“Mendengar kabar itu, saya langsung menangis. Air mata saya bukan karena kesedihan, tetapi karena melihat betapa sempurnanya pemeliharaan Tuhan Yesus dalam hidup kami. Terima kasih, Tuhan Yesus Kristus, atas kasih, penyertaan, dan pemeliharaan-Mu yang tidak pernah terlambat.”
Puji Tuhan, di tengah keadaan yang tidak mudah, Tuhan Yesus Kristus menunjukkan kasih dan pemeliharaan-Nya kepada keluarga kami melalui anak kedua saya, Tiara.
Sejak kecil, cita-cita Tiara adalah menjadi seorang Polwan. Untuk mewujudkan impiannya, ia mengikuti bimbingan belajar militer selama satu setengah tahun, dan kami mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Namun, setelah mengikuti berbagai seleksi, hasilnya belum sesuai harapan.
Sebelum berangkat mengikuti tes, kami berdoa bersama. Saya teringat firman yang disampaikan Pak Ary, "Jangan membatasi kuasa Tuhan Yesus. Sampaikan semuanya dengan jujur kepada Tuhan." Saat itu saya mencurahkan seluruh isi hati saya. Saya berkata kepada Tuhan bahwa saya tidak ingin Tiara menjadi putus asa karena terus mengalami kegagalan. Di saat yang sama, kondisi keluarga kami juga sedang sulit karena perlu mengeluarkan banyak biaya untuk pengobatan ayahnya.
Selasa pagi sebelum berangkat kerja, saya kembali berlutut dan menyembah Tuhan.
Pada siang harinya, saya menerima telepon yang membawa kabar sukacita. Tiara dinyatakan diterima di Fakultas Hukum UNESA, bahkan memperoleh beasiswa penuh hingga lulus S1 sehingga tidak ada biaya kuliah yang harus kami keluarkan.
Mendengar kabar itu, saya langsung menangis. Air mata saya bukan karena kesedihan, tetapi karena melihat betapa sempurnanya pemeliharaan Tuhan Yesus dalam hidup kami.
Terima kasih, Tuhan Yesus Kristus, atas kasih, penyertaan, dan pemeliharaan-Mu yang tidak pernah terlambat. Saya percaya Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya. Amin.
Tuhan juga berkarya dalam hidup Saudara?
Bagikan kesaksian Saudara