sesuatu yang sungguh di luar pikiran dan ekspektasi saya.

Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menjadi saluran berkat-Nya.

Demikian kesaksian kami.

TUHAN ITU BAIK. TITIK.

Tuhan juga berkarya dalam hidup Saudara?

Bagikan kesaksian Saudara